
Setelah aku menghindar dari Ridwan, akhirnya aku bisa bawa pulang anak ku Naura ke rumah. aku cepat cepat pulang menuju ke rumah aku, aku pingin memberitahukan kepada orang tua ku, karena Naura sudah di temukan.
Di jalan ngedadak macet banget, jadi aku lambat menuju ke rumah aku. untung anak aku tidur sehingga tidak menangis meminta air susu, karena aku lupa tidak bawa peralatan nya Naura. karena tadi aku buru buru jadi tidak kepikiran membawa baju dan susu Naura.
"Naura memang anak baik, ibu sangat senang banget sama kamu sayang, ibu bersyukur bisa ketemu kamu lagi, ibu bisa semangat lagi hidup, karena kamu ada di sisi ibu. " ucapan Elisa sambil mengelus rambut Naura.
Satu jam kemudian, aku sampai ke rumah aku. tapi pas di depan pintu ada Ridwan nunggu aku. aku pun langsung lari ke rumah orang tua aku, karena aku takut dia mengambil Naura lagi.
Aku teriak teriak di jalan biar semua orang keluar bisa bantu aku:
" tooloooonnggg"
" tooloonnggg"
" Mamaaahhh
" Mamaaahhh
Akhirnya semua pada keluar, Orang tua dan paman pun ikut membantu nolongin aku. aku langsung pergi ke rumah orang tua aku dan kunci kamar mamah aku, aku meluk terus Naura karena takut di bawa sama Ridwan.
Aku dengar dari luar, Ridwan di usir sama semua tetangga dan paman aku. walaupun dia sudah pulang tapi tetep aku takut dia bawa anak aku lagi ke sini.
__ADS_1
Sangking aku ketakutan aku tidak berani keluar kamar, karena takut ada Ridwan datang secara tiba tiba. dia orang nya licik pingin menag sendiri, dia yang salah tapi malah nyalahin orang lain.
Sekarang dia sudah menikah lagi sama wanita lain, tapi kenapa dia tidak mau menceraikan aku. malah menyiksa aku seperti ini. apa dosa ku sehingga kamu bisa memperlakukan aku seperti ini.
Padahal selama aku menikah dengan dia, aku tidak menuntut apa apa sama dia, aku hanya menyuruh cari kerja yang benar biar punya penghasilan tetep. itu kan wajar seorang istri mengingatkan suaminya dan memang itu tugas sebagai suami untuk mencari nafkah buat istrinya.
Aku hanya bisa berdoa biar hati nya Ridwan membaik, supaya tidak membawa Naura dari sisi aku dan cerai kan aku. biar aku lebih bebas dan lebih tenang membesarkan Naura dengan baik. semoga doa doa aku di kabulkan semua.
Aku cerita semu sama orang tua ku tentang Ridwan, dan akhirnya orang tua aku mengurus perceraian aku dengan Ridwan. karena orang tua aku sangat sakit hati dengan tingkah laku Ridwan kepada aku.
"Dari pertama menikah sampai sekarang belum pernah membahagiakan Elisa, boro boro memberikan nafkah lahir, batin merhatiin Elisa pun tidak pernah. sekarang sudah bikin anak aku Elisa jauh dari anak nya ke tambah sekarang sudah menikah lagi sama wanita lain. bahkan ke orang tuanya pun Ridwan tidak sayang sama sekali", ucapan orang tua Elisa.
alhamdulillah perceraian aku berjalan dengan lancar, Ridwan dan aku sudah sah bercerai.untung nya hak asuh anak di berikan sampai aku, kalau di berikan sama Ridwan aku sudah bingung, aku sudah tidak bisa bersemangat lagi.
Sesudah aku cerai sama Ridwan, orang tua aku memutuskan untuk pindah rumah, biar Ridwan tidak bisa mengambil Naura di tangan aku. biar aku dan Naura lebih aman dan bahagia bersama anak aku.
Orang tua aku memang segala nya, demi aku semua lahan : sawah, kebun, kontrakan, kompeksi/permak baju dan termasuk rumah di jual. orang tua aku tidak akan tinggal lagi di sini, akan mencari di daerah yang jauh sekali, biar tidak ketemu dengan Ridwan lagi.
Orang tua aku pun tidak menulis plang di lahan nya itu, karena takut ketahuan sama Ridwan kalau kita akan pindah dari sini.semua tetangga sudah di kasih tahu semua, kalau suatu hari nanti Ridwan nanya jangan di kasih tahu. untung nya semua orang di sana mengerti dengan ke adan keluarga aku.
Hari demi hari bulan demi bulan, alhamdulillah semua lahan terjual semua. akhirnya aku bisa pindah dari tempat ini dan membeli tanah dan rumah di daerah lain.
__ADS_1
Semoga aku, Naura dan orang tua ku mudah mudahan di tempat yang baru bisa nyaman dan bahagia. tidak ada orang yang mengganggu keluarga aku sedikit pun.
Sedangkan paman aku tidak ikut dengan orang tua aku, paman memilih pindah dan pisah dengan orang tua aku. karena paman aku mau mencari suasana baru, dan mau bikin usaha yang lain.
Sedang kan orang tua aku sedang mencari tempat tinggal buat kita bertiga. seminggu sudah orang tua mendapatkan lahan dan rumah yang luas, cukup untuk bertiga. sebagai kita bikin kontrakan lagi, biar punya penghasilan yang tetep setiap bulannya.
Aku, Naura dan orang tua , akan meninggalkan tempat ini pindah ke tempat yang baru. walau aku sangat sedih dan berat hati harus meninggalkan kampung halaman aku, supaya anak ku Naura tidak di ambil lagi sama Ridwan.
Sambil mengepak barang barang yang akan kita bawa, orang tua aku berpamitan dengan tetangga tetangga. karena mereka lah selalu menolong dan membantu keluar aku di mana keluarga aku lagi ke susahan mau pun lagi sedih mereka lah yang selalu menolong. keluarga aku tidak lupa dengan ke baikan tetangga dan saudara saudara yang di berikan kepada kami.
sebelum orang tua aku pindah, orang tua aku membagikan semua hasil panen nya ke semua tetangga dan saudara dalam bentuk bersyukur/ terimakasih karena mereka sudah baik kepada keluarga kami.
Dua hari lagi aku akan meninggalkan kampung halaman aku, aku akan pergi ke makam nenek dulu untuk mendoakan dan sekalian aku pamitan sama nenek. sehabis pulang dari makan nenek aku akan berpamitan ke pada teman teman aku, karena aku akan pindah rumah dan tidak akan kembali lagi.
Rencana orang tua aku akan pergi/ pindah dari tempat ini jam 11 malam, biar di jalan nya sepi dan tidak macet.tetangga dan saudara ku membantu mengangkut semua barang barang ke dalam mobil, biar cepat selesai.
Akhirnya aku meninggalkan kampung halaman aku, selamat tinggal semua nya. sekarang tinggal kenangan, aku tidak akan melupakan semua rasa kecewa, kesal, sedih yang di alami di kampung ini.
Semoga di tempat yang sekarang aku mendapatkan kebahagiaan. rasa kecewa, sakit hati akan ku kubur dalam dalam,mari kita cari kebahagiaan bersama orang tua aku di tempat baru.
Sampai jumpa semua nya, aku doa kan supaya kalian bahagia terus bersama keluarga nya masing masing. kalau ada waktu keluarga aku akan mampir lagi ke sini sambil liat makam nenek di sini.
__ADS_1