
Entah kenapa , pagi tampak lebih gelap hari ini . Sepertinya , hujan akan menyapa sebentar lagi . Seorang wanita kecil mulai memasuki lobby sekolah dengan sedikit berlari , dan akhirnya ia sampai di pintu kelas . Benar saja ketika menoleh , rintik mulai turun perlahan memeluk kaca jendela .
Namun , bukan itu yang terpenting sekarang . Langkah itu terhenti ketika ia melihat seorang yang asing di sudut ruangan . Seseorang itu sendiri , sedang membaca buku .
Perkenalkan , wanita kecil itu bernama , Cahaya Senja .
Jujur saja Cahaya agak sedikit bingung sekarang , siapa anak lelaki itu ? Apakah ia salah kelas ? Atau jangan-jangan ayahnya salah mengantarnya kesekolah ?
Celangak-celinguk ia memperhatikan nomor angka kelas di sudut pintu , benar , V-A adalah kelasnya . Lalu siapa lelaki asing itu ?
Astaga , atau jangan-jangan rumor yang sedang beredar saat ini memang benar adanya ?
Rumor yang mengatakan bahwa SD nya ini bekas pemakaman umum , dan lelaki itu adalah salah satu penunggunya ?
" Ya , bisa jadi ia memang hantu , tidak menutup kemungkinan SD internasional sekalipun memiliki penunggu ." Yakinnya dalam hati .
Cahaya benar-benar bergidik ngeri di buatnya , di tambah lagi lelaki itu seperti tidak bernyawa . Maksudnya , selain membaca , ia tidak tampak melakukan aktifitas apa pun . Siapa yang tau bahwa paru-paru itu tidak berfungsi lagi ?
Ini semakin memperkuat dugaannya . Di eratkan pegangan di pundak tasnya . Cahaya sangat takut , bahkan untuk mundur pun ia tampak kepayahan .
" Bagaimana ini ? Apa yang harus ku lakukan ? " Batinnya .
Karena sibuk berpikir , lelaki itu sepertinya sedikit terganggu dengan kehadiran Cahaya . Karena , Cahaya hanya berdiri di depan pintu . Tak ada pergerakan untuk masuk atau keluar sekalipun .
Lelaki itu menutup bukunya dengan cukup keras . Disaat yang bersamaan ia menoleh pada Cahaya . " Kau , tidak ingin masuk ? " ujar lelaki itu .
Sontak saja cahaya lari terbirit-birit entah kemana . Cahaya terkejut , terkejut setengah mati .
" Apa itu barusan ? Ia menegurku ? Apakah keahlian ku bisa melihat hantu sekarang ? " Jantungnya berdebar tak beraturan , ia harus kabur sebelum hantu itu memakannya hidup-hidup . Ia menuruni tangga tanpa aba-aba .
Ya tuhan , bahkan ia lupa jika disekolah ini ada lift !
Sesekali ia menoleh kebelakang , memastikan bahwa ia tak di buntuti .
Akhir dari pelarian itu adalah kantin sekolah , setidaknya disini para staff kantin ada yang sudah datang . Cahaya duduk sebentar untuk mengistirahatkan degup jantung nya .
Perlahan tangannya mengambil botol minum yang sudah di siapkan oleh sang ibu di dalam tas .
Memimum air dengan sangat rakus , bahkan hampir tandas . Pikiran nya berkecamuk . Akan sangat menyebalkan jika ia bisa melihat mahluk tak kasat mata seperti lelaki tadi .
Tiba-tiba, sebuah tangan menyentuh pundak nya . Cahaya terkejut bukan main . selain terkejut , ia pun melampiaskan ketakutan yang mendera nya sedari tadi . Ahh , ini benar - benar gila . Ia berteriak .
Hanni . Hanni Westty .
Ya , seseorang yang memegang pundaknya tadi adalah Hanni , teman sebangku Cahaya . Hanni juga sebenar nya terkejut , tapi ia bersikap untuk sedikit " lebih waras " dibanding teman sebangku nya itu .
" Apakah aku membuatmu terkejut ? " ujar Hanni dengan sedikit kebingungan .
" Untuk apa aku berteriak jika aku tidak terkejut !"
__ADS_1
" Dan kau meneriakiku sekarang . " Hanni mengambil tempat duduk disebelah Cahaya sambil memesan sepiring nasi uduk .
Oh , pagi yang sangat indah .
Cahaya hanya diam , berusaha untuk tetap santai . Tapi Hanni tau bahwa temannya sangat gelisah .
" Ah , ayolah . Seorang wanita tomboy se-antero sekolah bisa terlihat gelisah . " Ejek Hanni membuka suara .
Cahaya langsung menoleh dengan sangat cepat .
" Aww , hati-hati , nona . Kepalamu bisa lepas jika kau terlalu keras memutar nya , hahahahaaaa . "
Hanni benar-benar puas sekarang setelah mempermainkan Cahaya . Kapan lagi bisa mengejek seorang yang cukup memiliki kuasa disekolah .
Cahaya masih terlihat menutup mulut , tak mau berbicara sepatah kata pun . Ia bingung harus mengatakan hal semacam ini atau tidak .
" Sebenarnya aku tadi melihatmu berlari dari arah kelas . Apakah pagi ini akan dibuka dengan baku hantam antara kalian ? "
Tadi setelah keluar toilet , ia melihat Cahaya berlari melewati nya, muka wanita itu tampak sangat ketakutan . Itulah kenapa Hanni mengikuti nya .
" Han , apakah kau percaya padaku ? "
Hanni hanya menatap Cahaya dengan tatapan tidak mengerti , tapi masih menunggu ucapan apa yang akan Cahaya ucapkan selanjut nya .
"Mak-Maksudku begini . A-apakah kau per-perc - "
" Ada apa sebenarnya ? kau tak pernah gagap seperti ini sekalipun ketika kau tertangkap basah memasuki kecoa ke dalam tas , Ms.Ponix . " Hanni memotong pembicaraan Cahaya dengan sedikit meninggikan intonasi , tentu saja ia frustasi sekarang . Apa sebenarnya yang terjadi ?
" Dan aku sedang tidak bercanda , Ms.Senja . "
Cahaya menghembuskan nafasnya . baiklah .
" Aku bertemu hantu . " Wanita manis itu menjeda sebentar , " Dikelas . Pagi ini . Itulah kenapa aku lari terbirit-birit seperti orang kesetanan . " Cahaya menyugarkan rambutnya .
" Begini - " Cahaya menghadapkan wajahnya tepat didepan Hanni .
Baru saja ia akan memberitahu apa yang sedang terjadi , petir malah sambar menyambar seolah sedang berpacu kuda .
Saat kilat ketiga memberikan efek sedikit putih di langit , muncul sosok lelaki yang Cahaya pikirkan sedari tadi .
Entah sudah yang keberapa kali cahaya terkejut , ini sangat menjengkelkan .
" ITU DIA ! ITU DIAAA , ITU HANTUNYA ! " Cahaya berteriak histeris namun diredam oleh sambaran petir .
Mata Hanni membulat , ia tidak berani untuk menoleh pada apa yang sedang Cahaya lihat saat ini . Astaga . Ini adalah ketakutan yang nyata !
Namun ia memberanikan diri untuk menggenggam erat tangan teman nya itu sambil berusaha keras untuk menoleh . Meyakinkan diri bahwa apakah itu benar-benar hantu yang di rumorkan belakangan ini .
1,2,3 !
__ADS_1
Hanni menoleh , lalu tertegun , lalu TERTAWA TERBAHAK-BAHAK !
Ya ampun , apa yang baru saja terjadi ?
Apakah Hanni kesurupan setelah melihat lelaki itu . Tubuh Cahaya bergetar hebat , air mata sudah tak terbendung .
Perlahan lelaki itu mendekat , lalu duduk didepan Hanni . TANPA EKSPRESI . Tolong di garis bawahi itu .
Pucat sudah wajah Cahaya . Tak terlihat ada nyawa yang bersemayam di tubuh nya . Ia sudah lemas , hantu itu tepat di depan Hanni .
Lalu , seketika Hanni berhenti tertawa , menoleh perlahan pada nya . Ya tuhan , kenapa pagi ini begitu menyedihkan !
Hanni sedikit menyeka air disudut matanya .
" Apakah lelaki ini yang kau temui di dalam kelas ? " Selidiknya dengan menyipitkan mata besar itu .
Cahaya hanya mengangguk pasrah .
" Kenapa kau beranggapan bahwa dia hantu yang di rumorkan ? " masih menyelidik . Sial , pria itu tampak tak tersinggung sama sekali .
" Baiklah aku tukar pertanyaannya , apakah dia terlihat seperti hantu ? " Hanni menggerakkan tangannya naik turun . Cahaya hanya menggangguk pelan .
" Kenapa ? " Tanya Hanni semakin menuntut .
" Kau banyak bertanya , Hanni . " Dilihat dari sikap Hanni yang mulai santai , sepertinya ada sebuah kesalahpahaman disini . Dan itu akan sangat memalukan jika itu benar adanya .
" Aku harus kabur , ini MEMALUKAN . " Batin nya , dengan cepat Cahaya mengambil tas berwarna coklat itu dan bergegas untuk melarikan diri .
" Apakah kau selalu pergi setelah membuat kesalahpahaman di sekitarmu ? "
Damn ! akhirnya lelaki itu bersuara , demi tuhan , mereka baru kelas 5 SD dan lelaki itu sudah se-cool ini !
Cahaya terdiam , jika ia berlari ia akan nampak seperti pengecut . Kemana gelar tomboy nan tengil yang selalu ia eluh-eluhkan itu ?
" Dimana letak kesalahpahaman itu wahai alien ? " sahut Cahaya tak mau terlihat lemah . Lelaki itu tampak mengerutkan kening lalu tersenyum tipis .
" Jawab pertanyaan Hanni , kenapa kau menganggap aku adalah hantu ? " Mata itu sangat tajam , di tambah hitam nan tegas nya alis itu .
...***...
haihaiii , assalamualaikum .
terima kasih sudah mampir yaaa . jangan lupa untuk vote dan comment lalu beri masukan ya .
maaf banget kalau tulisannya masih banyak yg typo , atau ada kata-kata yang aneh . maklumin aja yaaa aku masih amatiran . ini karya pertamaku .
suport aku terus ya untuk selalu semangat up cerita ini .
terimakasihhh , wassalamualaikum 💕
__ADS_1
with love ,
Latiblue