
" Sama seperti biasa , Pagi akan datang jika malam telah berlalu , dan senja akan pulang jika malam segera berlabuh .
Namun berbeda dengan selasa terakhir di bulan Desember tahun ini , cuaca mendung , dari pagi hingga menjingga . Bahkan mentari pun tak kuasa untuk menikamkan sinarnya untuk bumi . "
" Ewww , Drama sekali ." Cahaya memicingkan mata . Menatap jijik kata demi kata yang telah Tonny ukir untuknya .
Cahaya beranjak dari kasur empuk itu dan segera turun kebawah mencari biang keladi tulisan itu .
Ruang Gym , dapur khusus staff dan garasi sudah ia datangi tapi Tonny tidak ada disana . Frustasi , akhirnya ia memilih duduk di ruang santai dan memakan sedikit camilan yang selalu tersedia di atas meja . Ruangan bernuansa emas itu sangat sepi meskipun banyak maid dan pengawal lalu lawang disana .
" Anda mencari saya , nona ? "
Suara itu tepat di belakang kursi yang sedang ia duduki saat ini . Cahaya yang tadi akan memasukkan keripik kentang rasa rasa original itu ke dalam mulut , terpaksa berhenti .
Tanpa menoleh kebelakang Cahaya menaruh keripik itu dan berkata dengan sedikit sewot .
" Aku sudah lelah berkeliling mencarimu kesana dan kemari , tapi kau tak ada . Dan ketika aku sudah bosan mencarimu kau malah datang seperti tidak ada dosa . "
Tonny hanya terdiam . Masih menunggu nona mudanya untuk mengeluarkan semua keluhannya . Cahaya menoleh kebelakang , dengan posisi masih sedikit duduk .
" Dari mana saja kau ? " Tanyanya dengan dagu yang sedikit mendongak .
" Aku libur hari ini , nona . "
Cahaya mengerutkan kening nya tanda ia sedang kebingungan " Lalu kenapa kau disini sekarang ? "
" semua staff yang nona datangi ' BERLOMBA-LOMBA ' meneleponku , nona ."
Yaaa , benar . Para staff seperti kesetanan ketika menelponnya . Dari ponsel khusus kantor , telpon rumah dan bahkan mereka menelpon melalui ponsel pribadinya . Kacau .
Sepertinya Tonny tak ada waktu privasi sekarang .
" Mereka tak mengatakan bahwa kau sedang libur , wajar saja aku mencarimu kesana kemari ."
'BAJ*NGAN ! MEREKA TAU , NONA !' Tonny berteriak di dalam hati . Sepertinya ia harus menghabisi nyawa staff itu satu per satu .
" Lalu ada hal penting apa kau mencariku , nona ? "
Seperti teringat sesuatu , Cahaya pergi dengan sedikit berlalu , menaiki tangga marmer berwarna putih susu itu " Oh , tunggu disini , aku akan kembali . "
Tonny memijat sedikit kepalanya . Memang akan merepotkan jika berurusan dengan anak kecil .
" Dimana , Senja ? " Suara Malikka terdengar mendekat lalu matanya beredar kesana kemari mencari putri kesayangannya . Dress biru bermandikan gliter putih sangat kontras dengan tubuh putihnya .
" Nona sedang naik ke atas , nyonya . Dia menyuruhku untuk menunggu , sebentar lagi dia akan kembali. " Sahut Tonny dengan suara tenang lalu mempersilahkan Malikka untuk duduk .
Malikka tersenyum manis lalu duduk . Menunggu putri kecilnya .
Hening , tak ada percakapan diantara mereka .
" Dia , masih disana ? " Lagi suara Malika memecah kesunyian di ruangan besar ini . Suaranya agak sedikit bergetar .
Dengan berat hati , Tonny sedikit mengangguk pasrah . Sejujurnya ia tak tega , bagaimanapun wanita di hadapannya ini jauh lebih cantik jika di bandingkan dengan Elisabeth Petrov , wanita simpanan yang di cintai suaminya .
Senyum teduh itu kembali menghiasi wajah cantiknya . Wanita itu tampak kesakitan .
" Apa dia sudah makan ? " kali ini Malikka hanya bergumam sendiri dan Tonny berinisiatif untuk pura-pura tidak mendengar .
Perlahan-lahan suara langkah kaki Cahaya yang menuruni tangga terdengar dan terhenti ketika melihat ibunya sedang duduk di kursi minimalis itu .
__ADS_1
" Kenapa ibu disini ? aku kira ibu sedang menanam bunga . " Cahaya menunjuk halaman belakang melalui jendela besar di samping kirinya .
" Ibu baru saja selesai . Kau mau belanja ? "
Wajah cahaya bersinar , bagaimanapun Cahaya masih anak-anak dan jika di hubungkan dengan berbelanja maka yang pertama kali ia fikirkan adalah semua hal yang berwarna pink akan ia masukkan di keranjang .
" Baiklah jika ibu memaksa ."
Malikka mengerutkan kening lantas tertawa renyah mendengar opini tak masuk akal dari anak perempuannya itu
" Memaksa ? ibu bahkan baru mengatakannya 1 kali ."
" Coba katakan sekali lagi tentang ajakan darimu barusan. "
" Ayo berbelanja . " Ucap ibunya lebih antusias .
" Ibu sudah 2 kali mengajakku , apakah itu bukan termasuk tindakan pemaksaan ? "
Mata bulat indah beriris hitam itu sedikit mengedip beberapa kali . Astaga ia di permainkan ." Tidak mungkin , bocah ."
" Kenapa tidak mungkin ? bagaimana jika kita bertanya pada Tonny ." keempat mata itu langsung menuju pada Tonny .
Tonny tak merespon . Sudahlah , ia masih cukup kesal siang ini .
" Astaga , aku lupa jika tonny adalah manekin , bu " ucapnya sedikit berbisik namun masih bisa Tonny dengar .
Kemudian mereka tertawa sekali lagi . Ketika ibunya sudah menyentuh tangan Cahaya , anak kecil itu menarik lembut tangan ibunya .
" Sebelum itu aku ada urusan sedikit dengan Tonny , bagaimana jika ibu bersiap terlebih dahulu . " Cahaya tersenyum dengan sedikit memelas .
" Kau akan lama ? "
Bukannya tersindir , Malikka malah tersenyum malu pada anak manis itu .
" Baiklah ibu akan keatas , jika kau sudah selesai tunggu ibu di mobil . " Malikka mulai berjalan untuk pergi ke kamar utama miliknya-dan suami yang tak pernah pulang .
" Mobil yang mana ? warna apa ? " Tanya Cahaya . Ibunya seorang kolektor . Apa saja akan dikoleksi . Entah itu mobil , tas , baju , dan mata uang dunia . Bahkan ibunya punya 2 ruang garasi pribadi untuk mobilnya sendiri .
Malikka yang sudah sedikit jauh pun menoleh , dan sedikit berfikir . Tangannya pengetuk-ngetuk pegangan tangga .
" Ah ibu lupa , warna mobil harus sesuai dengan warna baju bukan ? "
" Astaga ! " Tonny bahkan sampai keceplosan . Apakah hal seperti ini akan kembali di perdebatkan ?
" Baiklah bagaimana jika warna hijau ? "
" Apa tidak terlihat seperti mobil dinas kebersihan ? "
" Merah ? "
" Pemadam kebakaran ? "
" biru ? "
" Hei Tayo Hei Tayo ."
Malikka menghembuskan nafasnya pelan . Susah jika sudah dihadapkan dengan pengikut aliran " HARUS SERASI " seperti ia dan Cahaya .
" Baiklah keputusan ada di tanganmu . "
__ADS_1
" kalau begitu kita gunakan mobil berwarna hijau ."
Bahkan Tonny hampir tersedak oleh nafas yang sedang ia hirup saat ini . Lantas apa yang mereka ributkan jika pada akhirnya mobil yang pertama yang akan mereka gunakan .
" Tapi kau bilang seperti dinas kebersihan ." tanya Malikka keheranan .
" Orang kaya suka yang mencolok , ibu ."
Malikka dan Cahaya kembali tertawa sejenak , lalu ibunya melanjutkan untuk pergi ke kamarnya .
Setelah ibunya menghilang di tangga yang berbentuk melingkar itu , air muka Cahaya kembali datar . Lalu kembali memusatkan segala perhatiannya pada Tonny .
" Baiklah , aku ingin bertanya padamu ."
Tonny masih diam .
" Apa maksud dari tulisanmu ini ? " Cahaya sedikit menggeprak meja untuk menaruh kertas itu . Lalu melipat kedua tangannya di dada .
Tonny diam namun ia sedang membaca tulisan yang Cahaya berikan . God ! ini adalah tulisan yang dia buat beberapa hari yang lalu .
" Kau menyukaiku ? "
Mata Tonny membesar , Demi tuhan apa yang sedang wanita gila ini fikirkan . Dengan cepat ia menyangkal tuduhan 'gila' seperti itu .
" Tidak mungkin-"
" Terimakasih sudah merespon . " Cahaya memotong pembicaraan
" Aku belum selesai menjelaskan . " Tonny tampak sedikit frustasi sekarang .
"Maka lanjutkan ."
" Apa anda lupa jika ini tugas bahasa sastra mu ? "
Tubuh Cahaya sedikit membeku . Sialan . Seperti nya ia terlupa sesuatu .
" Kenapa kau yang mengerjakan ? " tanyanya , tentu saja dengan suara angkuh selangit .
" Karena kau yang memaksaku , nona
" Good , bahkan Tonny berbicara sedikit menggeram sekarang .
" Ah pantas saja bahasanya sangat menggelikan , rupanya kau terpaksa ."
" Bukan sepert- "
" Lupakan , kau sudah selesai ." Cahaya kembali memotong pembicaraan .
" Jadi maksud anda-"
" Ya , aku mencarimu untuk sebuah klarifikasi ini ." Kembali memotong pembicaraan . Cahaya ingin cepat pergi dari sini . Ia memerah . Bagaimana mungkin ia menuduh sopir pribadi menyukai dirinya .
" Bahkan disaat waktu libur ku ,nona ? " Ya ampun suara Tonny sedikit menyedihkan sekarang . Pasti ini sangat berat untuknya . Hahaha .
" Aku sudah katakan kalau aku tak tau jika kau sedang libur . " Cahaya mengelak sedemikian rupa . Akhirnya Tonny hanya bisa mengalah , berbalik akan pergi dan sedikit mengumpat .
" astaga ! $?%+%+($#($+$+%!$!##+"
" aku mendengarnya , Tonny . "
__ADS_1
...***...