Sembunyi

Sembunyi
I Didn't !


__ADS_3

Ari duduk meringkuk di sudut kamarnya , hari masih terlalu gelap jika di sanding kan dengan pagi . Tadi setelah setelah makan malam , ibunya membicarakan kejadian yang ia alami disekolah beberapa waktu lalu dan tentu saja ayahnya tampak menahan emosi .


Yang benar saja , bahkan ibunya berani mengatakan bahwa Cahaya yang selalu mencari masalah padanya . Bagaimana jika Cahaya sampai menyangkal ? Apa yang harus di lakukan ?


Ari semakin meringkuk seperti bayi , kepalanya serasa mau pecah berserakan . Elisabeth selalu menjadikan dirinya umpan untuk menyingkirkan anak si*lan itu . Jadi sebenarnya siapa yang si*lan disini ? ibunya atau Cahaya ?


Sudah beberapa kali ia memaksakan matanya untuk terpejam , namun lagi - lagi semua hal tentang kemungkinan yang akan terjadi kedepan selalu menghantui . BAGAIMANA dan BAGAIMANA !!


Sejak kejadian ceroboh yang dilakukannya beberapa hari yang lalu , Ari bahkan tak berani untuk masuk sekolah . Sebenarnya , tidak ada yang mem-bully nya secara terang-terangan tapi Ari selalu merasa banyak mata yang menyudutkan dirinya .


Bahkan ia malu untuk bertemu para antek-antek nya .


" CAHAYA SI*LAN ! "


Ari berteriak seperti orang gila . Otaknya sudah tak mampu berfikir lagi .


...***...


Cahaya berlari memasuki lobby , firasat nya mengatakan bahwa dia benar-benar terlambat sekarang .


Memencet tombol lift khusus murid dengan tidak sabaran , sesekali netra coklat itu melirik jam di tangan kanannya . Bagaimanapun caranya dalam 2 menit dia harus sampai di kelasnya .


Setelah pintu terbuka , Cahaya langsung melesat masuk tanpa menghiraukan teriakan murid lain yang meminta untuk di tunggu . Ia tak punya waktu . Ini TO pertama dan dia sudah terlambat , Sempurna !


Selagi menunggu , Cahaya kembali memutarkan ingatannya tentang buku yang sedang ia cari . Cahaya berusaha merangkai adegan demi adegan yang ia lalui kemarin , dan ...


TING


Pintu lift berdenting , menghamburkan konsentrasi dirinya . Dirinya bahkan sampai melonjak terkejut .


Tak menghiraukan emosi , Cahaya kembali berlari menuju pintu kelasnya . Sebentar lagi , dia akan sampai dan .....


Pintu terbuka .


Keningnya berkerut melihat teman kelasnya yang tampak - Asik mengobrol ?


" Heii , disini ! "


Hanni berteriak sambil melambai-lambaikan tangan . Cahaya tersadar dari keterkejutannya langsung berjalan kearah Hanni .


" Kenapa semua orang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing ? "


Netra coklat itu masih melihat sekeliling . Itu aneh , bukankah mereka akan TO untuk pertama kali , dan tak ada satupun diantara mereka yang memegang buku pelajaran ?


" Oh , kau tak baca pengumuman di website resmi sekolah ? "


" Apa aku terlihat ada waktu untuk hal semacam itu ? "


Cahaya malah balik bertanya seperti tanpa beban . Namun raut wajahnya mengatakan bahwa ia bersungguh-sungguh tidak mengerti apa yang sedang Hanni katakan .


" Sebenarnya kau sibuk apa sampai-sampai hal semacam ini pun kau tak bisa ? "


Cahaya hanya mengidikkan bahu tanpa bersalah .


" Dasar manusia goa ! Bagaimana bisa kau ... ! "

__ADS_1


Hanni sedikit menekankan setiap katanya , lalu tiba-tiba ia megang tengkuk leher belakangnya sambil memejamkan mata pasrah .


"Ah sudahlah , aku sedang tak ingin berteriak kepadamu ."


" Jadi , apa yang terjadi ? "


Cahaya masih penasaran kenapa sampai jam yang ditentukan , pengawas TO malah belum menampakkan hidungnya . Hanni menarik nafas dengan sukar lalu menghembuskan nya kasar .


" TO diundur , kemungkinan minggu depan baru dilaksanakan ? "


" Kenapa ? "


" Jangan tanya padaku , girl . Aku bukan mesin pencarian . "


Hanni mengayun - ayunkan tangannya malas .


" Bukan , maksudku kenapa kau tidak memberitahuku ? Aku berlari setengah mati dari lobby kekelas ! "


Cahaya sedikit berteriak dan melempari Hanni dengan bola kertas yang sudah ia buat sedari tadi . Wahh , Hanni benar - benar keterlaluan .


" Kau berbohong . "


" Tentang apa aku berbohong ? "


" Tentang 'aku yang berlari setengah mati dari lobby ke kelas ' ."


Hanni menirukan gaya bicara Cahaya sambil tersenyum meremehkan .


" Dan kau hanya memberiku tugas untuk menyiapkan tempat duduk mu , remember ! "


" kau menyebalkan , Ms.Westlly ."


" suatu kehormatan mendapatkan pujian darimu , Ms. Senja . Atau harus ku panggil - Ms.Maxmi-"


" Berhenti atau kau tak akan pernah bisa bicara lagi ! "


Hanni mendekatkan tangan nya kearah bibir dan bertindak seolah-olah ia sedang mengunci bibir tipis itu lalu tersenyum geli . Menggemaskan .


Sedikit Hening . Cahaya beberapa kali melirik pada teman sebangku nya .


" Jadi ... "


Hanni yang sedang bermain ponsel tiba-tiba berhenti dan memutar tubuhnya untuk menghadap Cahaya .


" Jadi ? " Hanni mengulang kembali ucapan dari Cahaya .


" Jadi kau tak marah padaku perihal Ari ? " Ragu-ragu ia bertanya.


Hanni tersenyum .


" Awalnya memang aku marah , aku dendam padamu , aku bahkan kecewa . Tapi saat Dassa memberikanku pengertian tentang posisimu , aku jadi paham sekarang ."


" Ya , aku ingin menyusulmu waktu itu . Tapi sepertinya , anak sok itu memberi kode bahwa lebih baik dia yang menemuimu . "


" Apa yang dia katakan ? "

__ADS_1


" Dassa bilang kalau : Memang benar Cahaya adalah temanmu . Tapi , tak semua hal tentang hidupnya bisa kita ikut campuri . Dia punya privasi , begitupun denganmu . Apapun yang dia lakukan , aku rasa ada alasan dibalik itu semua , dan tugasmu sebagai teman adalah mendukung apapun yang teman nya lakukan selama itu masih di garis batas wajar . "


Cahaya tertegun . Lelaki yang ia anggap menyebalkan itu ternyata memiliki fungsi yang cukup baik .


Mereka berdua saling tersenyum dan menggenggam satu sama lain .


" Ya , dia memang pintar memotivasi orang lain ."


" Aku tak akan mendesakmu untuk berbicara , itu adalah pilihan . seperti kata lelaki sok cool itu , aku akan selalu mendukungmu ."


" Terima kasih ."


" Astaga , kau mengucapkan terima kasih ! bisa kau ulang ? "


Lagi - lagi Hanni kembali bertingkah seperti anak kecil .


" kenapa ? "


" Aku akan merekamnya dan akan aku jadikan suara alarm ku dipagi hari . "


Hanni berkutat dengan ponsel nya mencari fitur perekam suara . Lihatlah , Bahkan Hanni tak melepaskan senyuman khas seperti orang bodoh itu .


" Dimana lelaki ter-sok di alam semesta ini ? "


" Dassa ? "


" Apakah ada kandidat lain selain pria jelek itu ? "


Hanni menggelengkan kepala , tak mau memperpanjang masalah . Untuk hari ini , ia sudah puas berdebat dengan Cahaya .


" Ah , aku lupa mengatakan padamu . Dia sedang berkencan ! "


Hanni memberitahu dengan sangat antusias , bahkan tanpa sadar ia menepuk-nepukkan kedua tangannya .


" God ! Stop it ! "


" why ? "


" WE'RE ONLY 11 ! " Cahaya mulai risih jika berhubungan dengan kata ' kencan ? ' entahlah yang jelas ia tak nyaman .


" why not ? this is first love ."


Hanni bahkan sampai mengerutkan keningnya . Tak biasanya Cahaya akan merespon berlebihan jika itu tidak serius untuknya . DEMI NEPTUNUS , tau bahwa ia akan bangkrut saja , Cahaya masih sempat menggodanya . Bagaimana bisa ?


Cahaya memutar otak untuk mencari jawaban yang sedikit masuk akal , dan...


" Bahkan kita belum lulus TO ."


ASTAGA CAHAYA , APA TAK ADA ALASAN YANG LEBIH BERBOBOT ?


" kenapa kau jadi sangat menggebu-gebu ? it's ok , RILEX ."


" i-i- i didn't . "


" yes , you did , Girl ! "

__ADS_1


...***...


__ADS_2