
Hari-hari berlalu dengan cepat . Begitu pun rumor yang berkembang tentangnya dan Ari tampak mulai sedikit surut . Namun , image-nya sebagai wanita tomboy semakin tak bisa diragukan lagi . Sebaliknya , para anak wanita manja tidak mau bertemannya . Biarkan saja , masa bodo . Cahaya juga tidak butuh itu . Bahkan anak perempuan sangat merepotkan .
Perlahan namun pasti , Dassa yang terkenal cool , ternyata secara diam-diam semakin gencar untuk berteman dengan Cahaya , tentu saja hal itu di monopoli oleh teman satu kompleksnya , Hanni Westty .
Hanni selalu memberikan informasi terbaru dan terkini tentang Cahaya . Salah satu contoh hari ini , Hanni memberitahukan bahwa Cahaya sangat menyukai warna pink .
Jadi Dassa berinisiatif untuk memberikan Cahaya sesuatu yang bernuansa pink . Mungkin dengan ini mereka bisa menjadi lebih akrab satu dengan yang lain .
Kedatangannya pagi ini disambut oleh kemalasan dari Cahaya . Bayangkan saja , cukup di bayangkan . Ini masih sangat pagi tapi anak itu sudah menidurkan kepalanya di atas meja .
" Lihatlah dia , seolah malam tadi sedang lembur tanpa tidur . " Ujar Dassa kepada dirinya sendiri . Kemudian ia tersenyum tipis beberapa detik .
...***...
Ketika sedang tertidur dikelas , meja Cahaya dipukul satu kali . Karena sudah tau dalangnya siapa , Cahaya bahkan malas untuk mengangkat kepala .
Cahaya hanya berseru " Bagaimana kepalamu , apakah sudah membaik ? aku dengar bagian belakang juga meminta jatah , atau sekalian leher itu juga perlu aku patahkan ?"
Namun beberapa waktu kemudian , tak ada pergerakan lagi . Cahaya sedikit mengerut kan kening . Ia curiga , sejak kapan musuh bebuyutannya itu pergi begitu saja hanya karena diberi ejekan sedikit .
Perlahan ia mengangkat kepala . Tak ada siapapun .
Namun ketika ia menoleh , ada sebuah permen lolipop cantik tergeletak disebelah tangan kiri .
" WOW , anak kecil mana yang masih memakan lolipop disini , hahaha . Oh , jangan lupakan coklat putih di atasnya ini . " Cahaya tertawa sambil membolak-balikkan lolipop itu , sesekali ia menyentuh beberapa 'NODA' coklat putih yang ada di lolipop tersebut .
" Cantik juga . " Kata - kata itu meluncur begitu saja . Ia seolah terhipnotis dengan warna yang sangat ia sukai .
" Kau menyukainya ? aku rasa anak kecil yang menyukai lolipop itu adalah dirimu sendiri ." Cahaya menoleh dan melihat Dassa masih duduk sambil membaca buku novel yang ada di tangan kanannya .
Cahaya masih mencerna beberapa kalimat yang Dassa ucapkan . Ia tertegun melihat wajah Dassa dari samping , hidung yang bangir , alis yang tebal dan tentu saja rahang yang sangat tegas .
" Kau sangat menggelikan , seorang tomboy tapi menyukai warna pink ." Dassa menutup bukunya dengan keras lalu langsung menoleh .
__ADS_1
" Meskipun kau menggelikan tapi aku tetap suka . Kemarin saat sedang berkeliling di rumah permen , aku tertarik untuk memberikan ini padamu ." Dustanya .
"Hmm , aku rasa kita cocok untuk menjadi teman karib . "
Dassa tersenyum formalitas , gigi itu tersusun dengan tapi .
Cahaya memutarkan kedua mata miliknya . Ia jengah , sudah keberapa kali ia " DIRAYU " oleh lelaki gila ini .
" Kau sedang merayuku ? " Dassa tampak kebingungan , bukan respons ini yang ia harapkan .
" Lalu , ini apa ? bisa kau jelaskan , Mr.Alaric ? " Cahaya menaikan salah satu alisnya dan membolak-balikkan lolipop itu tepat di wajahnya . Dassa benci saat kebaikan tidak dipercaya .
" Oh ayolah , mengapa respons-mu sangat liar ? aku hanya mengajakmu untuk berteman , bukan mengajakmu lompat ke bendungan . " Dassa mengerang sedikit frustasi .
" ASTAGA , apa itu tadi ? dia terlihat menggemaskan . "
Cahaya melihat lagi wajah itu dengan seksama , benar , Dassa sangat manis .
Jantungnya berdetak lebih kuat dari biasanya , seperti sedang berlari maraton berpuluh-puluh KM jauhnya .
Namun setelah itu , ia secepat mungkin mengerjapkan kedua matanya berkali-kali . Menetralkan apa yang seharusnya dinetralkan . Apa karena ulangan matematika kemarin sehingga otaknya sedikit eror hari ini ? Ia selalu mencoba untuk positif thinking .
Ya , bisa jadi otaknya sedang bermasalah sekarang . Sebab itu ia bisa merasakan hal-hal aneh yang tidak pernah ia alami sebelumnya . Besok pagi ketika ia bangun , otak kecil itu akan kembali seperti semula . Jadi , apa salahnya jika hari ini ia nikmati saja perasaan aneh ini ?
Bughhhh....
Sebuah bola kertas tepat menghantam wajah manis Cahaya .
"Oopsss , maafkan aku , TEMAN BAIKKU . Sebenarnya , bola kertas itu inginku lempar pada Dassa . Tapi , sepertinya bola kertas saja lebih tau mana yang harus ia 'cium' sebenarnya ." Ejek Ari di depan pintu kelas . Ari bahkan tertawa diikuti oleh para antek pilihannya .
Wajah cahaya memerah padam , sangat memerah . Kepiting rebus kalah jauh . Tak perlu waktu lama , ia segera berdiri dan akan mencekik leher Ari JIKA SAJA Dassa kalah cepat dengannya .
"Lepas ! " Cahaya mengerak-gerakkan tangannya kesana-kemari tanpa kendali . Cengkraman itu lumayan kuat .
__ADS_1
Ia semakin kesal ketika Cahaya melihat bahwa Ari CS sedang melambaikan tangan dan akan bersiap untuk pergi dari kelas nya .
" aku bilang , LEPAS , si*lan ! " Teriaknya lagi . Namun Dassa masih tidak bergeming . Ia masih melihat pergerakan Cahaya yang sangat brutal . Cahaya bahkan membabi buta .
Beberapa waktu , mungkin setengah menit Dassa masih setia untuk tidak melepaskan genggamannya itu . Tak ada yang bisa Cahaya lakukan selain ...
PLAKK
" APA KAU PIKIR AKU SUDAH MENERIMAMU MENJADI TEMANKU ? HANYA KARENA PERMEN LOLIPOP BODOH ITU ? JIKA IYA , COME ON , DUDE . JANGAN GILA , AKU BAHKAN MEMBENCIMU . "
Cahaya berbicara dengan semua penekanan disetiap kalimatnya . Ia merasa sangat dipermainkan sekarang . Ada beberapa pasang mata yang melihat mereka . Tapi , Ari CS sudah tak terlihat batang tenggorokannya .
Jujur saja , tangannya benar-benar panas setelah menampar Dassa dengan sekuat tenaga . Bahkan , ia sempat melihat jika lelaki itu ikut tertoleh kekanan .
Damn , tak ada respons yang berarti . Dassa masih diam . Matanya menatap dengan dingin . Tak ada ekspresi . Tangan itu masih mencengkram .
" Ternyata , aku yang terlalu PD mengira kau akan menjadi temanku setelah aku memberikan sesuatu yang kau suka , sepertinya aku akan berusaha lagi dilain hari . "
Perlahan ia melepaskan cengraman ditangan wanita bernetra coklat itu .
" Ini , cukup menyakitkan untuk ukuran wanita sekecilmu . Saranku untukmu , semoga tak ada kedua kalinya kau menamparku , karena aku bukan orang yang sabar dan pengertian ."
Dassa mengusap sudut bibirnya yang tampak mengeluarkan darah lalu berlalu begitu saja .
Sedangkan Cahaya sedikit demi sedikit melihat ukiran jemari lelaki itu di tangannya , memerah , mungkin besok akan membiru . tangannya bergetar sedikit cepat , ini efek PANIC ATTACK atau efek di cengkram oleh Dassa ?
Tanpa aba-aba mata Monolid itu melebar karena terkejut bukan kepalang . Wanita tomboy itu syok bukan main karena seketika itu ia ingat oleh pesan ibunya .
" Ya Tuhan ! Ibu bilang jika seorang laki-laki terlalu lama menyentuh tanganku , aku bisa hamil . Astaga , apakah aku ... Astaga ! Ya Tuhan ! Ya Tuhan maafkan aku , aku masih kecil , apa aku harus berdoa agar aku tidak hamil sekarang ? apakah itu masih berjalan setelah Dassa berhasil memegang tanganku ? "
...***...
Monolid ( Monolid Eye ) Tanda utama dari jenis bentuk mata ini adalah tidak adanya lipatan di atas mata (kelopak) atau adanya sedikit garis lipatan pada kelopak mata namun tidak menonjol. Umumnya, bentuk mata monolid dimiliki oleh orang Asia .
__ADS_1