Sembunyi

Sembunyi
Newbieeee


__ADS_3

" Dimana letak kesalahpahaman itu wahai alien ? " Sahut Cahaya tak mau terlihat lemah . Lelaki itu tampak mengerutkan kening lalu tersenyum tipis .


" Jawab pertanyaan Hanni , kenapa kau menganggap aku adalah hantu ? " Mata itu sangat tajam , di tambah hitam nan tegas nya alis itu .


...***...


Cahaya sedikit tersentak saat lelaki misterius itu menyebut nama temannya , Hanni . Lengkaplah sudah kesalahpahaman ini . Ia sangat yakin harga diri nya akan tenggelam sekarang .


" Begini , akan aku luruskan . " Hanni sedikit maju untuk menarik Cahaya kembali duduk di sebelahnya . Cahaya sedikit enggan tapi Hanni sangat bersikeras .


Setelah menduduki tempat asal nya , barulah Hanni yang bertugas sebagai MENTOR itu membuka percakapan . " Bukankah ms.Ponix sudah mengumumkan bahwa hari ini kita akan mendapatkan teman baru ? "


Nyali Cahaya semakin mengecil , tak di ragukan lagi , sudah jelas ia sangat malu sekarang. Tapi kapan ? kapan Ms.Ponix mengatakan nya ?


" Ah , aku lupa . Saat pengumuman terjadi , bukankah kau sedang sibuk ? " Hanni menyindir nya secara terang-terangan dengan wajah imut yang sangat menjijikan .


Cahaya tersenyum ketika melihat wajah menjijikan Hanni .


" Ya , aku sedang sibuk saat itu . Sibuk menyusun strategi baku hantam selanjut nya . Apakah kau mau bergabung ? kebetulan aku butuh seorang suporter seimut dirimu . " Cahaya berbicara sambil memainkan kepang dua milik Hanni .


" NO , HOW DARE YOU ! "


" Baiklah , anggap saja aku salahpaham di sini dan aku rasa semua sudah tuntas . Aku akan kekelas sekarang . " Cahaya sudah siap beranjak untuk pergi . Lagipula , hujan sedikit mulai mereda sekarang .


" Benar . Begini lebih benar . Melarikan diri secara terhormat .HAHA , Cahaya kau benar-benar ahli dalam bernegosiasi . " Cahaya benar-benar bangga dengan dirinya saat ini .


" Heii , tunggu . Kau sudah meluruskan kesalahpahaman pada dirimu . Bagaimana denganku ? " Ujar lelaki itu .


" DEMI TUHAN , apa yang sedang lelaki itu lakukan ! " Cahaya hanya berteriak dalam hati , ia sangat ingin memukul tenggorokan lelaki di depan teman nya itu .


Cahaya menggenggam tas nya erat . Ya , bagaimanapun ia harus mengakui kesalahan dan cepat pergi dari kantin terkutuk ini . Ditambah kantin yang sudah mulai ramai dan itu sangat mengganggu .


Tak ada cara lain , Cahaya kembali duduk dan menatap Hanni dengan sedikit kesal . Yang ditatap hanya tersenyum tak karuan .


" Sekarang kesalahpahaman yang pertama . Mengapa kau mengganggapku hantu ? " Tanpa BA-BI-BU lelaki itu langsung menebak tepat sasaran . Cahaya dibuat meringis olehnya .


" Kau . Kau tak tampak sedang bernafas . " Jujur saja ia malu mengatakan itu , tapi bukankah ia harus jujur sekarang . Jangan katakan bahwa muka Cahaya memerah sekarang . Argh.... memalukan !


" Kau mudah menilai orang rupanya . " Ujar lelaki itu . " Lalu , kenapa kau berlari ? " Sambungnya .


" Karena , kau tidak bernafas. " Kapan sesi tanya jawab ini akan berakhir ?

__ADS_1


" Lalu , kenapa kau sebut aku alien ? " Kenapa lelaki ini terus bertanya !


" Karena kau tampak asing . " Asal lelaki itu dapat jawabannya , ia takkan perotes kan ?


"Astaga ! " Hanni menutup mulutnya dengan kedua tangan .


Ini antara lucu dan seru . Mereka terlihat sangat akrab .


Melihat mereka yang mulai kehilangan arah pembicaraan , Hanni dengan PROFESIONAL mulai mengambil alih suasana . Mencairkan secair mungkin .


" Lain kali , kau harus fokus ketika di sekolah , nona . Oke , kita akhiri saja sekarang . Dan - " Hanni melirik sebentar ke arah Dassa dan Cahaya , menimbang apakah ia harus memperkenalkan kedua nya . " Perkenalkan , ini Dassa . Dassa Alaric . Dia anak pindahan dari kota sebelah . Oh iya , dia tinggal di kompleks perumahanku , itulah kenapa ia tau namaku . "ujar Hanni panjang lebar .


" Ya , aku tau daerah kumuh kompleks perumahanmu . " ujar Cahaya sambil sedikit tersenyum melirik kearah Dassa .


KUMUH KATANYA ! Bahkan biaya keamanan disana saja 50 juta setahun !


Dassa mengangkat tangan nya untuk berjabat tangan , namun Cahaya langsung pergi begitu saja tanpa pamit . Lagi dan lagi Dassa hanya tersenyum melihat diri nya diabaikan begitu saja .


Melihat itu , Hanni berinisiatif untuk mengulurkan tangan menyambut tangan lelaki itu . " Maafkan dia , dia memang seperti itu . Namanya Cahaya . Cahaya senja . Dia wanita tertomboy disekolah . Setiap hari pasti ribut dengan mereka , jadi aku harap kalian bisa berteman baik . "


Hanni melepaskan tangan nya sambil tersenyum manis . Begitu pun Dassa.


Ketika Hanni sudah menjauh beberapa langkah untuk meninggalkannya , Dassa memanggil , lalu Hanni berbalik dengan cepat . Dassa berjalan mendekat .


Wajah Hanni mendatar tanpa ekspresi .


" Menurutmu ? kau duduk di sudut meja , tidak menghidupkan lampu , sibuk dengan buku yang kau baca tanpa tau bahwa itu adalah salah satu adegan film horor yang paling menyeramkan , lalu dengan idiot nya kau bertanya apakah kau semenakutkan itu ? "


" Oh ya tuhan ! kau benar-benar membuatku emosi sekarang ! pergi dan jangan ganggu aku , Boy . " Hanni memijat kepalanya sambil bersender di meja terdekat .


" Tapi aku tidak ber-"


" Sama , temanku juga tidak bermaksud untuk salahpaham padamu. " Tungkas nya .


...***...


Suasana masih agak canggung sekarang , terlebih Dassa duduk tepat di samping Cahaya . Mereka sama-sama diam , sibuk dengan pikiran masing-masing .


Untuk menghilangkan sedikit rasa malu nya , Cahaya menutup kepala dengan kedua tangan dan tertidur diatas meja .


Kelas matematika baru saja selesai , dan ia sangat-sangat butuh istirahat sekarang . Otak nya sudah melebur entah kemana .

__ADS_1


Ditengah kenikmatan nya itu , tiba-tiba..


BRUGHHHH...


Suara meja yang dipukul dengan tangan melintasi pendengeran satu kelas . Cahaya mengangkat kepala dengan malas .


" Pergi . Aku sedang tidak ingin berbicara dengan mahluk astral . " Ujarnya . Namun , mereka masih setia berdiri di depan wanita itu .


BUGHHHH....BUGGHHH...BUGGHHHH


Yang ada malah mereka semakin menjadi memukul meja itu . Kesabaran nya sudah diujung tanduk sekarang . Cukup ! Dari pagi ia sudah sangat sabar . Bahkan mungkin ini rekor tersabar nya . Sekarang tidak lagi .


Tanpa aba-aba , Cahaya langsung berdiri dan mengambil kursi di samping , mengayun dan melempar kursi di samping mereka .


Mereka . Mereka adalah sekelompok geng anak laki-laki . Musuh buyutan Cahaya . Mereka membentuk geng untuk menjajah Cahaya . Pemimpin nya bernama Ari , Ari Maxmillan .


Entah sejak kapan mereka mulai membully Cahaya . Menurut mereka , Cahaya wanita yang tahan banting , tidak mudah menangis sekalipun mereka sedang baku hantam .


Ari tertawa terbahak-bahak , diikuti oleh beberapa anak buah ingusan nya , ewwwww... menjijikan .


" Lihatlah , Cahaya sedang pusing . Apakah aku harus membawanya ke dokter hewan sepulang sekolah nanti ? " Ari membuka pembicaraan dengan sangat santai .


Sedangkan Cahaya , dadanya naik turun untuk mengatur nafas yang seolah enggan untuk ramah .


Disudut mata nya , Dassa sempat beberapa kali melirik cahaya . Ia tak sabar menantikan hal apa yang akan terjadi .


" Pergilah , Ri . Aku sedang tidak waras sekarang . " Ujarnya .


"Maka aku akan melihat ketidak warasanmu itu . " Tantang lelaki bertubuh putih itu .


Dalam hitungan detik , Cahaya berhasil menjambak rambut bagian depan Ari lalu menghantam kepala nya keatas meja .


Sontak saja semua merasa terkejut , tak terkecuali , Dassa .


Ini diluar ekspetasi !


" Kau menantangku ? apa kau ingin sesuatu yang lebih tidak waras lagi ? " Katanya saat melihat Ari meringis memegang kepala depan nya .


Ari bergerak untuk membalas , tapi dengan cepat Cahaya menghindar dan mengeluarkan semprotan merica yang selalu ia simpan dari ibu nya .


" Kalau kau berani menyentuh ku saat ini , akan aku pastikan kau akan menyesal . Jadi pergilah sekarang atau kita akan melanjutkan ini . "

__ADS_1


...***...


__ADS_2