
Kedua insan yang saling merindu itu terus saja bersama bagaikan perangko. Menghabiskan waktunya dengan makan siang bersama, belanja di mall, menonton bareng dan mengunjungi beberapa wisata alam agar penak yang ada di kepala menghilang sejenak.
Terlihat keduanya saling mengeratkan genggamannya. Walaupun usia keduanya berbeda jauh tapi itu tidak masalah bagi mereka apalagi perasaan keduanya muncul setelah lama tak berjumpa.
" Kak Arnan " Kata Arina yang sudah berada di dalam mobil Arnan dan berniat untuk kembali pulang karena hari sudah malam.
" hm, iya ada apa? " tanya Arnan yang sibuk menyetir mobil ketika mendengar gadisnya itu menyebut namanya.
" kak kemana selama ini?, kenapa pergi tiba-tiba? " Tanya Arina yang sedikit kepo.
" Ada banyak urusan pekerjaan, dan banyak juga urusan yang lain yang harus kakak kerjakan " Jawab Arnan berbohong kalau sebenarnya iya pergi karena tak mau menerima kenyataan bila sang adik mencintai gadis yang dicintainya jua.
" Jika hanya urusan pekerjaan, itu sepertinya tidak mungkin. Apakah kak Arnan menemui kekasihnya disana " Batin Arina yang berdebat jika memang yang iya pikirkan itu benar.
Arnan yang melihat Arina gadis kecilnya itu melamun pun segera iya menepuk pundak sang gadis yang berhasil membuatnya kaget.
" kenapa melamun?, apakah kau sedang memikirkan kekasihmu? " Tanya Arnan dengan wajah datarnya. Hatinya terasa panas bagaikan 🔥 yang membara.
__ADS_1
" eh tidak kok kak "Jawab Arina yang terlihat mulai gugup. Arnan yang melihat itupun merasa gemas kemudian iya mencubit pipi yang tembem nan mulus itu.
Sesampainya di apartemen, Arnan kemudian membawakan semua barang-barang yang iya belikan untuk Arina.
Karena sudah larut malam akhirnya Arnan memutuskan untuk kembali ke apartemennya. Tapi sebelum itu iya mengecup mesra kening Arina.
" Aduh jantung gue udah dangdutan ini " Batin Arina yang merasa jantungnya seperti ingin keluar dari tempatnya.
" Wuhaha mukanya sangat lucu jika memerah " Batin Arnan yang dimana tawanya seperti sudah mau meledak.
" yah udah deh kak, kakak pulang aja sana " Usir Arina dengan terang-terangan.
Setelah lama mengobrol akhirnya Arnan pun pulang ke apartemennya dan segera membersihkan tubuhnya yang sudah lengket lalu iya mencoba untuk memejamkan matanya. Bukannya tidur tapi pikirannya malah berkeliaran kesabaran kemari mengingat gadis kecilnya itu.
Jam pun sudah menunjukkan pukul dua tiga puluh tapi matanya tak kunjung mau terpejam.
Â
__ADS_1
Pagi hari yang terlihat begitu cerah sama seperti gadis yang sibuk membuat sarapan untuknya pun tampak sangat ceria. Wajah cerianya menyiratkan betapa bahagia hidupnya seakan tak ada beban yang mengganggu sedikit pun.
Setelah semua telah iya kerjakan, mulai dari membuat sarapan sampai membereskan apartemennya itu. Setelah semuanya selesai iya pun membersihkan dirinya untuk bersiap-siap ke sekolah.
Semangat yang bertambah dibandingkan hari-hari sebelumnya membuat iya semakin ceria. Wajah yang berbinar-binar membuat semua orang yang melihatnya merasa gemas.
Kaki jenjang itu dengan santainya melangkah ke arah kelas yang masih sepi. Tapi ternyata di kelas sudah ada kedua sahabatnya yang mengerjakan tugas. Dengan muka bingung iya pun menghampiri kedua sahabatnya itu.
" beb itu tugas apa? " Tanya Arina dengan wajah bodohnya.
" astaga, ini nih contohnya siswa teladan KW " Kata Ellin yang tawanya sudah mau meledak.
" bukan siswa teladan tapi siswa yang sudah lupa diri " Sahut Putri melihat tingkah Arina.
" kalian ini yang tidak berakal, masa ditanya malah ngeledek " Arina yang sebal akibat tingkah kedua sahabatnya itu.
" ini Rinaku sayang. Ini itu ada tugas matematika 20 nomor dan harus dikumpulkan pada jam pelajaran pertama. Kalau kita sampai tak mengumpul-nya maka kita akan dikeluarkan dari kelas dan pastinya akan dihukum juga " Ellin yang menjelaskan panjang kali lebar.
__ADS_1
Dengan rasa takut akan hukuman membuat Arina mengambil buku dengan cepat lalu menyalin sebagian tugas yang telah diselesaikan oleh Putri dan Ellin tapi sialnya baru 5 nomor dari 20 nomor yang iya kerjakan.