
Arnan dan Arina yang sedang sarapan di meja makan tak mengeluarkan suara sedikit pun. Hanya ada suara sendok yang terdengar. Sesekali mereka saling mencuri-curi pandang.
" Kenapa hari ini tidak ke sekolah? " Tanya Arnan yang melihat Arina sibuk makan.
Sontak Arina membeku karena pasalnya iya sengaja tidak masuk sekolah.
" Ya elah malah bertanya lagi. Tak tahu apa kalau aku sengaja enggak masuk sekolah karena takut dihukum lagi " Batin Arina.
Memang Arina sengaja untuk tidak masuk sekolah, apalagi setelah Putri menelponnya bahwa tugas tambahan yang diberikan oleh guru killer itu harus dikumpulkan pada hari ini juga membuat Arina dan kedua sahabatnya tidak mau masuk sekolah.
Arina pun kemudian menjelaskan kepada Arnan mengenai iya tak masuk sekolah. Dan Arnan percaya percaya saja dengan apa yang dikatakan oleh Arina itu.
Setelah itu Arnan pun berangkat ke Kantor dengan di jemput oleh Salim sang asisten pribadi, sementara Arina sudah pulang ke apartemennya sendiri.
Arina yang sudah sampai ke apartemen pun langsung menelpon kedua sahabatnya agar menemaninya bermalas-malasan.
Tak lama kemudian Putri dan Ellin datang dan membuat suasana menjadi ricuh.
__ADS_1
" Hahaha sungguh siswa teladan emang, ada tugas malah dihindari " Kata Ellin yang sudah terbahak-bahak mengingat kalau mereka sampai bolos hanya karena takut dihukum.
" Ya elah Siti, loh aja dulu lebih parah dari ini " Kata Arina yang mengingatkan kalau dulu bahkan kelakuan mereka di sekolah lebih parah.
" Iya tuh " Putri yang membenarkan perkataan Arina.
Sampai pada jam makan siang Arina beserta Putri dan Ellin berencana untuk makan siang di luar. Mereka bertiga pun memilih cafe yang cukup ramai di kunjungi oleh anak mudah.
Mereka bertiga masuk ke dalam cafe dan memilih duduk di pojok kanan yang berdekatan dengan jendela kaca. Tak lama pelayan cafe membawa menu daftar makanan dan mereka pun memilih memesan makan yang sama.
Baru juga mereka mau memasukkan makanan ke dalam mulut tapi tiba-tiba berhenti ketika melihat sosok pria dewasa sedang masuk ke dalam cafe. Sontak ketiganya membeku dengan keringat yang sudah muncul di pelipis dan kening mereka.
" Woii, kita bersembunyi dimana ini? " Tanya Arina dengan gelisah.
" Ayo kita pergi saja dari sini daripada kita ketahuan sama guru killer nan kejam itu " Kata Ellin dengan suara berat.
Ya, yang masuk ke dalam cafe itu adalah Pak Ardy sang guru killer itu.
__ADS_1
" Sial sekali yah, kita menghindar dari guru singa itu tapi kok dia malah ada disini sih " Kata Putri dengan kesal.
" Eh tapi itu Pak guru killer kan " Kata Putri berhenti melihat siapa yang sedang bersama dengan Pak Rendy.
Sontak mata Arina dan Ellin melotot seperti biji matanya sudah ingin keluar melihat kalau guru killer itu ternyata tidak sendiri melainkan bersama dengan pria dewasa yang juga memiliki kekuasaan.
Arina yang uring-uringan melihat Arnan sedang bersama dengan guru singa itu merasa takut karena sudah berbohong mengenai iya sampai tak masuk sekolah.
Bersembunyi pun rasanya percuma karena meja yang mereka pilih itu berdekatan dengan meja yang diduduki oleh Arina beserta dengan Putri dan Ellin.
Karena tidak ada pilihan lain akhirnya mereka bertiga pun langsung bersembunyi di bawah meja. Berharap guru killer itu tak sampai melihatnya.
Tapi sialnya ada mata yang setajam silet melihat ke arah mereka.
**Maaf telat UP,,, benar-benad sibuk dengan urusan kuliah
Selamat membaca😍
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak,😊**