
Sudah tiga hari pernikahan Arnan dan Arina dilangsungkan. Dan keduanya semakin dekat dan banyak juga hal hal tidak terduga terjadi antara keduanya.
Apalagi Arina yang sudah tak canggung lagi dan sudah memunculkan sifat bar barnya dan kelakuan kelakuan anehnya.
Dimana hari ini adalah hari Arina kembali masuk sekolah setelah lima hari tidak masuk ke sekolah.
Di pagi hari Arnan dibuat jengah oleh Arina karena gadis itu menyalakan alarm pas pukul setengah enam tapi tak ada tanda-tanda untuk bangun. Dan akhirnya Arnan membangunkan istrinya karena iya harus masuk sekolah.
Hal hal terduga terjadi saat Arnan membangunkan Arina. Seperti Arina yang hanya mengiyakan lalu tidur lagi, bangun dan duduk di kasur dengan mata yang terpejam.
Akhirnya Arnan menggendong Arina ke kamar mandi dan menyuruhnya untuk mandi sendiri karena pastinya iya juga tak mau jika Arnan memandikannya.
Lama menunggu akhirnya Arnan masuk ke kamar mandi dan iya tambah pusing melihat istrinya yang malah tertidur dengan kepala bertumpu di pinggir bathtub.
30 Menit berlalu.
" Kak ayo cepetan. Aku telat ini " Teriak Arina yang sudah diluar kamar.
" Iya iya tunggu, huff nyusahin saja " Teriak Arnan.
Setelah Arnan dan Arina sudah berada di dalam mobil. Arnan melihat istrinya lalu menggeleng gelengan kepalanya pusing.
__ADS_1
" Kedepannya kamu harus bangun pagi. Kamu susah sekali dibangunin malah tidak mandi lagi kalau udah terlambat " Kata Arnan sedikit menceramahi istri kecilnya.
" Mana sempat kak mandi kalo udah kesiangan " Jawab Arina santai.
Setelah itu tidak ada percakapan lagi antara keduanya. Arina sibuk memperbaiki rambutnya dan Arnan yang sibuk menyetir.
Sesampainya disekolah Arina langsung turun dari mobil tapi dihentikan oleh Arnan.
" Salam dulu sama suami kalo mau pergi " Kata Arnan yang langsung mendapatkan uluran tangan dari Arina.
" Belajar yang benar istriku " Kata Arina lalu mencium kening istrinya. " Semangat terus suamiku " Guman Arina yang masih didengar jelas oleh Arnan.
Saat melihat Arina sudah masuk Arnan pun pergi ke kantor karena berkas yang menumpuk sudah menunggunya.
" Hay Ellin syuantik " Teriak Arina.
" Ih apaan sih Na, Aku enggak tuli " Jawab Ellin yang sedikit berbeda.
" Loh kenapa? dan Putri dimana? " Tanya Arina.
Tapi yang ditanya malah menghayal tak jelas.
__ADS_1
" Ada apa sih Ell, loh kenapa?. Cerita dong sama gue. loh udah nggak anggap gue lagi sebagai sahabat kamu? " Tanya Arina sedih dengan mata yang sudah berkaca kaca. Karena sejujurnya iya sudah menganggap Ellin dan Putri sebagai saudaranya sendiri. Jadi tidak heran jika ketiganya mempunyai rasa yang peka antara satu sama lain.
Ellin langsung memeluk Arina dan menangis sejadi jadinya. Meluapkan segala kesedihan dan segala sesuatu yang mengganggu pikiran dan hatinya.
Arina heran dengan Ellin yang menangis. " Loh itu kenapa sih Ell, Cerita dong " Tanya Arina yang kembali memeluk Ellin sahabatnya.
" Rin... Rinn... Putri " Jawab Ellin yang terputus putus karena menangis.
" Putri kenapa Ell " Tanya Arina yang sudah mau menangis.
" Putri...Putri meninggalkan aku Rin. Aku enggak tau dia kemana " Jawab Ellin yang masih terisak.
Arina yang mendengarnya hanya menatap ke depan dan otaknya seakan tak terisi. Air matanya berhasil lolos ke pipi mulusnya tanpa permisi.
" Ell loh bilang apa sih, Putri pergi kemana? " Tanya Arina yang sudah menangis.
" Dia pergi Rin. Aku sudah sendirian " Jawab Ellin. " Dia ngasih aku surat pas dia tidur di tempatku beberapa hari yang lalu sebelum acara pernikahanmu, mungkin dia sudah merencanakan segalanya Rin. Mungkin dia hanya menunggu waktu yang pas untuk meninggalkan kita " Kata Ellin yang masih saja menangis. Arina sudah tak bisa membendung air matanya. Sahabatnya yang ia anggap saudara telah pergi entah apa penyebabnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak okeeey😊😊
Haluku makin tidak jelas🤣, Huff..
__ADS_1
Hehehe karena ini karya pertamaku jadi belum banyak konflik konflik. Otakku belum bisa kasih konflik yang besar dan maunya sih pemainnya hepy hepy aja.
Hahaha semoga selalu suka yah mah ceritaku walaupun sangat jauh dari kata sempurna.