
Tepat pukul tujuh malam Arina sudah siap siap untuk mengikuti apa yang suaminya inginkan dan sekarang iya hanya tinggal menunggu Salim sang asisten suaminya untuk menjemputnya.
Ia terus saja memperhatikan penampilannya di cermin yang terlihat begitu cantik nan anggun bahkan iya tidak seperti anak sekolahan karena terlihat begitu dewasa.
" Wow ini aku kan? aku kayak bukan aku saja " Kata Arina yang disampingnya masih ada orang yang dikirimkan suaminya untuk membantunya.
" Iya iya lah dek. Adek memang udah cantik jadi mau diapapun akan tetap cantik " Kata Mba Nuri
" Iya dek. Terlihat dewasa, bahkan tidak seperti anak SMA " Kata Mba Icha.
Nuri dan Icha adalah orang yang diutus oleh Arnan untuk membantu istrinya untuk mempercantik diri.
Tak lama kemudian Salim sudah datang dan Arina pun bergegas untuk turun kelantai bawah untuk menemui Salim.
" Ayok Om kita pergi " Kata Arina yang sudah menghampiri Salim.
Salim yang melihat penampilan Arina hanya melongo dengan mata yang tak berkedip. Sungguh ciptaan tuhan yang sangat sempurna saat melihat penampilan yang begitu anggun dan terlihat dewasa.
" Om....oooom " Ujar Arina dengan sedikit berteriak.
__ADS_1
Salim yang mendengarnya begitu kaget dan sadar dari lamunannya.
" Ayo kita pergi " Kata Salim mengajak Arina.
Kini Arina dan Salim sudah ada di dalam mobil. Arina yang penasaran sebenarnya ia ingin dibawah kemana oleh suaminya terus bertanya tanya.
" Om sebenarnya aku mau dibawa kemana sih? " Tanya Arina.
" Bisa tidak, jangan panggil Om. Aku belum tua " Kata Salim yang tak berekspresi.
" Aissss udah tua kok sok so'an " Batin Arina.
" Nanti kamu akan tahu sendiri " Jawab Salim seadanya yang berhasil membuat Arina menggerutu kesal.
Tak lama kemudian Salim berhenti di depan salah satu gedung yang terlihat begitu tinggi. Arina yang melihatnya hanya mengerutkan keningnya dan bertanya tanya ngapain datang kesini batinnya.
Salim yang melihat Arina diam ditempat dan tak berniat untuk turun pun menghela nafasnya dengan berat melihat kebingungan serta kebodohan Isti sahabat sekaligus bosnya itu.
" Mau turun atau tetap diam disini? " Tanya Salim.
__ADS_1
" Ehh iya, disini yah. Baiklah aku turun " Jawab Arina.
Sesaat setelahnya Salim pun menelpon Arnan dan kemudian Salim menyuruh Arina untuk naik kelantai empat puluh.
Tanpa menunggu waktu lama Arina langsung masuk. Sesampainya iya dilantai empat puluh iya merasa linglung karena tidak ada siapa siapa di sana. Hanya ada ruangan yang begitu luas setelah keluar dari lift. Tapi pandangannya berfokus ke pintu yang terlihat di tengah tengah luasnya ruangan. Terlihat pintu itu hanya satu satunya pintu yang ada di lantai itu.
Dengan langkah berat dan gemetar Arina mendekati pintu itu dan mencoba untuk membukanya. Setelah iya membukanya ternyata tidak terlihat apapun karena ruangan itu gelap gulita. Akhirnya iya ingin keluar tapi baru juga mau melangkah, satu lampu menyala. Ia mengedarkan pandangannya dan hanya separuh ruangan itu yang diterangi oleh sinarnya lampu.
Dilihatnya bunga bertebaran dimana mana. Ia semakin dibuat penasaran akhirnya iya melangkah dan semakin iya melangkah satu persatu lampu menyala dan betapa harunya iya ketika melihat ruangan itu dipenuhi dengan lampu lampu berwarna dan berbagai bunga bertebaran dimana mana. Dilihatnya meja ditengah tengah ruangan itu yang dimana diatasnya sudah ada bunga mawar dan berbagai makanan mewah.
" Selamat datang ratuku "
Tak lama kemudian iya mendengar suara yang begitu familiar di telinganya. Air matanya turun tanpa permisi dan senyum mengembang di bibirnya.
Huffff akhirnya kembali lagi.
Maaf banget lama up nya. tugasku lagi numpuk. Maklum yah guys😁
Selamat membaca😍
__ADS_1