
" sayang sebaiknya tinggal disini saja, kamu kan juga tinggal sendiri di apartemen " Ajak Mama Desi Kepada Arina setelah mengetahui jika sang calon menantu itu tinggal sendiri di apartemen.
" eh enggak usah Tante , aku di apartemen saja " Jawab Arina dengan cepat.
" kok Tante lagi sih, kan tadi udah bilang, panggil mama saja " Kata Mama Desi.
" eh iya maaf mah "
" Arnan loh ajak Arina dong tinggal disini, sekalian loh tinggal disini juga. Jadi kalian bisa saling menjaga " Kata Mama Desi yang ingin mereka tinggal bersama.
" mama ini apa-apaan sih " Sahut Papa Dimas yang melihat kemauan istrinya itu.
Arnan yang mendengar keinginan sang mama hanya menampakkan wajah datarnya.
__ADS_1
Tapi Arina yang menolak keras akan keinginan Mama Desi itu akhirnya mau mengalah.
Karena hari sudah malam akhirnya Arina dan Arnan pun kembali. Di dalam mobil Arina tak berhenti berbicara mengenai kebaikan dari kedua orang tua Arnan.
Ia sangat senang setelah mengenal keluarga mereka, ia seperti mendapatkan kasih sayang yang belum pernah iya rasakan sebelumnya.
Arnan yang melihat mulut gadis itu terus mengoceh membuat ia tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Tak lama Arina ketiduran dengan mulut sedikit terbuka. Bibir mungil yang sangat menggoda membuat Arnan ingin sekali merasakan betapa manisnya bibir itu. Bahkan ia tak sadar kalau sudah hampir setengah jam iya menatap bibir itu.
Arnan pun akhirnya menggendong Arina menuju kamar apartemennya. Arnan membopong tubuh itu sampai di kamar lalu ia baringkan dengan begitu hati-hati.
" kecil kok tapi beratnya subehanallah " Guman Arnan.
__ADS_1
Dibukanya sepatu gadis itu lalu menyelimutinya. Setelah itu Arnan berlalu untuk membersihkan dirinya.
Arnan yang kini sudah ada di samping Arina pun dengan otak mesumnya yang ke sana kemari. Pandangan matanya tak lepas dari wajah dengan bibir mungil itu. Rasanya begitu ingin menikmati apa yang ada dihadapannya itu sekarang. Hawa panas menyelimuti dirinya, sesuatu menegak ingin menyelusuri sesuatu dan nafsu yang membara membuat ia mengusap wajahnya dengan kasar.
Pandangannya beralih ke arah dua gundukan yang sudah terisi padat walau usia yang masih sangat mudah. Pikirannya menerawang membayangkan betapa kenyalnya benda itu.
Karena takut akan nafsunya yang tidak bisa dikendalikan, akhirnya Arnan memutuskan untuk keruang kerjanya untuk memeriksa beberapa dokumen yang belum sempat ia periksa. Sampai jam menunjukkan pukul satu baru iya kembali ke kamarnya dan berbaring di samping Arina gadisnya itu. Rasa nyaman dan tentram dirasakannya hanya dengan memeluk gadis kecilnya itu. Sampai beberapa kali iya mencium kening, pipi, hidung dan terakhir bibir yang sungguh manis itu.
Arnan dibuat kecanduan dengan bibir yang mungil itu. Rasanya ia ingin merasakan sesuatu yang lebih dari itu tapi sebelum iya terikat dengan pernikahan maka iya tak akan pernah mau melakukannya. Arnan yang sibuk dengan pikiran-pikiran anehnya pun mencoba untuk memejamkan matanya dan lama kemudian ia pun terlelap.
Matahari menampakkan wujudnya dimuka bumi, langit yang awalnya menghitam pun mulai terang benderang, udara yang sejuk dan segar membuat semua mahluk terbangun dari tidurnya.
Begitupula dengan pria tampan yang memeluk gadis yang begitu nyaman dengan mimpinya sudah mulai membuka matanya dengan perlahan. Mata yang tajam itu disuguhi dengan pemandangan yang begitu indah dipandang.
__ADS_1
Arnan yang telah puas memandang gadis kecilnya itu pun berlalu untuk membersihkan dirinya. Setelah iya keluar dan memakai pakaiannya pun langsung membangunkan arina.
Selamat membaca😍😍