
Pagi hari ketika Arina sudah berada dalam pekarangan sekolah iya langsung berlari ke kelas untuk menemui Ellin.
Saat sampai di kelas, Ellin ternyata duduk melamun dan entah memikirkan apa. Segera Arina menghampirinya karena takut Ellin nanti akan disambar setan.
" Wooy pikiran apa? " Teriak Arina sengaja mengagetkan Ellin. Ellin yang kaget hanya berdecak kesal.
" Tukan diam lagi " Kata Arina lagi ketika melihat Ellin tambah diam.
" Gimana yah kabarnya Putri? Aku merindukan gaya gaya kalemnya itu " Kata Ellin berkaca kaca.
Arina juga pun berfikir yang sama, dia juga begitu merindukan sosok Putri yang sudah iya anggap seperti saudara sendiri, ketika keluarga sendiri tidak menganggap keberadaannya maka kedua sahabatnya itulah yang selalu ada untuknya.
Tak lama jam pelajaran akan dimulai dan terpaksa kedua gadis yang telah sibuk dengan pikirannya masing masing harus menghentikan bayang bayang pikirannya.
Sesaat sebelum guru jam pelajaran masuk, semua ricuh karena guru yang mengampu berhalangan masuk dan digantikan oleh guru yang tak kala tampan dan tentu saja lebih dingin dan lebih kejam dari Pak Rendy guru killer itu.
" Tau enggak guys, Pak Rendy tidak masuk dan digantikan oleh pak guru ganteng " Kata sekertaris kelas yang heboh.
" Beneran kamu? " Tanya siswa lain yang tak kala hebohnya.
" Iya tapi gurunya tak kala kejam dari Pak Rendy " Kata Siswa itu lagi.
Saat sibuk membicarakan guru pengganti itu, semuanya dibuat tegang karena guru pengganti itu tiba tiba saja muncul di depan pintu seraya berkata " Kelas tempatnya belajar bukan bergosip " Katanya dengan suara yang berat dan terdengar seram. Siapapun yang mendengarnya maka akan gemetar ketakutan.
Berbeda dengan Arina dan Ellin yang syok ketika melihat guru pengganti itu.
" Kak Salim " Kata Arina dan Ellin bersamaan.
" Semuanya kembali ketempat duduk " Kata Salim dengan meninggikan suaranya dengan tatapan seperti ingin memangsa setiap siswa yang ada dikelas itu.
__ADS_1
" Karena guru kalian berhalangan jadi saya selaku orang yang diberikan amanah akan mengajar kalian sampai beberapa pertemuan kedepannya " Kata Salim.
" Mati lah kita "
" Tamatlah riwayat kita "
" Ampun tuhan, dia terlihat lebih kejam dan galak "
" Lebih baik bolos dari pada sekolah kalau gurunya kejam begini "
Kira kira begitulah isi hati semua siswa setelah melihat Salim guru pengganti yang kejam walau kadar kegantengan yang tak diragukan lagi. Tapi apa gunanya ganteng kalau kejam kan? begitulah batin para siswa siswi.
Sepanjang jam pelajaran, semua siswa hanya menyimak tanpa merespon karena semuanya menegang ketakutan, apalagi tatapan Salim yang sangat menusuk dan dingin. Ditambah lagi cara mengajarnya benar benar tegas dan tanpa ampun.
Saat Salim telah keluar semua siswa mengembuskan nafas lega. Cacing perut semua siswa kembali beraksi dan hidup kembali setelah Salim guru pengganti itu keluar.
" Aku baru tahu kalau dia ternyata kejam juga " Bisik Ellin.
" Iya, bahkan lebih kejam dari Pak Rendy " Balas Arina tak kalah heran.
_____________
Di bandara Bandung terlihat sosok pria gagah dan berwibawa keluar dari pintu pesawat. Pria yang begitu menarik perhatian semua orang yang ada di bandara. Tapi pria itu tak menanggapi teriakan dari para manusia yang seperti tidak pernah melihat manusia ganteng saja. Pria itu tetap saja menampilkan wajah datar nan dinginnya.
" Kita langsung saja ke hotel Tuan " Kata Lelaki itu saat hendak menyetir mobil.
" Hem "
Sesampainya di hotel pria itu turun dan diikuti oleh asisten pribadinya. Mereka berdua memasuki kamar hotel yang sebelumnya sudah disewa.
__ADS_1
" Silahkan istirahat Tuan, Panggil saja saya jika Tuan membutuhkan sesuatu. Saya berada di kamar sebelah Tuan " Kata Lelaki itu.
" Hem baiklah " Jawab Pria itu yang tak lain adalah Rendy.
Rendy yang merasa gerah segera masuk dan membersihkan diri di kamar mandi. Setelah selesai dengan urusan mandinya iya kemudian menuju ranjang untuk istirahat.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 7 lagi dan Rendy kini tengah sarapan sebelum menemui klien perusahaan ternama Bandung.
Setelah selesai sarapan Rendy kemudian datang kesalahan satu hotel tempat iya melakukan pertemuan dengan beberapa klien yang diajaknya bekerja sama. Setelah pertemuannya selesai iya pun keluar diikuti oleh asisten pribadinya yang bernama Jon.
" Tuan agenda anda hari ini sudah habis. Anda akan kemana setelah ini Tuan? " Tanya Jon sopan.
" Kita mengunjungi cabang hotelku yang sementara dibangun " Kata Rendy.
" Baiklah Tuan, mari " Kata Jon lagi.
Tapi saat berjalan, Rendy tak sengaja mendengar percakapan seseorang yang berhasil membuat seorang Rendy mati penasaran sekaligus menerka nerka.
" Putri Avila nama yang cantik, sungguh manis. Baiklah Nyonya saya bersedia dan saya akan mentransfer uang mukanya sekarang juga " Kata Pria yang bertubuh besar dan kira kira umurnya 45 tahunan.
" Baiklah Pak terima kasih banyak " Kata Wanita paru baya itu sambil mengulurkan tangannya ke arah pria itu.
" Putri Avila " Guman Rendy.
" Nama itu......... "
Hay kembali lagi nih jangan lupa like komen and vote sebanyak banyaknya yah.
selamat membaca
__ADS_1