
Hari demi hari terus berjalan, kini usia kandungan Arina memasuki usia sembilan bulan, rasa haru menyelimuti dirinya yang kini akan segera menimang bayi dan menyandang status sebagai seorang ibu diusianya yang begitu mudah. Tak pernah terlintas dipikirannya bahwa hidupnya kini dilengkapi dengan kebahagian, suami yang menyayanginya dan mertua yang lebih menyayangi nya dibandingkan dengan ibu kandungnya sendiri dan sekarang kebahagiannya bertambah dengan calon bayi kecil yang akan lahir di dunia.
Di pagi hari yang cerah ini, terjadi kehebohan tepatnya di ruang makan. Semuanya begitu bahagia karena sebentar lagi rumah akan ramai karena hadirnya seorang bayi. Sementara sang calon ibu yang kini hamil tua itu merasa sebal karena semuanya hanya membicarakan kondisi bayinya.
" Aish sebel banget " Lirihnya dengan suara yang hampir tak terdengar. Bibir kecilnya tak henti henti mengerucut ke depan.
" Kamu kenapa sayangku hm ? " Bisiknya ditelinga sang istri setelah mengamati jika istrinya yang terlihat gemuk dan berisi itu sedang kesal.
Sementara Arina mendengus kesal, iya pun akhirnya pamit kepada kedua mertuanya untuk naik ke kamarnya.
" Iya sayang, istirahat lah agar kau dan bayimu sehat dan kuat " Ujar mama Desi.
" Iya mah " Sahut Arina lalu meninggalkan meja makan.
Mama Desi yang melihat perubahan menantunya akhir akhir ini pun merasa bahagia, karena pasalnya Arina menantunya itu terlihat sedikit dewasa dibandingkan sebelumnya.
__ADS_1
" Kau lihat Arnan, istrimu itu sudah sedikit lebih dewasa " ujarnya dengan wajah bahagia.
...Dewasa apanya, dia itu setiap hari selalu sebal dan banyak terdiam. Dan kalian bilang dia dewasa. Istriku itu hanya gemuk....
Arnan hanya tersenyum mendengar ucapan ibunya. Iya pun akhirnya menyusul sang istri yang sudah pasti mencak-mencak di dalam kamar.
" Sayang kamu kenapa hm ? " Ujar Arnan setelah membuka pintu kamar lalu menyusul istrinya yang kini duduk di tepi ranjang dengan bibir yang monyong ke depan.
" Hubby aku pasti "
" Aish " Arina menarik nafas panjang lalu menghembuskannya.
" Sayang kamu gemuk atau kurus, itu tidak ada pengaruhnya bagiku karena wanita tercantik sepanjang masa di mataku itu adalah dirimu. Ibu dari anak anakku kelak "
" Terima kasih hubby "
__ADS_1
" Sama sama sayang " Ujar Arnan lalu menarik Arina ke dalam pelukannya, di eratnya tubuh yang kecil nan berisi itu.
Keduanya yang sama sama merasa hangat dan nyaman pun tertidur di pagi itu.
*****
Sementara di tempat lain, Ellin yang masih belum terbangun meski jam sudah menunjukkan pukul sepuluh. Gadis itu masih saja betah membungkus tubuhnya dengan selimut berbulu yang teramat tebal.
Karena terlalu nyaman dengan alam mimpinya membuat Ellin tak sadar kalau bel apartemennya sudah berulang kali berbunyi. Bahkan sosok yang sedang menunggu untuk dibukakan pintu itu sudah mendengus kesal karena betisnya sudah terasa kesemutan.
" Dasar gadis gesrek, cerewet. Masa jam segini belum bangun sih " Gerutunya.
karena tak mendapat respon apapun dari penghuni nya pun akhirnya Salim memutuskan untuk meninggalkan apartemen tempat tinggal Ellin itu.
" Kuharap gadis kecil itu tak kecewa dan tak membenciku setelah aku melakukan semua ini " Ujarnya ketika sudah di dalam lift.
__ADS_1
Rupanya beberapa bulan selalu bersama dengan Ellin membuat Salim memantapkan Ellin untuk melekat dalam hatinya. Gadis yang selalu berubah ubah sikapnya jika bersamanya. Ternyata bukan hanya Salim yang merasakan hal itu tapi nyatanya Ellin pun ternyata mencintai pria dewasa itu.