
Arina yang menunggu kedatangan dari sahabatnya Ellin pun hanya mengabaikan Arnan yang sudah sedari tadi menemaninya bicara. Arnan yang diabaikan hanya kesal dan semakin kesal sehingga ia memecahkan kaca yang ia pegang karena dengan sengaja ia menjatuhkannya.
Arina kaget mendengar pecahan yang terdengar.
" Astaga Tuhan, kenapa kau sangat bodoh Hubby. Huffff menyebalkan " Teriak Arina.
" Kamu itu yang mengabaikan ku sedari tadi sayang " Kata Arnan kesal.
" Hubby aku menunggu Ellin " Jawab Arina memberi pengertian.
" Jadi kamu mentingin sahabat kamu itu?. Cium aku " perintah Arnan lagi.
Arina dengan malas mendekat dan langsung mencium pipi suaminya " Sudah ".
" Disini " Kata Arnan memonyongkan bibirnya.
" Aish menjengkelkan " Kata Arina yang langsung mencium bibir Arnan, tapi saat Arina ingin melepas tautan itu Arnan kembali menariknya dan semakin ******* bibir ranum itu. Arina yang kembali merasakan sensasi berbeda pun hanya mengalungkan tangannya ke leher Arnan.
Saat ciuman itu semakin panas dan seharusnya berlanjut tapi harus terpaksa berhenti karena kedatangan dua cacing parasit.
Ya siapa lagi kalau bukan Ellin dengan Salim yang langsung saja masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk pintu dan alhasil mata mereka menjadi ternodai.
" Astaga, bisakah kau melakukannya dikamar? jangan disini karena kalau ada yang lihat bagaimana?. Untung saja aku yang masuk " Kata Salim merasa kesal sekaligus iri melihat kelakuan dua manusia yang sedang dimabuk cinta itu.
" Yah terserah aku dong, rumah rumah aku juga bukan rumah kamu " Timpal Arnan tidak mau kalah.
Arina jangan ditanya, dia hanya menunduk karena benar benar sudah malu setengah mati.
" Malu banget aku kedapatan begini " Batin Arina malu.
__________
Arina dan Ellin sibuk mengerjakan tugas dan menonton sepuasnya. Sesekali mereka seperti seorang kerasukan Karena terlalu asik berbincang sehingga menimbulkan tawa yang begitu seram.
Ditengah asiknya nonton drama Korea, ternyata ada sepasang mata yang sedang memperhatikan gerak gerik mereka. Dan siapa lagi kalau bukan Salim yang sedang mengamati tingkah lucu dan cerewet dari Ellin.
__ADS_1
" Woy bilang aja kalo loh suka dia? iya kan " Kata Arnan yang menghampiri Salim.
" Apa apaan sih. Tidak dan itu tidak akan terjadi. Yang benar saja kalau sampai aku menyukai gadis cerewet " Jawab Salim.
" Yaelah matamu tidak bisa berbohong " Kata Arnan lalu meninggalkan Salim sendirian di ruang keluarga yang sedang fokus pada objek yang disebutnya cerewet.
" Woy loh mau kemana " Teriak Salim melempar Arnan dengan bantal sofa.
" Mau tidur. Ngantuk " Kata Arnan berlalu yang berhasil membuat Arnan berdecak kesal.
Tak terasa sudah tiga jam Arina dan Ellin menghabiskan waktu untuk mengerjakan tugas dan bermain.
" Rin gue pulang dulu yah " Kata Ellin.
" Kok cepat banget sih Ell " Ujar Arina.
" Yaelah beb, besok besok kkan masih bisa " Jelas Ellin.
" Ya udah deh hati hati di jalan " Kata Arina mengantar Ellin ke pintu depan yang dimana Salim sudah ada di sana.
" Kak Salim ayo pulang " Kata Ellin memanggil Salim.
______
Keduanya tidak ada yang membuka suara. Keduanya sama sama sibuk dengan pikiran masing-masing. Sampai Salim membuka suara dengan bertanya " Biasanya kamu bertiga tapi sekarang berdua, kemana sahabatku yang satu? " Tanya Salim yang berhasil membuat Ellin si gadis cerewet menjadi sendu.
Salim merasa bersalah karena mungkin perkataannya yang berhasil membuat gadis disampingnya tersebut menjadi sendu dan berkaca kaca.
" Maaf " Hanya kata itu yang keluar dari mulut Salim.
" Tidak apa apa kak. Ini bukan salah kakak " Ujar Ellin.
" Sebenarnya teman aku Putri pergi entah kemana. Dia hanya menulis surat dan pergi begitu saja " Kata Ellin menangis.
Salim menepikan mobilnya dipinggir jalan ketika mendengar Ellin menangis. Ia menarik gadis itu dan membawa kepelukannya.
__ADS_1
" Jangan menangis! aku ada disini. Kamu tidak sendirian " Kata Salim yang begitu lembut. Entah kemana sifat dingin dan arogannya selama ini. Author pun bingung 😂😂
" Dia itu sudah seperti saudara aku kak " Lanjut Ellin tambah menangis.
" Jangan menangis lagi kumohon " Kata Salim yang berkaca kaca. Sesungguhnya Salim tidak bisa melihat seorang perempuan menangis apalagi jika gadis itu adalah gadis yang dicintainya. Semua sifat dingin dan arogannya akan hilang jika berhadapan dengan orang orang yang dicintainya.
Tidak bisa berbohong Ellin pun merasa nyaman berada dipelukan Salim. Ia merasa ada seseorang yang melindunginya dari bahaya.
" Berhenti menangis. Kita harus cari makan karena kalau tidak cacing perutmu itu akan semakin konser kalau tidak diisi " Kata Salim yang membuat Ellin cemberut.
" Tidak usah cemberut gitu, cantiknya hilang " Kata Salim lalu mengacak acak rambut Ellin.
" Deg " Jantung Ellin seakan mau keluar dari tempatnya dan muka yang tambah memerah seperti tomat.
" Kenapa mukamu memerah " Tanya Salim.
" Ahh tidak kok " Jawab Ellin kikuk dan benar benar merasa malu karena pipinya tidak tahu tempat. " Kenapa ini pipi harus memerah disituasi seperti ini sih " Batin Ellin dengan jantung yang sudah terpompa dengan cepat.
Sesampainya mobil Salim di depan salah satu resto terbaik pun turun dengan menggandeng tangan Ellin.
Ellin merasa resah tapi tak menegur Salim karena sejujurnya ia juga merasa nyaman.
Sesampainya di dalam, Salim dan Ellin memilih duduk di tempat yang terlihat sepi dan kemudian memesan makanan termahal yang disajikan di resto itu.
Keduanya makan dengan lahap dan saling mencuri curi pandang satu sama lain sampai akhirnya keduanya selesai makan.
" Makasih yah kak " Ujar Ellin.
" Santai saja, ayo pulang " Kata Salim lalu mengajak Ellin pulang. Tapi yang diajak hanya mematung.
" Kenapa? " Tanya Salim melihat Ellin hanya mematung.
" Dibayar dulu " Kata Ellin dengan begitu polosnya. Pelayan yang mendengarnya hanya tertawa mendengarnya.
" Ini restoran punya aku, jadi tidak perlu dibayar " Ujar Salim yang membuat Ellin merasa malu apalagi ditambah iya diketuai oleh beberapa pelayan.
__ADS_1
Keduanya pun pulang. Dan Ellin yang hanya cemberut terus menerus karena ditertawakan. Salim hanya tertawa terbahak bahak melihat Ellin kesal.
Jangan lupa like komen dan vote yah supaya aku semangat terus up nya.