
" Tidak aku,, aku tidak boleh kehilangan pak Rendy. Dia tidak boleh meninggalkanku " Guman Putri.
" Aku mencintainya " Lirih Putri disertai air mata.
Setelah pintu lift terbuka, iya mengedarkan pandangannya dan tak menemukan sosok yang dicarinya. Jantungnya berdetak dengan kencang, lututnya gemetar lemas dan tak berdaya.
Rasanya iya tak sanggup untuk berdiri lagi kalah mengingat semua orang membuangnya, ibu angkatnya yang selama ini iya sayangi dengan teganya menjualnya dan sekarang manusia satu satunya yang selalu menemaninya akhir akhir ini pun meninggalkannya.
" Dirimu jahat sangat jahat " Lirihnya yang sudah bersimpuh di lantai.
*******
Matahari kini sudah tak menampakkan cahayanya lagi, artinya malam telah datang yang membuat sebagian orang sudah menghentikan aktivitasnya.
Tapi berbeda dengan pria yang sebentar lagi akan menjadi ayah dari gadis kecil yang tengah mengandung benihnya. Rupanya iya sedang diberatkan oleh perintah perintah konyol istrinya yang mengatasnamakan ngidam itu.
Bagaimana tidak, iya dipaksa oleh sang istri untuk menjadi tukang ojek. Pria yang sejuta pesona itu harus menjadi tukang ojek? yang benar saja.
Dan anehnya lagi, itu harus ada buktinya. Bahkan Salim pun harus ikut melakukan permintaan konyol itu.
" Dasar aneh, permintaan macam apa ini? " Gerutu Salim sepanjang jalan saat mengikuti Arnan dari belakang sambil mengambil video Arnan yang kini mengojek penumpangnya.
__ADS_1
Hampir tiga jam Arnan mengelilingi kota hanya untuk mengantar penumpang. Dan itu tak lepas dari Salim yang mengambil rekaman videonya.
Setelah merasa cukup iya menyudahinya, Iya kemudian memasuki kedalam mobilnya sambil menarik nafasnya dengan berat sambil memikirkan kira kira permintaan apa lagi yang akan diminta oleh istri kecilnya itu.
" Istrimu itu benar benar menyusahkanku " Lirih Salim yang kini juga ikut masuk ke dalam mobil.
" Sungguh lelah rasanya naik ojek sambil merekammu sepanjang jalan " Gerutu Salim yang kesal karena merasa tangannya sangat letih akibat kamera yang di pegang nya sepanjang jalan.
" Sudah diam " Bentak Arnan.
" Suatu saat kau akan merasakannya jika kau sudah punya istri " Lanjut Arnan yang tak kalah kesal.
Sesampainya Arnan di dalam rumah iya pun menyusul sang istri yang kini sedang menunggunya di dalam kamar.
" Sayang aku pulang " Teriak Arnan saat membuka pintu kamar.
" Eh Hubby udah pulang rupanya " Sambut Arina dengan penuh ceria lalu memeluk tubuh kekar Arnan. Arnan yang disambut seperti itu rasanya iya sedang berada di surga.
" Iya sayangku " Jawab saling melepas pelukannya dari tubuh Arina lalu mengecup bibir ranum milik istrinya itu.
" Ayo tidur Hubby, aku mengantuk dan ingin memelukmu agar tidurku nyenyak " Tarik Arina menaiki ranjang.
__ADS_1
" Sayang aku mandi dulu yah "
" Tidak boleh " Jawab Arina dengan cepat.
" Tapi sayang badanku "
" Kubilang tidak boleh yah tidak boleh. Kamu itu yah mau jadi suami durhaka rupanya " Bentak Arina dengan berani.
Arnan membuang nafasnya dengan kasar. " Baiklah sayang ayo tidur "
" sayang kamu tidak mau melihat videoku yang sedang mengojek penumpang? bukankah tadi kamu yang menangis meraung-raung memintaku untuk menjadi tukang ojek " Tanyanya pelan kepada sang istri yang sudah berada dalam pelukannya.
" Malas hubby, aku tidak mau " Jawab Arina enteng tanpa rasa berdosa.
Mendengar itu, Arnan rasanya ingin melompat ke jurang yang dalam. Emosinya rasanya ingin meledak mendengar jawaban Arina yang entengnya mengatakan tidak mau. Padahal sebelumnya Arina yang meraung-raung meminta Arnan menjadi tukang ojek.
" Kalau begini bukan suami yang durhaka tapi istri yang durhaka terhadap suami hiks hiks " Bangun Arnan menangis.
Hancurlah sudah harga diri Arnan yang tunduk kepada gadis kecil yang berstatus sebagai istrinya itu.
Hay readersku semuanya selamat membaca kembali yah dan terimah kasi juga yang sampai saat ini mau menunggu up dari cerita ku ini. Dan maaf jika up-nya sangat lama.
__ADS_1