Seorang CEO Menikahi Gadis SMA

Seorang CEO Menikahi Gadis SMA
BAB 49


__ADS_3

Saat mobil sudah masuk kedalam luasnya pekarangan dan garasi mobil, Arina turun terlebih dahulu dan berjalan masuk tanpa menunggu suaminya yang semakin bertambah kesal.


Tak lama Arnan pun juga masuk dan tak melihat istrinya itu dimana pun padahal baru saja iya masuk mendahuluinya.


" Kamu dari mana saja? " Tanya Arnan kesal.


" Maaf hubby ku sayang, aku kebelet pipis " Jawab Arina mencium pipi Arnan.


Arnan tersenyum senang " Kamu rupanya punya hobi nyium aku yah? " Tanya Arnan dengan nada nada menggoda.


" Ihhh apa apaan sih kamu hubby " Kesal Arina dengan muka memerah.


Sontak saja Arnan tertawa dengan keras sampai membuat perutnya sakit.


.......


Sekarang Arnan dan Arina sudah berada di dalam kamar.


Arnan sedang mengambil buku PR-nya dan mendengar Hp Arnan berbunyi.


" Hubbyyyyyyyyy handphone mu berbunyi " Teriak Arina karena Arnan berada di dalam kamar mandi.


" Angkat saja sayang "


" Aishhhh menjengkelkan " Arina berlalu cepat mengambil handphone suaminya untuk mengangkat siapa yang menelpon.


Arina langsung saja mengangkat telpon dan berteriak tak jelas tanpa melihat siapa yang menelpon.


" Haloooo siapa?? " Ujar Arina dengan berteriak bahkan Arnan yang berada dikamar mandi menggeleng nggelengkan kepalanya mendengar tingkah istri mininya itu. Bagaimana jika kolega bisnisnya yang menelponnya atau orang orang penting. Karena nomor Arnan hanya diberikan oleh orang terpenting saja.


" Bisakah kau berbicara dengan sopan " Jawab orang yang dibalik telpon dengan aura aura dinginnya, sontak saja mata Arina membulat dan mengenal suara itu.

__ADS_1


Arina dibuat terkejut saat iya melihat nama kontak yang tertulis di hp Arnan dan tak salah lagi tebakannya batin Arina.


" Mati gue, pak Rendy " Batin Arina.


Saat melihat Arnan keluar, Arina berlari ke arahnya dan menyerahkan handphone nya.


" Halo " Ujar Arnan setelah hp nya sudah berada ditangannya.


" Istri julitmu itu sungguh menyebalkan " Kata Rendy di balik telpon.


" wuhahaha seorang Rendy yang perkasa ini jengkel " kata Arnan dengan nada mengejek.


" Kurang ajar " Balas Rendy dengan kesal.


" Ada apa?, apakah ada yang penting? karena tidak biasanya seorang Pak Rendy meneleponku jika tidak ada yang penting. iya kan? " Tanya Arnan.


" Begini Bapak yang terhormat, aku sudah dari pagi menelpon asisten abal anak mu itu tapi dia sama sekali tidak mengangkatnya " Ujar Rendy.


" Begini aku akan ke Bandung selama satu Minggu dan bukankah Salim adalah lulusan pendidikan ilmu ekonomi? " Ujar Rendy menjelaskan.


" Lah terus apa hubungannya denganku " Jawab Arnan cuek.


" Astaga, rasanya kuingin menyiram nih anak dengan air panas yang baru mendidih " Umpat Rendy dibalik telpon.


" Apa kau bilang? " Tanya Arnan jengkel.


" Tidak bilang apa apa. Begini Kitakan bersahabat sejak lama dan kau sudah kuaggap keluargaku. Jadi bantu aku " Ujar Rendy.


" Kau tahu sendiri kan aku adalah pegawai disalah satu lembaga pendidikan dan sudah jelas aku harus mengisi setiap jam pelajaran. Sementara aku akan ke Bandung jadi aku menginginkan Salim yang menggantikanku mengajar selama satu atau sampai dua Minggu ke depan secara dia kan lulusan PIE " Lanjut Rendy menjelaskan.


" Tidak. Tidak yah tidak, dia itu asistenku bukan asistenmu " Jawab Arnan cepat.

__ADS_1


" Hey astaga kau kan punya banyak orang kepercayaan, ayolah bro bantu aku " Ujar Rendy di balik telpon yang terdengar seperti memelas.


" Karena kau sahabatku sedari SMP jadi aku akan menolongmu tapi ingat itu tidak gratis " Kata Arnan kemudian diikuti dengan tawa yang terdengar begitu angker.


" Cih, ternyata dia tidak ikhlas " Batin Rendy.


" Kenapa kau yang terdengar tidak ikhlas. padahal kan yang aku suruh itu Salim bukan kau " Kata Rendy lagi.


" Hey astaga, sudahlah yang jelas aku tidak akan menyerahkan Salim dengan gratis " Kata Arnan lalu langsung mematikan telepon tanpa mendengar persetujuan dari Rendy. Huffff sungguh menyebalkan bukan si Arnan itu?.


Setelah itu Arnan menghampiri istrinya yang terlihat sangat kesusahan dalam mengerjakan tugas.


" Kenapa mukamu seperti itu? " Tanya Arnan melihat Arina memukul mukul kepalanya.


" Hubby apakah aku bodoh di matamu? " Tanya Arina sedih.


" Kenapa kau bertanya begitu sayang? " Tanya balik Arnan.


" Kau tau aku sangat bodoh dalam sekolah. Huffff masa belajar rumus ekonomi saja aku tidak tahu apalagi kalau rumus fisika " Jawab Arina tambah sedih.


" Huffff istriku benar benar bodoh, dia ternyata tidak bisa belajar rumus, sangat berbeda denganku yang jika rumus maka itu hanya makanan sehari hariku di sekolah " Batin Arnan mengatai istrinya bodoh dan sudah jelas dia membanggakan dirinya sendiri.


" Bodoh juga kamu yah sayang " Ujar Arnan dengan suara yang kecil.


" Apaaaaaaaa apa kau bilang? aku bodoh " Teriak Arina kesal. Gendang telinga Arnan seperti mau pecah mendengar suara cempreng istrinya.


" Iyah emang sih aku bodoh hahaha " Jawab Arina lalu tertawa keras. Arnan yang melihatnya hanya mengatur tengkuknya yang tidak gatal seraya berkata " Terima kasih tuhan kau mengirimkan istri yang gesrek nan miring untukku " Batin Arnan menyedihkan.😂😂


jangan lupa vote sebanyak banyaknya, Like, dan komen yah agar aku tetap semangat.


Maaf kadang lama karena reviunya lama

__ADS_1


selamat membaca


__ADS_2