Seorang CEO Menikahi Gadis SMA

Seorang CEO Menikahi Gadis SMA
BAB 65


__ADS_3

Di pagi hari Arnan dan Arina sedang sarapan bersama.


" Sayang sebentar lagi aku akan ke kantor, jaga diri baik baik di rumah dan jangan lupa belajar dengan baik "


" Hubby aku ikut ke kantor yah "


" Tidak " Jawab Arnan yang mendapat tatapan tajam dari Arina.


" Sayang kamu harus sekolah di rumah " Jelas Arnan mulai takut dengan tatapan tajam sang istri yang sepertinya sudah siap memangsanya.


" Hubby aku tidak mau belajar "


" Belajar itu membosankan "


" Gurunya juga sepertinya tidak berkualitas hubby "


" Aku sama sekali tidak mengerti apa yang di ajarkan oleh guru bodoh itu ".


" Belajar itu penting sayang " Arnan pusing tujuh keliling mendengar curhatan pagi dari istrinya.


" Sabar Arnan ini pengaruh kehamilan, jadinya istrimu sedikit tak berotak " Batin Arnan merasa kasihan kepada dirinya sendiri yang harus menghadapi Arina yang selalu bersikap aneh setiap hari.


" Huffff baiklah baiklah perkataan suami harus dituruti " Kata Arina berkali kali menundukkan kepalanya di depan suaminya itu. Seperti orang yang memberi hormat terhadap rajanya.


" Istri pintar " Katanya lalu memeluk istrinya dan mengelus perut buncit dari Arina.


" Sayang jaga mommy yah, jangan biarkan mommy nakal " Ujarnya mengecup perut buncit Arina.

__ADS_1


Arina berkaca kaca entah kenapa. Mengingat sebentar lagi iya akan menjadi seorang ibu yang usianya baru menginjak 18 tahun.


" Sayang kenapa menangis hm " Tanya Arnan melihat Arina menangis.


" Hubby sebentar lagi aku jadi mommy dan hubby jadi Daddy " Lirih Arina kemudian memeluk tubuh Arnan.


" Terimah kasih karena sudah sabar menghadapi sikapku selama ini. Aku mungkin belum bisa menjadi apa yang kau inginkan, aku selalu saja bersikap kekanak-kanakan. Maafkan aku hubby " Ujar Arina menangis tersedu-sedu.


" Tidak tidak, jangan berkata seperti itu sayang. Kamu istriku selamanya, kamu alasan aku bernapas sampai sekarang " Arnan berusaha menenangkan sang istri.


Arina yang mendengarnya tambah menangis.


Arnan yang tak tega melihat istrinya sedih pun tak ke kantor. Iya masih memprioritaskan sang istri tercinta dari pada pekerjaannya.


Iya pun memutuskan untuk menemani sang istri. Mulai dari belajar sampai menuruti permintaan konyolnya lagi.


" Hubby aku ingin ke Korea " Arina berbicara sangat pelan takut permintaannya tak dapat dipenuhi oleh sang suami.


" Aku mau ke Korea Hubby, aku ingin "


" ingin apa sayang hm ? "


" Aku ingin sekali melihat dan mencubit pipi Park Jimin Hubby "


" Park Jimin ? " Tanya Arnan dengan heran.


" Iya Park Jimin, aku ingin sekali bertemu dengannya apalagi mencubit pipinya " Kata Arina dengan sangat antusias.

__ADS_1


" Tapi Park Jimin itu siapa sayang ? "


" Park Jimin itu adalah lelaki idaman, dia itu memiliki poster tubuh yang sangat bagus. Selain itu dia digilai oleh banyak orang hubby termasuk juga denganku "


" Apa kau tahu setiap malam aku sering memikirkannya sebelum tidur. Wajahnya itu loh yang selalu membuatku klepek klepek " Katanya yang berhasil membuat Arnan melotot tak habis pikir, tangannya terkepal kuat berusaha menahan amarahnya. Sedangkan Arina begitu antusias membicarakan tentang Park Jimin biasnya itu tanpa menyadari tatapan amarah dari sang suami.


" Ah rasanya jiwa kewanitaanku meningkat dua kali lipat jika mengingatnya " Lanjut Arina dengan entengnya.


Arnan yang mendengar itu tak tahan lagi, bagaimana bisa Arina berkata seperti itu di depannya.


Iya langsung keluar dari kamar dan membanting pintu dengan sangat keras


" Brakkkk "


" Astaga Tuhan " Kaget Arina saat mendengar pintu dibanting oleh Arnan.


Di tempat lain seorang gadis terbaring lemas di atas tempat tidur, sudah tiga hari iya tak menyentuh makanan karena apapun yang masuk ke dalam perutnya maka akan termuntahkan dengan begitu saja.


Tubuh lemahnya tak mampu melakukan apa apa. Air matanya terus saja membasahi pipi mulusnya. Ditambah lagi iya harus berbolak balik ke WC untuk memuntahkan isi perutnya.


Rasa sakit menghantam hatinya yang lemah itu. Dalam keadaan seperti ini seharusnya ada orang tua yang merawatnya tapi berbeda dengannya yang tak bisa mendapatkan kasih sayang itu.


Iya mengasihani dirinya sendiri yang tak bisa berbuat apa apa tanpa ada orang di dekatnya.


Iya dia adalah Putri yang sedang tak berdaya di atas ranjang. Dirinya tak mampu menahan air mata disaat iya sakit tapi tak memiliki siapa siapa di dekatnya.


" Aku harus kuat " Lirihnya yang meringkuk dibawah selimut.

__ADS_1


...HAY GUYS MAAF YAH JIKA CERITANYA TIDAK SESUAI DENGAN APA YANG KALIAN INGINKAN....


...JANGAN LUPA DUKUN TERUS NOVEL INI DENGAN CARA LIKE, KOMEN, AND VOTE SEBANYAK BANYAKNYA....


__ADS_2