Seorang CEO Menikahi Gadis SMA

Seorang CEO Menikahi Gadis SMA
BAB 53


__ADS_3

Di dalam mobil saat diperjalanan pulang, Rendy terus saja mengingat sesuatu yang didengarnya. Sesuatu yang membuatnya begitu penasaran dan sesuatu yang bisa membawanya bertemu dengan seseorang tentunya.


Jon sang asisten pribadi terus saja memperhatikan perubahan dari bosnya itu. Sangat jelas terlihat raut wajah gelisah dan khawatir.


Dan benar saja, kini pikiran Rendy saat ini benar benar kacau. Bercabang memikirkan apa yang baru saja iya dengar.


" Putri Avila "


" Aku begitu penasaran, kau tiba tiba menghilang dan tak pernah ke sekolah lagi dan sekarang pikiranku begitu kacau saat mendengar seseorang menyebut nama yang sama "


" Aku begitu takut jika gadis yang dijual itu adalah dirimu, Putri Avila ".


__________


Berbeda dengan seorang pria yang merasa terpojok karena tingkah istrinya yang terus saja membuatnya tak bisa berkutik.


Rasanya kepalanya mau pecah menghadapi tingkah sang istri yang sangat kekanak-kanakan dan terkadang sangat manja.


" Oh baiklah, jika memang kau tidak mau yah tidak papa. Tapi jangan salahkan aku jika kau puasa selama satu bulan di ranjang " Ancam Arina.


Mata Arnan melotot mendengarnya. Bisa bisanya istrinya itu mengancamnya akan membuat ia berpuasa selama satu bulan di ranjang. Jangankan satu bulan, satu hari saja rasanya iya begitu tersiksa menenangkan juniornya yang tegang karena tak mendapatkan asupan gizi.

__ADS_1


" Oke baiklah, aku setuju " Dengan begitu terpaksa iya mengiyakan permintaan konyol dari istrinya itu. Dari pada harus berpuasa pikirnya.


Jelas terpancar senyuman dari bibir Arina setelah iya berhasil membuat suaminya itu terpojok dan tentu saja kemauannya akan di turuti.


" Sekali kali jadi istri yang jahat, nggak papa kali yah " Batinnya tersenyum senang.


* *Kembali lagi dengan Rendy **


Di kamar hotel, Rendy telah siap siap entah mau kemana. Ia terlihat begitu terburu buru dan sangat gelisah bahkan Jon sang asisten pun dibuat pusing oleh tingkah bosnya.


" Jon cepatlah " Teriak Rendy setelah iya sudah berada di parkiran depan hotel.


Di dalam mobil, Jon terus saja memperhatikan perubahan dari tuannya itu. Rasa penasaran pun membuatnya berani bertanya.


" Tuan kenapa?, sedari tadi saya lihat anda sangat gelisah. Dan kita sebenarnya mau kemana Tuan? " Tanyanya khawatir akan keadaan tuannya.


Pikirannya langsung menerawang saat Jon bertanya. Ia memikirkan hal yang didengarnya beberapa waktu lalu.


Flashback


" Putri Avila nama yang cantik, sungguh manis. Baiklah Nyonya saya bersedia dan saya akan mentransfer uang mukanya sekarang juga " Kata Pria yang bertubuh besar dan kira kira umurnya 45 tahunan.

__ADS_1


" Baiklah Pak terima kasih banyak " Kata Wanita paru baya itu sambil mengulurkan tangannya ke arah pria itu.


" Untuk mengambil anak saya, kita hanya perlu datang ke Hotel Atmaja karena saya menyekapnya di sana " Kata wanita paruh itu dengan tenangnya.


Kembali ke cerita


" Kita ke Hotel Atmaja " Perintahnya dengan datar dan dingin.


" Baiklah tuan " Jawab Jon walau iya penasaran untuk apa tapi iya urungkan untuk bertanya.


Ada rasa takut yang dirasakannya dan ada rasa takut kecewa jika ternyata gadis yang didengarnya itu bukanlah gadis yang sekarang bersaran di otaknya.


" Bagaimana jika gadis itu bukanlah gadis yang kuharap kan selama ini " Batinnya.


Tak lama kemudian iya sudah sampai di depan Hotel Atmaja, iya segera turun diikuti oleh Jon. Baru saja iya ingin masuk ke lobi tapi iya melihat seorang pria tua dan wanita paruh baya yang dilihatnya waktu itu. Sungguh keberuntungan bagi Rendy.


Ia mengikuti wanita dan pria tua itu jauh dari belakang agar keberadaannya tidak diketahui.


Hay kembali lagi nih gue


Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2