
" Akh awww sakit " Ringis Arina yang telah berhasil berdiri.
Dengan cepat Arina ingin keluar dari kamar mandi tapi iya baru saja sadar jika tadi iya tak membawa apa pun saat iya berlari ke kamar mandi, baik itu handuk maupun baju tidur. Iya terus saja mengerutuki kebodohannya.
" Bodoh bodoh bodoh kau Arina. Sangat bodoh " Kata Arina dengan terus saja menepuk nepuk jidatnya.
Entah keberanian dari mana Arina membuka pintu dan mengeluarkan kepalanya lalu berteriak kecil memanggil Arnan yang ternyata sudah stand bye di depan pintu.
" Astagfirullah ya Allah " Umpat Arina kaget melihat Arnan mematung di depan pintu dengan tatapan yang tajam seperti singa yang ingin memangsa.
" Kenapa? Ayo cepat keluar " Kata Arnan kepada Arina yang terlihat sangat kaget saat melihat dirinya.
" Hehehe begini kak. Aku..aku " Jawab Arina dengan suara terputus putus yang langsung mendapat jitakan di keningnya.
" Ayo cepat katakan " Kata Arnan yang mencoba menggoda istrinya itu karena tahu jika istri cerobohnya itu tak membawa handuk maupun baju saat hendak mandi.
__ADS_1
" Aku lupa bawa baju dan handuk kak " Jawab Arina cengengesan " Mau mintol kak. Ambilin bajuku di koper tadi yah yah " Pinta Arina dengan beraninya.
Arnan pun mengambilnya dengan senang hati. " Huff untung cinta " Guman Arnan.
Setelah Arina menggunakan piyamanya iya pun keluar dan melihat Arnan jua sudah siap mandi.
Karena takut akan yang dilakukan Arnan suaminya itu membuat Arina dengan cepat berlari dan lompat keatas kasur setelah iya menyisir rambut lurusnya.
Pura pura tidur menjadi solusi bagi Arina untuk menghadapi ketakutannya sekarang. Ia menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya.
Dilihatnya istrinya tak melakukan pergerakan apapun membuat Arnan menyingkap selimut itu sampai seluruh tubuh Arina terlihat. Arnan terus mengamati tubuh itu dan memperhatikan bola mata Arina yang terus bergerak gerak itu walau dalam keadaan tidur. Arnan tidak bodoh dan menyadari jika istrinya itu sekarang sedang pura pura tidur.
" Jangan pura pura tidur sayang kalau mau menghindariku " Bisik Arnan tepat ditelinga Arina. " Apakah kita akan melakukannya sekarang sayang " Bisik Arnan lagi yang berhasil membuat Arina melotot kaget dengan tubuh yang terasa membeku. Arnan yang melihatnya tertawa terbahak bahak.
" Aish kakak jahat " Kata Arina dengan cemberut.
__ADS_1
" Hahaha kamu lucu sayang " Jawab Arnan dengan terus tertawa " Bibir ini jangan monyong kayak begini. Enggak enak dipandang " Lanjut Arnan mencolek colek bibir Arina yang sudah monyong itu.
" Kamu enggak usah takut sayang. Aku akan menunggumu sampai kamu siap " Bisik Arnan yang membuat Arina menegang seketika.
" Terima kasih kak " Jawab Arina dengan senyuman yang dibuat sangat imut tapi pada kenyataanya iya sudah gemetar takut.
Arnan yang mendengarnya hanya tersenyum ria lalu menarik Arina kedalam pelukannya dan mengecup kening istrinya itu.
" Tidurlah sayang " Kata Arnan yang terus memeluk Arina dan menghujaninya dengan ciuman hangat.
Arina yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya diam dengan ketegangan yang sedikit berkurang. Kepalanya lagi lagi memikirkan hal hal yang tidak tidak. Kadang wajah imutnya itu tersenyum dan kadang pula terlihat ngeri.
" Wah gini yah rasanya kalau kita udah nikah " Batin Arina dengan berbunga bunga. " Menyenangkan, mengasyikkan hehehe. Ada yang ditemani bobok " Arina terus berbicara di dalam hatinya dan kemudian terus mengeratkan pelukannya kepada Arnan yang rupanya sudah menemui dunia mimpinya.
Waduh guys makin gaje kan🤣🤣🤣,,,
__ADS_1
Yudah lah....Jangan lupa vote,like and komen yah agar aku selalu semangat Up nya.