Seorang CEO Menikahi Gadis SMA

Seorang CEO Menikahi Gadis SMA
BAB 9


__ADS_3

" hehehe om biasa aja kali mana ada hantu malam malam gini " tertawa " umur aku otewe 17 tahun om!! masih sangat muda kan om hehe "


Masih sangat mudah tapi sayang otaknya agak sedikit kacau apalagi mulut tuh nggak bisa diam batin Arnan


" kamu masih mudah jaga batasan "


" yah elah om, enngak boleh juga terlalu kaku om, nggak laku laku om tuh contohnya om udah tua tapi nggak nikah nikah jugakan om "


" loh pikir nikah itu gampang hem, nikah itu sekali seumur hidup jadi kita harus memantapkan dirih, tapi eh percuma jelasin juga, mana ada bocah ngerti , yang ada diotaknya hanyalah pacaran saja "


" om bilang apa tadi???, kan gue cuma benerin om " ujarnya " kalau boleh tau umur om berapa "


" banyak nanya bangetsih ini bocah " batin Arnan kesal


" 28 " jawabnya


" hmm masih mudah juga ternyata, cuma bedah 11 tahun, kalo aku pelet cinta nih orang nggk dosa dosa amat kali yah hehehe " batinnya


" ayo makan dengan benar, nggak usah banyak nanya, katanya mau kerjain habis habisan tu sih gentong "


" eh iya juga yah " batin Arina



Disebuah resto terlihat beberapa pemuda yang sedang mengobrol riah. Mereka tak lain adalah Aisyah, Melati, Martin dan Radit.


__ADS_1


" eh syah loh lucu amat sih, gue udah mau ngompol nih hahaha " Melati terus tertawa saat Aisyah bercerita tentang kekonyolan sepupunya. Berbeda dengan Martin dan Radit yang hanya duduk mengamati dua gadis di depannya



" eh Arnan kok nggak datang " tanya Aisyah



" oh iya katanya dia ada nggak bisa dateng tuh " jawab Radit dan Martin



Mereka kembali menghabiskan waktu bersama dengan sahabat. Menurut mereka selain bekerja, berkumpul juga penting agar persahabatan mereka tetap terjaga silaturahminya. Itulah mengapa mereka selalu terlihat kompak dalam segala hal, walaupun sering terjadi perdebatan diantara mereka tapi itu hanya bersifat sementara.



Sudah satu bulan lamanya Arina bersekolah di kota itu dan sudah selama itu juga ia tak pernah bertemu dengan Om yang tak lain adalah Arnan. Sangat banyak perbedaan yang ia rasakan walaupun ia tetap bersama dengan sahabatnya karena kedua sahabatnya yakni Putri dan Ellin pun ternyata menyusul Arina.


" eh guys gimana kalo nanti malam kita jalan "


" eh iya tuh, jalan yuk "


" kemana??? "


" bagaimana kalo kita ke bar???, kayaknya seru deh "


" haduh loh itu yah enggak ada kapok kapoknya sedikit. Udah tau gue dipindahin sekolah karena disuruh berubah, nah loh malah ngajak gue lagi " timpal Arina

__ADS_1


" ihhh Rin kan sekali kali beb, nggak apa apa kali, iya nggak El " tutur putri


" eh apaan sih luh ngebawa bawa gue " Ellin


" ih apaansih, gimana Rin mau nggak, kalo nggak mau kita ngemall aja " tanya Putri lagi


" serah luh aja deh, gue ngikut " Jawab Ellin


" yah oke " lanjut Arina




Di kantor seperti biasa Arnan selalu disibukkan dengan setumpukan berkas diatas meja. Ia begitu teliti dengan semua laporan laporan yang ia harus periksa.



Tak lama kemudian salim masuk dalam ruangannya. " permisi tuan ada yang bisa saya bantu? " tanyanya. " berikan kunci mobil kepadaku aku akan pulang sendiri " pintahnya " baiklah "



Malam ini Arnan dan ketiga sahabatnya akan berkunjung ke rumah Aisyah. Karena sahabatnya itu sakit dan sudah hampir satu minggu iya tidak ke kantor, jadi Arnan berencana untuk mengunjunginya sekaligus menjenguknya. Sementara tiga gadis SMA sedang asyik mengobrol riah di sebuah cafe, mereka seperti menumpahkan segala keluh kesah dalam menjalani hidup yang pahit seperti kopi.



**HY PARA READERS 😍😍 MOHON MAAF YAH JIKA ADA SALAH KATA ATAU BAHASA YANG BERBELIT BELIT DAN TIDAK NYAMBUNG SOALNYA INI KARYA PERTAMAKU**

__ADS_1



**JANGAN LUPA LIKE VOTE AND KOMEN YAH**,


__ADS_2