
Hari ini adalah hari dimana pernikahan Arnan dan Arina dilangsungkan. Pernikahan yang berlangsung dengan lancar dan begitu meriah walaupun pernikahan yang cukup mendadak.
Arnan yang telah siap untuk melafalkan ijab Kabul merasa sangat gemetar. Bahkan keringat bercucuran di dahinya, orang orang yang melihatnya mungkin akan berfikir bahwa mempelai pria tidak siap atau hanya menikah terpaksa.
Walaupun sangat gugup tapi ijab kabul iya berhasil ucapkan hanya dengan sekali tarikan nafas. Semua yang berada di ruangan itu yang telah menjadi saksi pun merasa bahagia terutama orang-orang terdekat dari sang mempelai.
Setelah ijab kabul selesai, mempelai wanita pun dipanggil untuk menandatangani surat nikah.
Kemudian penghulu menyuruh Arina menyalami dan mencium tangan Arnan yang sudah menjadi suaminya sekarang. Begitupula sebaliknya, Arnan mencium kening Arina yang kini menjadi istrinya.
" Wah ternyata kau menikah mudah Rin hahaha " Kata Ellin menghampiri Arina yang sudah berdampingan dengan Arnan.
" Hahaha jangan lupa yah Rin, nanti kasi tau aku bagaimana cara dan rasanya agar aku jadikan sebagai bahan ajaran dan agar nantinya aku sedikit berpengalaman " Ujar Putri lalu memeluk Arina.
Arina yang mendengar itu merasa sangat malu dan jangan tanya lagi mukanya seperti apa. Karena sekarang mukanya sudah seperti kepiting rebus saking malunya. Arnan yang melihat ekspresi Arina hanya terkekeh.
Salim dan Rendy yang juga kebetulan ada diantara mereka pun terheran heran mendengar penuturan dari Putri.
" Yaela Put. Kalo loh mau banyak pengalaman yah ajak pacar " Kata Ellin yang langsung mendapatkan pukulan dari Salim.
Ellin yang merasa kepalanya sakit pun cemberut kesal.
" Hahaha loh mau rusak gue anjim " Putri dengan ketus lalu menoyor kepala Ellin.
" Apakah siswa seperti kalian yang masih bau kencur pantas untuk berbicara seperti itu " Kata Rendy dengan suara yang menyeramkan.
" Pak...pak Rendy, matilah sudah aku " Batin Putri mematung.
__ADS_1
" Ya Allah ya Rabbi tolong lah hambamu yang tidak tau apa apa ini " Batin Ellin.
" Pak Rendy hehehe " Putri cengengesan melihat Rendy menatapnya dengan horor.
Tak lama setelah itu datanglah kedua sahabat Arnan yang sudah jarang bertemu apalagi setelah kematian Aisyah salah satu sahabat mereka.
" Wah wah wah, lihatlah sahabat kita Dit ! dia sudah menikah hahaha " Kata Martin kepada Radit yang sudah memeluk Arnan.
" Haha semoga langgeng bro dan jangan lupa kau buatkan aku ponakan sebanyak mungkin " Kata Radit agak sedikit berbisik.
" Tenang saja bro. Jangan remehkan keperjakaanku " Jawab Arnan yang juga sedikit berbisik.
" Aish kenapa berbisik bisik sih. Takut banget aku dengar " Batin Arina dengan bibir yang sudah monyong.
" Kenapa tuh bibir monyong hm? kayak mulut bebek aja " Ujar Arnan mendekati Arina lalu tertawa.
Arnan yang telah berhasil membuat Arina kesal pun hanya terkekeh. Ia tak pernah menyangka kalau ia akan menikah dengan gadis mudah yang mungil. Tapi iya begitu bersyukur karena iya dapat menikahi gadis yang memang iya cinta.
" Aduh kak, kapan selesainya ini? ini udah tiga jam kita berdiri loh kak " Kata Arina cemberut dengan kaki yang sudah dihentak hentakkan di lantai.
" Iya iya sebentar lagi " Jawab Arnan lalu memberikan jus kepada Arina.
" Huff perasaan pernikahan ini mendadak, tapi kenapa ramai sekali " Ujar Arina yang sedari tadi tidak mau diam.
" Kalau mama gue yang udah bertindak. Maka janganlah bertanya " Jawab Arnan.
Acara resepsi pernikahan terus berjalan. Semua tamu memberi selamat kepada kedua mempelai yang telah disatukan oleh pernikahan. Semuanya terlihat berbahagia menikmati acara.
__ADS_1
.
.
.
TAMAT
.
.
.
.
.
HEHE BELUM TAMAT KOK,
HAY GUYS MAAF YA TIDAK KONSISTEN DALAM UP NYA. BENAR BENAR SIBUK DENGAN TUGAS.
HEHEH TAPI INI UDAH UP KAN😁
Komen yah guys kalo kalian masih menginginkan lanjutannya.
Selamat membaca😍😍
__ADS_1