Seorang CEO Menikahi Gadis SMA

Seorang CEO Menikahi Gadis SMA
BAB 24


__ADS_3

Namun ternyata nasib buruk menyertai mereka bertiga pasalnya guru mata pelajaran pertama sudah masuk.


" Minggu lalu saya berikan tugas dan sekarang kumpulkan semuanya " Guru killer itu dengan nada suara yang begitu berat membuat semua siswa yang mendengarnya mendingik ngeri.


" jika ada diantara kalian yang tidak mengerjakannya maka harus menerima hukuman dua kali lipat " Lanjut guru killer itu dengan wajah yang menyeramkan.


Arina beserta kedua sahabatnya semakin merasa takut akan ancaman dari guru killer itu. Mereka jadi mengingat masa-masa mereka bertiga mendapatkan hukuman di sekolah lamanya.


" matilah sudah kita " Kata Arina yang menendang kedua kaki Putri dan Ellin.


" Siap-siap saja terjung kelapangan " kata Ellin.


" Sebentar lagi matahari akan merasa bahagia karena melihat kita berlama-lama di lapangan " Lanjut Putri.


" iya sepertinya akan seperti itu " Kata Arina membenarkan.


Semua siswa yang ada di kelas itu mengumpulkan tugas kecuali mereka bertiga. Guru yang memulai menghitung tugas siswa merasa tidak cukup dengan jumlah siswa keseluruhan. Dengan tegas iya pun mengeluarkan suara yang begitu menyeramkan.


" Siapapun yang tidak mengumpulkan tugas maka harus siap menerima hukuman yang berat " Suara yang begitu nyaring terdengar diseluruh telinga para siswa.

__ADS_1


" yang tidak kumpul berdiri " Guru itu kembali bersuara dengan tatapan yang seperti ingin memangsa lawangnya.


Arina beserta kedua sahabatnya bergidik ngeri melihat tatapan sang guru yang seperti sudah siap memangsa apalagi sepertinya guru itu sudah menyadari bahwa mereka bertiga lah yang tidak mengerjakan tugas.


Karena takut hukuman akan ditambahkan membuat ketiga gadis itu dengan pasrah berdiri lalu melangkah ke depan di samping meja guru.


Ketiganya sudah menyangka kalau hukuman yang diberikannya berupa kenang-kenangan yang akan terlihat. Guru yang amat galak itu mengambil gagang sapu yang terbuat dari kayu kemudian memukulkannya kepada ketiga gadis itu. Semuanya tak menunjukkan ekspresi apapun apalagi rasa sakit akibat pukulan tapi rasa malu lah yang mereka tanggung.


Setelah ketiganya sudah diberi pukulan, guru itu kembali menyuruh mereka untuk meninggalkan kelas. Tak hanya itu mereka bertiga juga rupanya diberikan tugas tambahan yang tak terhitung banyaknya.


" semoga saja itu guru tersedak saat makan pisang lalu mati " Gerutu Ellin yang sudah berada diluar kelas.


" pasti sebentar atau besok kenang-kenangan itu akan terlihat di betis kita " Lanjut Ellin dengan emosi.


" kejam, sungguh kejam. Dimana tugas ditambahkan lagi " Kata Arina yang kesal.


Karena kesal akhirnya ketiga gadis itu pergi ke kantin untuk mengisi perutnya.


 

__ADS_1


Di kantor


Arnan yang sibuk dengan beberapa berkas mendapatkan telpon dari mamanya.


" halo mah "


" kamu itu yah, kamu udah di Indonesia tapi tak mengunjungi mama biar sekali pun " teriakan mama Desi yang membuat telinga yang mendengarnya jadi otw tuli.


" mama tahu sendiri kan kalau aku sekarang ini lagi sibuk " jawab Arnan memberi alasan.


" kamu itu yah kerja terus. Pokonya kalau kamu tak membawa calon menantu untuk mama maka mama sendiri yang akan mencari mumpung besok mama akan ke Jepang. Di sana kan ada anak Tante Rita " Kata mama Desi.


Arnan yang mendengarnya pun hanya biasa-biasa saja toh mamanya itu selalu saja ingin menjodohkannya.


" terserah mama aja deh, tapi kalau soal istri aku sudah punya pilihan sendiri mah, masih gadis lagi " Kata Arnan yang menekankan kata masih gadis lagi karena iya sebenarnya memang tahu kalau wanita yang dipilihkan oleh mamanya itu adalah wanita yang kerjanya hanya meng-ekori pria kaya apalagi kalau dompetnya tebal.


" Wah kalau begitu, bawah saja ke rumah. mama mau ketemu " Kata Mama Desi dengan penuh antusias. Arnan pun hanya mendengus kesal mendengar semangat sang mama jika sudah menyangkut soal menantu.


Ditunggu kelanjutannya yah.

__ADS_1


jangan lupa vote, like and komen.


__ADS_2