
Arnan yang sudah berada di kursi kebesarannya pun hanya bisa mendengus melihat beberapa masalah yang terjadi akhir akhir ini diperusahaannya.
Iapun akhirnya menyuruh sang asisten untuk menyelidiki segalanya.
" Kau ini tidak becus sekali, begini saja kau tidak bisa menanganinya " Suara Arnan yang kian meninggi membuat Salim merasa ingin menendang bos sekaligus sahabatnya itu.
" Santai lah bro "
" Kamu bilang santai hha? Ini adalah perusahaan yang aku rintis dari nol dan kau dengan mudahnya bilang santai? Mau disiram air panas kayaknya kau ini " Teriak Arnan.
" Bos jangan suka marah marah dan dengarkan dulu penjelasan ku. Jangan sampai nanti anakmu baru keluar di dunia tapi suaranya kaya toa " Jawab Salim disertai dengan candaan.
Naas bukannya Arnan ketawa tapi malah iya mendapatkan lemparan piala yang dilempar mengenai mulutnya. Alhasil mulutnya membengkak dan lebih besar lima kali lipat dari bibir sexi nya.
Bukannya merasa bersalah karena telah melempar sahabat sekaligus asisten pribadinya. Ia malah mengancam Salim untuk tidak memberinya gaji selama satu tahun.
" Sumpah bos anakmu nanti kayaknya bakal tidak sesuai dengan apa yang bos harapkan. Ibunya sudah berandalan di sekolahnya dan ayahnya pun seperti psikopat. Entah jadi apa nanti anakmu bos " Ujar Salim meringis memegang bibirnya.
" Sekali lagi kau bilang istriku berandalan maka " Belum juga Arnan mengakhiri ucapannya tapi Salim sudah menyelanya lebih dulu.
" Maka akan kukirim kau di tempat terpencil di dunia "
" Maafkan hambamu ini bos " Ujar Salim saat melihat tatapan mematikan yang dilemparkan oleh Arnan.
" Begini aku sengaja tidak melakukan pergerakan saat ini karena sekarang aku sedang memantau sekertaris mu itu. Jika dugaanku benar maka benar jika sekertaris barumu itu dalam balik semua ini "Jelas Salim.
" Maksudmu apa? Jadi kau pikir sekertaris sialan itu yang menyebabkan masalah masalah ini diperusahaanku ? " Tanya Arnan dengan serius.
__ADS_1
" Iya, dan aku yakin sekali itu. sudah beberapa kali aku mendengar iya berbicara di telpon dan gerak geriknya juga sangat mencurigakan "
" Cari tahu dan jangan lupa kirim orang orang ku untuk mengawasi pergerakannya " Titah Arnan.
" Baiklah aku pergi " Kata Salim langsung meninggalkan Arnan. Yang membuat Arnan mengeram melihatnya. " Dasar asisten sialan " Umpatnya dalam hati.
Disisi lain Arina yang sedang menjalani home schooling merasa sangat bosan dan jenuh. Rasanya iya ingin menonjok suaminya yang melarangnya untuk ke sekolah tapi nyatanya iya tak bisa membantah tita suaminya yang satu ini.
Semua pelajaran yang dipelajarinya saat itu tidak ada yang masuk di otaknya. Percuma sungguh percuma. Kesal sekali perasaanya saat ini tapi mau tak mau iya harus sekolah walau itu sebatas home schooling.
" Huffff " Arina menarik nafas dalam dalam lalu membuanya. Belajar sendiri sungguh melelahkan apalagi sekarang perutnya sudah terlihat buncit di usia kandungannya yang mau memasuki bulan ke empat.
" Terimakasih ibu guru. Walaupun aku sama sekali tak mengerti apa yang ibu guru ajarkan " Kata Arina tanpa rasa berdosa yang membuat guru yang mengajarnya saat itu hanya bisa mendengus kesal.
" Baiklah kalau begitu. Ibu permisi "
" Sabar yah nak, nanti kita adukan sama Daddy " Ujar Arina pura pura bertambah sedih.
" Ya Allah bocah mengandung bocah yah gini jadinya " Batin Ibu guru itu.
" Kok ibu guru nggak pulang sih? katanya tadi mau pulang " Timpal Arina.
" Eh baiklah permisi. Pelajaran akan dilanjutkan besok dengan materi baru " Ucap ibu guru itu lalu pergi meninggalkan Arina.
" Huffff semoga saja jika anaknya nanti lahir sifatnya tidak aneh " Batin ibu guru itu dengan kesal.
Arina yang sekarang hanya bersantai setelah merasakan lelahnya belajar. Pikirannya terbang ke sana kemari memikirkan suaminya.
__ADS_1
" Ah telpon ajalah, aku kangen " Ujarnya lalu menyambar Hp nya yang iya letakkan di atas meja.
" Halo suamiku sayang " Kata Arina dengan manjanya setelah telponnya terhubung dengan suaminya.
" Apa kau baik baik saja di rumah sayang hm? " Kata Arnan dibalik telpon.
" Iya Hubby tapi "
" *Tapi apa sayang hm? " Tanya Arnan penuh lembut.
" Apapun kemauanmu maka suamimu yang ganteng nya tidak diragukan akan mengabulkannya " Kata Arnan lagi*
" Janji Hubby "
" Iya sayang janji "
" Aku mau Hubby membelikanku keong sawah. Aku sangat menginginkannya saat ini Hubby " Rengek Arina.
" tapi sayang dimana kita mau dapat keong sawa "
" Tidak ada tapi tapian, pokoknya cari sampai ketemu " Kata Arina lalu mematikan telponnya.
Arnan frustasi memikirkan dimana iya mau mendapatkan keong sawah.
Iyah disawa lah Tuan Arnan (batin author.🤣🤣. )
Jangan lupa like , vote and komen yah🙏🙏
__ADS_1