Seorang CEO Menikahi Gadis SMA

Seorang CEO Menikahi Gadis SMA
BAB 39


__ADS_3

Pagi hari ketika matahari sudah mulai menampakkan wujudnya yang dapat menyinari segala kegelapan. Semua orang mulai melakukan aktivitasnya masing-masing. Tapi tak sedikit pula yang masih setia dengan empuknya kasur dan lembutnya selimut. Ditambah lagi dengan angin sepoi-sepoi yang menambah rasa ingin berlama lama menggelayut dibalik selimut dan nikmatnya memeluk guling.


Begitupula dengan dua insan yang masih setia dengan mimpi indahnya tanpa menyadari hari sudah semakin terang. Rasa nyaman menyelimuti keduanya yang tanpa sadar saling menghangatkan satu sama lain.


Rasa berat yang menindih tubuhnya membuat iya terbangun dari tidurnya padahal mimpi indahnya belum happy ending 🤣🤣. Dirasanya kaki yang panjang dan tangan yang melingkar di tubuhnya serta kepala bulat yang mendekap di dada bidangnya. Mata yang sudah terbuka sempurna dan senyum mengembang di bibirnya saat iya melihat gadis mungilnya sedang memeluknya seperti guling dan lebih parahnya lagi gaya tidur yang persis preman pasar. Ditambah lagi bibir gadis itu yang sedikit terbuka serta air liur yang mengalir bahkan sudah mengalir sampai ditelinga.


" Astagfirullah " Batin Arnan melihat istrinya yang gaya tidurnya tidak mencerminkan gadis shaleha.


Karena tak mau mengganggu tidur istrinya itu akhirnya ia pun memejamkan matanya kembali tapi sesaat iya merasakan pergerakan gadis itu.


Arina yang melihat dirinya memeluk Arnan dengan eratnya merasa sangat malu dan untungnya Arnan suaminya masih tidur nyenyak. Pikirnya ).


Dengan muka bantalnya itu iya menatap suaminya dengan lekat dan betapa terpukaunya iya melihat ketampanan suaminya yang bertambah kali lipat.


" Sudah puas menatapku hm? Aku tahu kalau suamimu ini tampan " Kata Arnan yang masih pura pura tidur.

__ADS_1


Arina yang mendengarnya langsung melotot dan mukanya memerah seperti tomat. Ia langsung menyembunyikan mukanya yang memerah itu di dada bidang Arnan. Arnan yang melihat itu hanya terkekeh dan mengusap lembut pucuk kepala istrinya.


" Kenapa malu hm? aku itu sekarang suamimu " Tanya Arnan.


Baru juga Arina mau menjawabnya tapi terdengar ketukan pintu dari luar kamar. Arnan merasa kesal karena ada yang mengganggunya di pagi hari.


" Kak kita udah kesiangan. Ayo bangun " Kata Arina lalu menarik tangan Arnan untuk bangun. Tapi tenaga Arnan jauh lebih kuat dari Arina sehingga Arina jatuh tepat di atas tubuh Arnan dan lebih sialnya lagi Arina mencium bibir Arnan dan tambah tambah memalukannya lagi karena iya menyukainya dan tak melepaskan bibirnya itu.


Ia seakan candu dengan suaminya itu. " Khem " Arnan berdehem menyadarkan Arina dan langsung lompat dari kasur dan berlari masuk ke kamar mandi dengan nafas yang terengah-engah.


Setelah mandi iya keluar dengan jeans warna putih dan kaos oblong warna hitam dengan rambut yang diikat sembarangan. Fashion yang memang identik dengan anak remaja.


Ternyata Arnan sudah menunggunya dan kemudian turun untuk sarapan karena sudah hampir sepuluh maid yang datang ke kamarnya untuk memanggilnya sarapan.


Sesampainya iya di meja makan iya langsung duduk.

__ADS_1


" Khem bangun telat nih eee " Ledek Mama Desi.


" Mama ini,,,jangan diledek kayak gitu dong. Kayak aja enggak pernah ngerasain rasanya lelah akibat " Kata Papa Dimas yang langsung diinjak oleh istrinya.


" Hehehe ayo dimakan sayang. Mama tau kok kamu pasti capek " Titah Mama Desi untuk Arina yang belum mengambil makanan sedikit pun.


" Iya kan Arnan sayang " Lanjut Mama Desi yang berhasil membuat Arnan hampir tersedak.


" Aduh Mah! mama ini bagaimana sih aku bilang tadi jangan diledekin " Kata Papa Dimas dengan senyum meledek.🤣🤣


" Aduh Pa, aku tuh enggak sabar tahu punya cucu " Ujar Mama Desi tanpa rem.


Arina yang mendengarnya memerah dan sangat malu. " Oh tuhan, mertua macan apa ini namanya? " Batin Arina.


Jangan lupa tinggalkan jejak okayyy😊😊

__ADS_1


__ADS_2