Seorang CEO Menikahi Gadis SMA

Seorang CEO Menikahi Gadis SMA
BAB 59


__ADS_3

Arina yang kesal karena keinginannya tidak dipenuhi oleh Ellin pun pulang ke mansion suaminya. Ia langsung naik ke kamarnya tanpa iya sadari Arnan yang sedang berada di ruang tamu sedang mengobrol dengan beberapa kolega bisnisnya.


" Maaf sepertinya pembicaraan ini sampai disini saja "


" Salim urus semuanya " Lanjut Arnan lalu berlalu meninggalkan semua kolega bisnisnya yang terlihat bengong.


" Maaf Tuan James dan Tuan Ans. Kita lanjutkan di kantor " Kata Salim memohon maaf kepada kedua pebisnis penting itu. Ia sangat kesal akibat Arnan yang dengan mudahnya meninggalkan pembicaraan hanya karena ingin menyusul istrinya yang terlihat kesal.


Jangan ditanya bagaimana reaksi dari kedua orang itu. Mereka hanya terlihat heran karena setahu mereka Tuan Arnan Wijaya adalah orang yang sangat konsisten terhadap pekerjaan. Ia adalah orang yang tak mudah meninggalkan pekerjaan.


" Baiklah Tuan Salim, kita bahas di lain waktu saja " Kata Tuan James.


" Kalau begitu kami mohon undur diri Tuan " Kata Tuan Ans.


Arnan yang sudah masuk kamar melihat istrinya sedang duduk melamun di balkon. Ia segera menghampiri istri kecilnya itu dan memeluknya dari belakang. Diciumnya tengkuk istrinya itu.


" Hubby " Kata Arina dengan sangat manja.


" Iya sayang, kenapa kau terlihat sangat kesal hm ? " Kata Arnan lagi sambil menggigit kecil telinga Arina. Arina yang mendapatkan itu langsung bergairah. Iya langsung membalikan tubuhnya menghadap suaminya.


Arina memeluk Arnan dengan penuh nafsu. Bahkan iya dengan agresifnya mencium bibir Arnan dengan rakusnya. Tak hanya itu tangannya sudah menjalar kemana mana.


Arnan yang menyadari tingkah istrinya yang sudah diselimuti oleh nafsu pun dengan cepat menggendong tubuh kecil itu masuk ke kamar dan melemparnya ke kasur.


Tubuh keduanya sudah saling menegang. Ditambah Arina yang semakin gila membuka kancing kemeja Arnan. Arnan mendorong tubuh Arina agar berbaring, Iya segera membuka seluruh pakaiannya dan setelah itu iya membuka semua pakaian yang melekat ditubuh istrinya.

__ADS_1


Tak terasa siang itu mereka menghabiskan waktu berdua di ranjang dengan rasa gairah yang menggebu gebu. Hampir tiga jam mereka melakukannya. Desahan dan erangan keduanya benar benar membunuh tubuh yang mendengarnya.


" Sayang terima kasih " Bisik Arnan yang turun dari tubuh istrinya dan kemudian memeluknya dari samping.


Keduanya akhirnya tertidur karena kelelahan.


Pukul empat sore Arina membuka matanya dan merasa tangan melingkar di perutnya. Dan ternyata itu adalah Arnan suaminya.


" Ganteng " Ujar Arina dengan suara yang sangat kecil.


" Memang suamimu ini ganteng " Kata Arnan yang matanya masih terpejam.


Arina malu bukan main, mukanya memerah seperti kepiting rebus. Ia menenggelamkan mukanya di dada bidang Arnan agar wajahnya tak dilihat oleh suaminya itu.


" Hubby " Rengek Arina.


" Sudah sudah ayo ke kamar mandi, kita mandi bersama " Ajak Arnan.


" Tidak mau " Jawab cepat Arina. Ia takut kejadian tadi siang terulang.


" Hubby kau duluan saja " Rengek Arina melihat tatapan suaminya. Arnan menurut saja karena melihat mood istrinya akhir akhir ini dengan cepatnya berubah ubah.


Arnan dengan cepat membersihkan dirinya dan kemudian keluar setelah menggunakan pakaiannya dengan lengkap.


Arina yang melihat Arnan sudah keluar pun dengan segera berdiri setelah iya menggulung tubuhnya dengan selimut. Saat sudah berdiri perutnya terasa keram dan sakit.

__ADS_1


" Akhhhhhh sakit " Teriak Arina mencengkram perutnya.


" Sayang " Teriak Arnan menghampiri istrinya yang kesakitan.


" Hubby perutku sangat sakit " Pekik Arina diiringi dengan tangisan.


Arnan kalang kabut melihat istrinya kesakitan. Ia langsung memasang kemeja ke tubuh Arina. Dengan cepat iya langsung membawa Arina dengan gendongannya.


" Saliiiiimmmmmmm " Teriak Arnan bak orang gila.


Salim yang sedang makan cantik di meja makan pun tersentak kaget. Ia langsung lari keruang tengah setelah mendengar teriakan dari bosnya yang menurutnya gila itu.


" Astaga dia kenapa bos ? "


" Tidak usah banyak tanya. Cepat siapkan mobil " Bentak Arnan.


Arnan dengan cepat mengikuti Salim dan segera masuk ke dalam mobil. Iya memeluk tubuh kecil istrinya yang masih mencengkram kuat perutnya.


" Hubby sakit " Tangis Arina pecah yang berhasil membuat Arnan pun meneteskan air matanya.


" Tidak sayang, kamu harus kuat " Kata Arnan disela sela tangisnya sambil mengelus-ngelus perut Arina.


Arina yang merasakan perutnya dielus pun merasa nyaman, rasa sakit yang iya rasakan seakan berkurang drastis. Ia pun mencoba memejamkan mata meski sakit belum seutuhnya hilang. Keringat yang membanjiri keningnya pun dengan derasnya menetes beres ke pipi mulusnya.


Jangan lupa like vote dan komentar nya yah agar aku bisa memperbaiki cerita kedepannya🙏👏

__ADS_1


__ADS_2