
" Selamat datang ratuku "
Tak lama kemudian iya mendengar suara yang begitu familiar di telinganya. Air matanya turun tanpa permisi dan senyum mengembang di bibirnya.
Iya membalikan tubuhnya dan dilihatnya pria yang selalu ada dan namanya selalu terukir di dalam hatinya yang kini pria itu sudah menjadi suaminya.
Rasa terharu menjalar di seluruh tubuhnya, selama hidup iya baru merasakan kebahagiaan dicintai oleh seseorang dengan tulus mencintainya.
Ia melangkah menghampiri suaminya dengan bibir yang tak henti tersenyum dan air mata bahagia membasahi pipi cantiknya.
Arina langsung memeluk suaminya dengan begitu eratnya dan dirasakannya kehangatan yang sungguh menenangkan jiwa.
" Makasih Mas, karena sudah menyiapkan semua ini untukku " Kata Arina yang masih menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
Arnan begitu terharu mendengar istrinya. Ia melepaskan pelukannya dan dihapusnya sisa sisa air mata yang masih ada. Arnan begitu terpesona melihat istrinya yang terlihat begitu cantik malam ini.
__ADS_1
Arnan yang melihat bibir Arina yang merah nan tipis membuat ia ingin merasakan betapa manisnya benda itu. Dan dengan tanpa aba aba iya langsung mencium bibir Arina.
Arina yang mendapat ciuman dadakan hanya menerima nya tanpa menolak. Arnan yang sudah tak mendapatkan penolakan pun langsung menggigit bibir istrinya agar mau membuka mulutnya. Lalu iya kemudian menjelajahi setiap rongga yang ada di bibir istrinya itu. Lama kelamaan ciuman itu semakin panas, keduanya baik Arnan maupun Arina sudah saling menghisap bibir satu sama lain.
Sampai Arnan menyudahi ciumannya karena merasa kalau istrinya sudah hampir kehabisan nafas. Ditatapnya istrinya itu yang wajahnya sudah memerah seperti tomat, lalu iya mengusap pipi yang merona itu dan terakhir mengusap bibir yang masih sedikit basa dan bengkak akibat ulahnya. Seakan tiada puasnya, Arnan pun kembali menyerang istrinya itu dengan ciuman yang begitu mendalam.
Arina merasa sesuatu yang berbeda saat ciuman itu semakin lama. Ia seakan merasa kenikmatan yang baru iya rasakan. Ia pun hanya mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami dengan bibir yang masih setia memadu satu sama lain.
Sampai nafas keduanya terengah-engah lalu mengakhiri ciuman yang begitu nikmat itu.
Arina yang mendengarnya langsung merona dan sangat malu. " Apa apaan sih mas " Jawab Arina memukul dada bidang suaminya.
" Ayo kita makan bersama sayang " Kata Arnan lalu menggandeng tangan istrinya menuju meja makan yang dihias dengan begitu indahnya.
Keduanya sudah duduk dimeja makan.
__ADS_1
" Sayang sebelum kita makan aku ingin mengatakan sesuatu " Kata Arnan.
" Mau mengatakan apa Mas? katakanlah " Jawab Arina.
" Kamu harus tahu sayang kalau aku begitu mencintaimu dan hanya kamu satu satunya wanita yang mampu merubah hidupku. Aku hanya meminta kepadamu suatu hari nanti jika kau mengetahui sesuatu fakta mengenai diriku maka percayalah padaku kalau hanya kamu yang paling aku cinta " Kata Arnan yang sudah mau meneteskan air matanya tapi sekuat tenaga iya akan terlihat tegar di depan istri kecilnya itu.
Arina yang mendengarnya merasa kalau suaminya itu menyimpang rahasia yang begitu besar dan iya pun tidak tahu karena hanya tuhan dan author lah yang tahu.
Arnan yang melihat istrinya hanya menampakkan raut wajah penasaran pun langsung menggenggam kedua tangannya dan berkata " Percayalah sayang kepada suamimu ini kalau aku begitu mencintaimu. Dan berjanjilah, kumohon berjanjilah jangan tinggalkan aku sendirian " Kata Arnan yang mendapatkan anggukan dari Arina.
Arina hanya bisa mengikuti permintaan kecil suaminya itu walaupun iya ingin tahu apa sebenarnya rahasia dibalik hidup suaminya itu karena mendengar kata katanya tadi maka suaminya itu seperti menyimpan sesuatu cerita.
Arnan tersenyum lega melihat istrinya Arina menganggukkan kepala " Jangan tinggalkan aku sayang, aku mencintaimu. Dan mungkin malam ini aku belum bisa mengatakan satu fakta lagi jika mantan kekasihmu itu ada adik kandungku sendiri " Batin Arnan.
Hay selamat membaca😍
__ADS_1
Jangan lupa vote sebanyak banyaknya dan like serta komen yah agar aku tetap semangat nulisnya.