Seorang CEO Menikahi Gadis SMA

Seorang CEO Menikahi Gadis SMA
bab 60


__ADS_3

Sesampainya Arnan di rumah sakit iya langsung menggendong istrinya masuk dan tentunya ia berteriak teriak seperti orang gila memanggil dokter.


Sesaat kemudian Arina sudah ditangani oleh beberapa dokter.


" Jika terjadi sesuatu dengan istriku maka kalian harus mati " Bentak Arnan dengan suara lantang.


" Tenang tuan. sa...saya akan berusaha dengan keras " Jawab dokter wanita itu dengan gugupnya. Dokter itu langsung masuk kedalam ruangan karena tak mau jika berlama lama berhadapan dengan Tuan sekaligus pemilik rumah sakit itu.


Arnan hanya mondar mandir di depan pintu. Ia merasa sebagian tubuhnya hilang melihat istrinya begitu kesakitan. Yang iya pun belum tau sebab dari kesakitan itu. Iya mulai berfikir bahwa mungkinkah iya terlalu brutal waktu iya meniduri istrinya tadi siang.


Salim yang jengah melihat bosnya mondar mandir dengan jahilnya bertanya.


" Bos apa sebenarnya yang terjadi ? " Tanya Salim.


" Huffff sepertinya serangan bos sangat.. " Belum juga Salim melanjutkan ucapannya tapi sudah disela oleh Arnan dengan tatapan mematikan.


" Sekali kau bicara maka ku kirim kau di desa terpencil di dunia " Kata Arnan dengan tatapan tajamnya.


" Bos arogan " Batin Salim.


Tak berapa lama dokter keluar dengan wajah yang terlihat sangat khawatir ditambah lagi dengan tatapan dari Arnan yang seakan membunuh dokter itu.


" Tuan istri anda tidak kenapa napa tapi... " Ucap Dokter itu terhenti.


" Tapi kenapa ? " Bentak Arnan tak sabaran.


" Tapi bayi anda begitu lema karena sepertinya baru saja iya mendapatkan guncangan yang dahsyat " Kata Dokter itu ketakutan sekaligus menahan tawa.


Salim yang mendengarnya hampir memecahkan tawanya tapi iya tahan karena masih sayang dengan nyawanya. Iya tahu arti pembicaraan dokter.

__ADS_1


" Maksudmu apa hha ? " Tanya Arnan dengan keras.


" Bayi apa maksudmu ? "


" Astaga masa dia tidak mengerti ucapanku sama sekali " Batin Dokter itu.


" Maaf Tuan, di dalam perut istri anda ada seorang bayi. Istri anda sedang mengandung dan kini usianya sudah berjalan dua bulan lebih. Dan sepertinya kandungannya sangat lemah karena keseringan mendapatkan tekanan dan guncangan guncangan dahsyat " Jelas Dokter itu tanpa tersisa.


Arnan yang mendengarnya langsung menitikkan air matanya. Ia tak tahu jika didalam perut istrinya itu sudah tumbuh benih di dalamnya. Ia hampir saja membunuh mahluk tak bersalah itu karena permainannya yang tak mengenal waktu.


Iya langsung menerobos masuk ke dalam ruang rawat. Dengan cepat iya menghampiri istrinya yang terbaring lemah. Iya memegang tangan istrinya dan menciumi seluruh wajahnya.


Arina yang merasa jika dirinya diciumi pun membuka mata dan iya melihat suaminya sedang menatapnya dengan air mata yang tertahan.


" Maaf "


" Hubby kenapa menangis ? " Tanya Arina bingung.


" Hubby nggak usah hawatir okey. sekarang aku tidak kesakitan lagi " Ujar Arina lagi sambil membelai pipi suaminya.


Arnan mengangguk " Sayang "


" Iya Hubby ? "


" Di dalam sini " Kata Arnan sambil mengelus perut Arina.


" Di dalam sini ada anak kita sayang " Kata Arnan memejamkan matanya. Iya benar benar takut jika istrinya yang masih sangat mudah itu tak menerima kehamilannya.


Arina bengong belum bisa mencerna apa yang dikatakan suaminya. Anak ? di perut ? Apakah iya sedang mengandung ? kira kira itulah yang mengisi otak Arina setelah mendengar penuturan suaminya.

__ADS_1


" Hub....hubby "


" Iya..iya sayang "


" Apakah aku bisa mengurus anak ? " Tanya Arina yang sudah menangis.


Arnan mengerti ketakutan istrinya itu. Iya bisa mengerti istrinya yang masih terlalu mudah. yang dimana iya tahu bahwa istrinya saja masih sangat butuh seseorang untuk merawatnya. Dan sekarang kenyatannya iya lah yang harus merawat seorang anak.


" Aku yakin kamu pasti bisa sayang " Kata Arnan lagi dengan suara lemah.


" Tapi aku juga tidak bisa melihatmu kesakitan sayang. Kau bisa merelakan anak ini jika... " Ujar Arnan tapi seketika Arina menutup mulutnya agar tak melanjutkan ucapannya lagi.


" Tidak akan. Anak ini sudah menjadi milik kita, jadi sudah sewajarnya aku menjaganya sampai iya bisa melihat dunia " Kata Arina sesugukan.


Arnan langsung memeluk istri kecilnya dengan erat. Mulai saat ini iya berjanji akan memprioritaskan istri dan calon anaknya.


.


.


.


.


Haduh guys maafkan author ini yang samakin kesini, ceritanya semakin nggak jelas dan terkesan lebay.


Huffff maklumlah ini karya pertamaku dan masa belajar juga🙏🙏.


Maaf kalau ceritanya tak sesuai dengan harapan kalian. Sesungguhnya aku menulis cerita ini tak menggunakan alur. Aku hanya menulis sesuai dengan apa yang ada di pikiranku saat itu juga🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2