
Kedua sepasang suami istri yang baru baru ini resmi menjadi orang tua, pun diselimuti rasa bahagia dengan kedatangan malaikat kecil mereka.
" Sayang, itunya sakit tidak ? " Tanyanya menunjuk area sensitif Arina.
pertanyaan macan apaan itu
" Lumayan sakit Hubby "
" Maaf ya sayang, gara gara aku kamu jadi kesakitan begini "
" Kenapa kamu berkata begitu, bukankah semua perempuan mengalami hal yang sama. Justru aku bahagia Hubby, karena bisa menjadi seorang ibu " Jelas Arina.
" Tapi aku lihat kemarin pagi kamu begitu kesakitan yang "
" Itukan sudah fitrahnya seorang perempuan hubby " Jelasnya lagi dengan malas karena suami gedenya itu terlihat bodoh.
" Lalu kapan aku bisa memasuki lubang kesayanganku yang " ujarnya dengan tatapan mesum yang langsung mendapatkan pukulan di kepalanya.
" Awwww sakit yang "
" Habis pikiran kamu mesum terus "
" Tapi kamu suka kan ? " Goda Arnan melihat istri kecilnya itu kesal karena ulahnya.
__ADS_1
" Iya suka, suka banget malah " Ucap Arina memutar bola matanya malas.
Obrolan receh itu terhenti kala sang bayi menangis,
" Baby boy nangis yang " Ujarnya lalu mengambil bayi mungil itu.
Terlihat bayi laki laki yang belum memiliki nama itu menyusu dengan rakusnya.
" Pelan pelang sayang, tidak ada yang akan mengambilnya " Katanya dengan membelai pipi merah mungil itu.
Setelah menyusui baby boy, Arina yang berniat untuk tidur pun terbangun kala sahabatnya datang menemuinya.
" Wah Arina, rasanya aku juga mau punya anak " Ucap Ellin dengan hebohnya saat melihat baby boy yang di dominasi oleh Arnan.
" Yah tuhan, suaramu itu loh. Bisa tidak dikecilin " Ujar Arina sambil mendaratkan bantal di kepala Ellin.
" Jangan mengganggu ketenangan anakku " Suara bariton itu terdengar dari arah toilet.
" Idih, suami loh tambah posesif Rin " Kesal Ellin
" Itu belum seberapa hahaha " Jawab Arina dengan tertawa kecil.
Selama hamil Ellin selalu ada di dekat Arina, selalu direpotkan oleh keinginan keinginan yang menurut Ellin itu sangat menyusahkan, bahkan iya harus ikut belajar dari rumah untuk menemani si bumil.
__ADS_1
Kadang mereka juga merindukan persahabatannya dengan Putri yang entah pergi kemana, bagaimana dan seperti apa keadaanya. Sahabat yang sudah dianggap saudara oleh mereka berdua.
Bahkan sudah hampir setahun Putri pergi entah kemana.
" Rin, Putri baik baik saja kan saat ini " Tanya Ellin dengan sendu mengingat sahabatnya itu.
" Kita doakan saja, semoga Putri baik baik saja di manapun iya berada " Jawabnya dengan raut wajah sedih.
Tanpa mereka berdua ketahui sahabat yang mereka rindukan itu kini juga sedang berjuang antara hidup dan mati.
Sementara Di belahan bumi lainnya, tepatnya di Amerika. Terlihat bayi mungil yang baru saja hadir di dunia itu tak hentinya menangis. Tapi sang ibu tak kunjung membuka mata, jangankan buka mata tanda tanda bangun saja tidak ada.
" Tenang lah nak, ibumu pasti akan cepat bangun " Berusaha menenangkan sang cucu yang kini berada dalam gendongannya.
Bayi merah itu tetap saja menangis dengan kerasnya membuat iya merasa sangat khawatir sekaligus takut. Beruntung kala bayi mungil itu mau meminum susu formula yang telah disediakan.
Rasa penyesalan kala mengingat iya dengan mudahnya menerima permintaan Putri untuk di bawa jauh dari Indonesia. Bukan penyesalan karena merasa terbebani tapi rasa penyesalan kala mengingat kembali bahwa alasan Putri ingin meninggalkan Indonesia itu agar tak pernah ketemu ayah dari anak yang telah dikandungnya.
" Mungkin saja saat ini ayahmu tidak mengetahui kehadiranmu nak "
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa like, komen and vote yah guys , agar aku selalu semangat untuk up.