Seorang CEO Menikahi Gadis SMA

Seorang CEO Menikahi Gadis SMA
BAB 41


__ADS_3

Ellin terus saja menangis dipelukan Arina sampai jam pelajaran dimulai.


Sepanjang jam pelajaran berlangsung baik Arina maupun Ellin tidak ada yang fokus sedikit pun. Pikirannya menerawang memikirkan nasib sahabatnya dan keberadaannya untuk saat ini apalagi jika mengingat jalan kehidupan dan garis takdir yang dialami oleh sahabatnya itu.


Saat jam pelajaran selesai Arina mengajak Ellin untuk sarapan di kantin. Setelah sampai di kantin Arina memesan makanan untuknya dan untuk Ellin.


Di kantor


" Jam dua siang bapak ada jadwal pertemuan dengan Direktur perusahaan Elang Group " Ujar Santi sekertaris baru yang berhasil lolos revieaw di perusaan Wijaya Group. Memiliki pengetahuan dan keterampilan di atas rata rata memudahkan iya untuk masuk dan diterima di suatu perusaan apalagi memiliki wajah dan lukut tubuh bak gitar.


Arnan yang melihatnya menjadi risi karena tingkah dari gadis itu yang seperti sengaja menggunakan pakaian kurang bahan dan teramat ketat.


" Keluar " Ujar Arnan setelah melihat sekertaris itu tak kunjung keluar dari ruangannya.


Dengan langkah yang terpaksa iya pun keluar dengan kesal. Sesampainya iya diluar pintu iya sangat marah dan mengepalkan tangannya.

__ADS_1


" Aku pasti akan mendapatkanmu bagaimanapun caranya " Batin Santi dengan tersenyum kecut. Siapa pun yang melihat senyumnya pasti akan mengetahui jika gadis itu memiliki niat terselubung dan misteri dibalik senyumnya.


Tak lama Salim masuk ke dalam ruangan Arnan dan seketika langsung mendapatkan lemparan berkas berkas di kepalanya.


" Woi apa apaan sih " Teriak Salim yang mendapatkan lemparan mendadak.


" Bagaimana orang itu bisa lulus untuk menjadi sekretarisku " Ujar Arnan yang sedikit meninggi.


" Yaelah bos dia kan cantik apalagi otaknya sedikit di atas rata rata " Jawab Salim yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Arnan.


Memang saat Arnan melihat sekertaris barunya itu iya tidak menyukainya. Entah apa yang ada dipikirannya tapi sepertinya gadis itu tidak seperti apa yang dilihatnya dan tak secantik dan sebaik apa saat mata memandang. Entah apa yang gadis itu sembunyikan dan rahasiakan, semua itu bisa terbaca saat Arnan melihatnya.


Arina dan Ellin yang telah kembali dari kantin langsung menuju kelas karena sebentar lagi jam pelajaran pak Rendy guru killer itu.


Saat Pak Rendy masuk iya langsung mengabsen satu persatu siswa siswi yang berjumlah tiga puluh orang. Tapi berhenti saat nama yang ia sebut sebut tak menyahut sama sekali.

__ADS_1


" Putri Avila " Ujarnya kembali mengulang nama Putri.


Tapi tak ada satupun yang menyahut karena memang tidak ada keterangan dari ketidak hadiran Putri saat ini.


Mata tajam Pak Rendy menatap kedua gadis yang saling duduk berdampingan. " Kau berdua? kemana temanmu itu?. Bukankah dia sahabatmu tapi kenapa kau tak mengetahuinya. Cih sahabat macam apaan " Ujar Pak Rendy dengan suara meninggi.


Tapi di dalam hatinya sungguh bertanya tanya kenapa gadis itu yang tak lain Putri tak masuk sekolah.


" Maaf pak. Teman kami Putri sedang tidak enak badan " Jawab Ellin yang sedikit gugup dengan kepala yang terus menunduk.


" I..iya pak dia sedikit tidak enak badan " Ujar Arina membenarkan apa yang dikatakan Ellin.


Tapi Rendy tak mudah untuk dibohongi apalagi melihat kedua gadis itu yang sudah jelas tak berkata jujur. Tapi Rendy masih berusaha untuk berfikir positif.


HAY GUYS KEMBALI LAGI NIH

__ADS_1


Jangan lupa vote like and komen yah agar aku semangat terus untuk UP.


Selamat membaca😍


__ADS_2