Seorang CEO Menikahi Gadis SMA

Seorang CEO Menikahi Gadis SMA
BAB 43


__ADS_3

Kini Arina sudah ada di dalam mobil menuju ke mansion tempat tinggal nya bersama dengan Arnan.


Diperjalanan pikirannya melayang memikirkan hidup yang selama ini iya jalani. Dan bahkan sekarang sahabatnya pun mengalaminya. Tak terbayangkan olehnya jika hidup sahabatnya ternyata tak jauh berbeda dengan jalan hidup yang juga terjadi dalam hidupnya.


Sesampainya di mansion Arina langsung naik ke lantai dua dan segera masuk ke dalam kamar kemudian mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian santai.


Kemudian iya turun untuk mengisi perutnya yang sudah sedari tadi minta diisi. Arina yang makan begitu cepat karena merasa begitu lapar terkejut mendengar suara yang begitu familiar ditelinganya.


" Tidak usah makan terburu buru begitu, nanti kesedak baru tahu rasa. Tidak ada juga yang mau mengambilnya " Ujar Arnan yang ternyata sudah sedari tadi memperhatikan gaya makan Arina yang seperti sebulan tidak makan.


" Eh Mas udah pulang " Jawab Arina yang tanpa sadar memanggil Arnan dengan panggilan Mas.


Arnan yang mendengarnya langsung tersenyum senang " Apa yang kamu bilang tadi? ulangi coba " Tanya Arnan dengan wajah bahagia.


" Apa emang " Tanya balik Arina, tapi beberapa saat kemudian iya sadar jika tadi iya memanggil Arnan dengan sebutan Mas. Arina yang menyadari itu langsung menundukkan kepalanya karena malu dan muka yang sudah memerah bak tomat.


" Hahaha enggak usah malu begitu, wajar kan kalo kamu manggil suamimu dengan Mas " Kata Arnan yang kemudian mencium pipi Arina dari samping dan berkata " Makan yang banyak istriku " Katanya lalu mengacak acak rambut Arina.


" Enggak makan Mas " Tanya Arina yang melihat Arnan tak makan malah asyik memeluknya.


" Aku kenyang kalau memelukmu sayang " Jawab Arnan yang membuat Arina mau muntah.


" Aish gombal "


" Sayang kamu enggak malu kan? " Tanya Arnan yang terdengar serius.


" Malu kenapa Mas " Tanya balik Arina.


" Malu karena kamu menikah dengan Mas, apalagi usia kita terpaut sangat jauh " Kata Arnan.


" Tidak bakalan Mas. Aku tidak akan malu karena hanya Mas yang aku miliki sekarang. Mas janji yah jangan pernah tinggalin aku sendirian " Kata Arina yang terisak.

__ADS_1


" Tidak akan sayang. Aku tidak akan meninggalkan istri kecilku ini " Jawab Arnan lalu membawa Arina di pelukannya.


Arnan membawa Arina naik ke kamar setelah menunggu istrinya selesai makan. Sesampainya di kamar iya terus memperhatikan tingkah istrinya yang hanya diam tak bersuara.


" Sayang ada apa? Katakan padaku jangan dipendam sendiri karena kita hidup untuk saling melengkapi bukan " Tanya Arnan lembut.


Arina yang mendengarnya langsung menangis " Mas " Arina yang terdengar begitu pilu.


Arina lalu menceritakan kepada Arnan mengenai Putri sahabatnya. Ia merasa beruntung karena disituasi seperti ini ada yang menyemangatinya.


" Sudah sudah jangan menangis lagi " Kata Arnan lalu menggendong Arina ke kasur dan dibaringkannya dengan begitu lembut.


Setelah itu Arnan juga masuk kedalam selimut dan membawa Arina kedalam pelukannya seraya berkata " Mimpi indah istriku " Katanya dan tak lama iya pun menemui mimpi mimpi indahnya.


Keesokan harinya Arnan dan Arina yang sudah duduk untuk sarapan berdua sebelum keduanya berangkat untuk memulai rutinitas masing masing.


Setelah sarapan Arnan kemudian mengantar Arina istrinya ke sekolah. Setelah sampai Arnan memastikan Arina masuk sekolah dengan aman kemudian iya pun melajukan mobilnya ke kantor.


Arnan hanya menanggapinya dengan senyuman dan berfikir kalau para karyawan karyawannya terutama gadis gadis dan wanita yang ditemuinya pada lebay.


Di sekolah Arina yang sudah duduk di kantin terus saja merasa kesepian apalagi sekarang Ellin terlihat sangat berbeda dan tak banyak bicara. Ellin yang cerewet sudah tidak ada bagi Arina.


" Ell dimakan tuh baksonya " Timpal Arina yang melihat Ellin hanya terdiam seribu bahasa.


" Hilang selera makan gue Na " Jawab Ellin dengan lesu.


" Sekarang makan karena sebentar lagi Pak botak akan segera masuk " Kata Arina yang membuat Ellin langsung memakan makanannya.


Setelah makan Arina dan Ellin pun langsung masuk ke dalam kelas karena bel sudah berbunyi.


Tak berapa lama guru pun masuk tapi yang membuat siswa bersorak bahagia karena bukan Pak guru botak yang masuk melainkan guru yang selalu menjadi idaman bagi semua siswi siswi.

__ADS_1


" Karena Pak Agus tak sempat masuk hari ini jadi beliau mengamanahkan kepada saya agar saya yang menggantikannya untuk pertemuan kali ini " Kata Pak Rendy yang mendapatkan teriakan teriakan syaitan dari para siswi.


" Wah pak ganteng, lebih baik Pak Rendy aja yang ngajar kita selamanya pak "


" Pak aku padamu "


" Pak jadilah guru bagi kami selamanya "


" Pak maukah bapak menjadi guru dalam hidupku "


Begitulah kira kita suara hati dari para siswa ketika melihat Pak Rendy. Yang berhasil membuat telinga Arina dan Ellin terasa gatal


" Sudah sudah, sekarang mulai buka buku kalian halaman 107 dan kerjakan tugas yang 10 nomor itu " Kata Pak Rendy yang kembali dingin seperti kulkas.


" Sambil mengerjakan tugas aku akan mengabsen kalian satu persatu " Kata Pak Rendy kemudian mulai mengabsen.


Rendy yang memang sudah sedari tadi menyadari ketidak hadiran salah satu siswa pun bertanya kepada siswa siswi perihal ketidak hadiran dari Putri Avila.


" Entah pak sudah beberapa hari ini dia tidak hadir " Jawab salah satu siswa.


Mendengar itu Rendy langsung menatap dua gadis yang duduk berdampingan. Tapi Arina dan Ellin hanya pura pura menulis dan menunduk.


Rendy sangat penasaran kenapa gadis nakal itu tidak masuk sekolah.


" Apakah dia ada masalah ataukah dia sedang sakit " Begitulah kata hati Rendy.


Tidak mau berlarut larut dengan pikirannya akhirnya Rendy kembali serius menjelaskan satu persatu materi yang belum dimengerti oleh siswa siswi.


Hay guys maaf nih baru up,,, lagi kurang sehat.


Selamat membaca yah semoga selalu suka cerita yang kubuat.

__ADS_1


__ADS_2