Seorang CEO Menikahi Gadis SMA

Seorang CEO Menikahi Gadis SMA
BAB 58


__ADS_3

Rendy yang mendengar Putri berbicara pun merasa sangat bahagia tapi sedetik kemudian senyuman yang terpancar di bibirnya pudar.


" Masa sih aku mencintai anak kecil " Batin Rendy.


" Akhhh aku seperti pedofil saja "


" Bapak tadi bilang apa? " Tanya Putri dengan suara lemahnya.


Mendengar suara gadis kalem itu berhasil membuyarkan lamunan seorang Rendy.


" Istirahatlah! kau tenang saja, ibumu itu tidak akan mengganggumu lagi " Kata Rendy dengan lembut. Putri yang memang masih sangat membutuhkan istirahat cukup pun hanya menurut saja perkataan Rendy.


Tak butuh berapa lama, Putri sudah berada di alam mimpinya. Rendy menatap dengan intens wajah tak berdosa itu. Ada rasa tak tega saat melihat wajah sendu itu.


Kemudian Rendy menyuruh Jon asisten pribadinya untuk memesangkan makanan sebelum Putri terbangun dari tidurnya.


Karena rasa kantuk menyerang membuat Rendy membaringkan tubuhnya di atas sofa sampai iya terlelap.


Tiga jam Putri menikmati tidurnya, dan selama itu Rendy hanya menatapnya dengan lekat. Seakan ada magnet di wajah gadis polos itu.


" Kau sudah bangun? "


" Ayo makan dulu, sedari tadi kau belum makan "


Mendengar itu Putri hanya menurut. Ia sudah banyak merepotkan orang lain dan tidak mau merepotkan orang lain lagi atas masalahnya. Sebisa mungkin iya akan berdiri di atas kakinya sendiri. Tak menyangka iya akan mendapatkan perlakuan kejam dari kedua orang tua angkatnya. Benar benar miris baginya, diusianya yang masih sangat mudah iya sudah mendapatkan bencana dalam hidupnya.


Rendy yang melihat lamunan gadis kecil nan polos itu dengan segeranya langsung membubarkan lamunannya.


" Apakah kau sedang memikirkan sesuatu " Kata Rendy membuyarkan lamunan Putri.


" mm... maaf pak " Jawab Putri gugup dan langsung menerima piring dari Rendy yang berisi makanan. Dengan lahap iya memakan semua makanannya sampai habis tak tersisa.


Tak berapa lama pintu ruangan terbuka dan terlihat dokter memasuki tempat rawat Putri.


" Sudah tidak ada lagi masalah. Nona saat ini juga sudah bisa pulang dari rumah sakit " Kata dokter itu setelah memeriksa kondisi Putri.

__ADS_1


" Terimakasih dokter " Ujar Putri.


Setelah dokter keluar. Rendy langsung membawa Putri keluar dari rumah sakit.


Putri yang bingung kemana iya harus pulang melangkahkan kakinya hanya bingung karena iya sudah tak punya tujuan yang jelas.


Sungguh miris kehidupannya, bahkan iya merasa tidak mau hidup lagi. Pikirannya terus saja melayang layang memikirkan masa depannya yang entah bahagia atau menderita entah gelap atau terang.


" Pak Rendy terima kasih sudah mau membantuku dengan suka rela. Saya tidak tau harus membalasnya dengan apa " Ujar Putri dengan terbata bata.


Melihat Pak Rendy tak meresponnya membuat Putri semakin memberanikan dirinya untuk berbicara. " Sebaiknya Bapak menurungkan saya di depan sana saja. Saya mau ke rumah teman saya yang telaknya tidak jauh dari sini " Lanjut Putri.


" Lebih baik aku berbohong dari pada harus merepotkan orang lain lagi. Soal hidupku esok hari mungkin nanti aku akan cari solusinya sendiri. Tidak masalah harus menderita daripada harus bergantung dengan orang lain " Batin Putri.


Mendengar itu Rendy langsung menatapnya dengan tatapan tajam. Tatapan yang seakan mengintimidasi dirinya.


Putri sudah gugup setengah mati karena takut dengan guru killer di sekolah nya itu.


" Pak sopir! turunkan saja disini. Saya sudah janjian dengan teman kecil saya untuk menginap ditempatnya " Kata Putri kepada Jon asisten pribadi Rendy.


" Huffff semoga mereka mau menurunkan aku " Batin Putri berteriak. Sungguh iya sudah tak mau merepotkan orang lain lagi.


Jon tak kunjung berhenti karena tak mendapatkan perintah dari tuannya.


" Yang aku tahu kau tak punya siapa siapa disini. Iya kan? " Kata Rendy sambil menatap lekat Putri.


" Anu itu. Itu teman kecilku yang datang dari kota tempat tinggalku dulu sebelum aku pindah " Jawab Putri dengan terus menundukkan kepalanya.


" Oh ya? Apakah kau tidak berbohong. Karena dilihat dari raut wajahmu seperti seorang yang sedang berbohong " Ujar Rendy sambil tersenyum jahil.


" Huffff ini guru killer membuatku naik pitam. Dia seperti seorang psikolog aja " Batin Putri kesal.


" Maaf Pak. Tapi saja benar benar tidak berbohong, sungguh Pak " Jawab Putri dengan lantang agar tak dikira berbohong.


" Sungguh ? "

__ADS_1


" Jon apakah kau bisa melihat gadis ini kalau dia sedang berbohong " Tanya Rendy kepada Jon.


" Tentu Tuan, sepertinya nona Putri sedang berbohong " Jawab Jon dengan menahan tawanya karena sudah sedari tadi iya memperhatikan wajah Putri yang sepertinya menahan kesal.


Putri yang mendengar tuduhan tuduhan antara bos Dan asisten itu yang benar adanya merasa sangat kesal.


" Hahaha hahaha hahaha " Tawa Rendy benar benar pecah melihat tingkah Putri yang menurutnya sangat lucu itu.


" Kau Lucu sekali " Kata Rendy.


" Kau tenang saja. Aku tidak merasa direpotkan olehmu " Lanjut Rendy lagi yang berhasil membuat Putri melongo.


*******


Ditempat lain ada Ellin yang merasa sangat pusing karena sudah beberapa kali dikerjai oleh sahabat tercintanya yang tak lain adalah Arina. Mulai dari memintanya melakukan hal hal aneh sampai hal hal konyol sekalipun. Sama seperti sekarang yang dimana Arina meminta makanan yang sangat terasa asin.


" Ayolah Ellin, sekali kali aja kali beb " Pinta Arina memohon.


" Kau sebenarnya ini kerasukan setan apa ? Sudah sedari tadi kau mengerjai ku " Jawab Ellin yang kelelahan.


" Is kau sangat jahat. Seandainya Putri sahabatku yang kalem itu ada disini maka aku tak akan menyuruhmu " Ujar Arina marah dan kesal karena permintaannya tidak dituruti. Iya langsung saja keluar dari apartemen Ellin.


" Heiii kau mau kemana ? " Teriak Ellin melihat Arina mendekati pintu.


" Aku mau pulang. Kessel gue " Jawab Arina berteriak dengan kaki yang iya hentakkan dilantai.


" Haduh tuh anak kayaknya hamil " Kata Ellin.


" Apa hamiiiil???, Wah kalo Arin benar hamil maka bocah menampung bocah dong hahaha " Lanjut Putri berbicara sendiri sambil tertawa gila membayangkan bagaimana jika sahabatnya itu benar benar hamil.


Maaf guys baru up setelah lama tidak up.


Tapi insyaallah kedepannya akan sering up.


Hanya meminta dukungan dari kalian berupa like, vote and komen.

__ADS_1


Minal aidzin Wal Faizin guys mohon maaf lahir dan batin🤝🤝


__ADS_2