Seorang CEO Menikahi Gadis SMA

Seorang CEO Menikahi Gadis SMA
BAB 33


__ADS_3

Arina dan kedua sahabatnya yang awalnya canggung karena sekarang iya malah berkumpul dengan para pria dewasa. Ia sempat berpikir bahwa kenapa nasibnya harus berurusan dengan pria yang lebih dewasa.


Sementara Arnan dan kedua sahabatnya itu terus saja memperhatikan setiap gerak gerik dari Arina, Putri dan Ellin. Arnan yang melihat Arina makan dengan cepat pun menegurnya. " Makan yang pelan saja, enggak ada yang mau mengambilnya " Kata Arnan dengan sedikit serius.


Arina yang mendengarnya pun hanya tersenyum malu. Tapi rasa malunya bertambah ketika Ellin yang mulutnya tidak bisa dikontrol.


" Hehehe kakak kayak enggak tahu aja, sahabatku yang satu ini itu makannya banyak tapi badannya tetap enggak mau gede " Kata Ellin sudah tertawa.


" Buset bener nih orang, enggak berakhlak banget sih " Batin Arina dengan kesal.


" Cacingan mungkin kak " Kata Putri yang berhasil membuat Arina mendengus kesal.


Arnan, Salim dan Rendy yang mendengarnya pun hanya tertawa melihat ekspresi kesal dari Arina.


Setelah makan Arina, Putri dan Ellin pun pulang duluan karena jam sudah menunjukkan pukul sembilan tiga puluh. Dan ketiga pria itu hanya menganggukkan kepalanya karena mereka membawa mobil sendiri.


" Woy kita mau kemana lagi ini guys " Kata Putri yang sudah ada di luar restoran dan merasa lega karena iya sudah terlepas dari tatapan guru killer itu.


" Bagaimana kalau kita ke bar? kita kan udah lama banget nih nggak nginjakin kaki ke bar, iya enggak sih " Lanjut Ellin dengan penuh semangat.


" Apa nggak apa-apa kita ke bar lagi? " Ujar Arina karena memang dia tidak pernah menginjakkan kakinya ke bar setelah iya pindah.


" Yaelah sekali kali juga enggak apa-apa Jubaedah " Kata Ellin meyakinkan Arina.

__ADS_1


" Ayo " Ajak Putri dengan semangat 45.


Dengan terpaksa Arina pun mengikuti kemauan kedua sahabatnya itu. Putri dan Ellin bersorak saat mereka sudah di depan bar, mereka begitu senang karena hal yang menjadi kebiasaanya dulu kini iya nikmati kembali walau tak sesering dulu.


Arina, Putri dan Ellin masuk ke dalam bar yang sudah dipenuhi dengan lampu disko yang bertebaran dimana-mana. Di setiap ruangan terdapat banyak sekali pria maupun wanita yang menikmati indahnya suasana malam dengan musik yang menggema di telinga. Semakin cepat alunan musik maka semakin besar rasa gairah yang menyebar di seluruh tubuh.


Arina, Putri dan Ellin yang hanya meminum minuman tanpa melakukan sesuatu yang diluar batas. Karena sudah terlalu lama tak merasakan hal seperti itu membuat Arina dan kedua sahabatnya meminum minuman dengan kadar alkohol yang cukup tinggi.


Kesadaran ketiganya berangsur-angsur mulai menghilang tapi itu tak membuat mereka berhenti untuk minum.


Berbeda halnya dengan Arnan, Salim dan Rendy yang telah menghabiskan banyak waktu memutuskan untuk pulang. Tak salah jika Rendy sangat akrab dengan Arnan karena memang keduanya sudah berteman dari masa SMP. Sehingga keduanya sudah seperti saudara.


Tapi sebelum pulang mereka berencana untuk sekedar mampir ke bar terbesar di kota itu. Rendy yang sudah memarkirkan mobilnya pun merasa seperti sering melihat mobil yang ada di samping mobilnya itu. Arnan yang melihat Rendy sedang memikirkan sesuatu pun dengan cepat menepuk bahunya sehingga Rendy tersentak.


Saat sampai di dalam, mereka pun duduk di suatu ruangan khusus yang memang tempatnya hanya untuk orang orang yang berstrata sosial tinggi.


Arnan yang berlalu meninggalkan Salim dan Rendy menuju toilet pun tak sengaja melihat gadis yang tak asing dimatanya sedang asik minum dan sudah berjoget tak jelas dengan baju yang sudah terlihat sangat lusuh.


Dengan perasaan khawatir iya pun langsung menghampiri gadis itu setelah iya sadar jika gadis itu adalah Arina dan kedua sahabatnya.


Dengan cepat Arnan menarik Arina, Putri dan Ellin untuk meninggalkan sekumpulan orang yang sedang bergoyang dengan ria itu. Untung Arina saat itu tak sedang dengan pria-pria bajingan yang kebanyakan meraba tubuh wanita-wanita seksi. Seandainya begitu mungkin Arnan akan merobohkan bar saat itu juga.


Rendy dan Salim yang menunggu Arnan tak kunjung datang pun keluar dan betapa kagetnya iya saat melihat Arnan sedang menarik Arina yang sudah mabuk berat. dengan tangan yang satunya juga sedang menarik Putri dan Ellin yang terus memberontak.

__ADS_1


Salim yang melihat itu langsung menghampiri Arnan dan bertanya " Apa yang terjadi " Katanya melihat ketiga gadis itu terus saja menggerak-gerakkan tubuhnya.


" Cepat kau tangani kedua gadis ini " Ujar Arnan lalu membawa Arina dalam gendongannya.


Rendy hanya melihat itu semua hanya berdiri mematung tanpa berniat membantu Salim.


" Gadis bodoh, beraninya mereka datang ketempat seperti ini, bagaimana jika pria hidung belang menerkam mereka " Batin Rendy.


Salim yang sudah kuwalahan membawa Putri dan Ellin yang terus saja memberontak pun memanggil Rendy yang hanya mematung.


" Woy Rend loh bantuin gue kali. Kedua bocah ini mabuk berat " Teriak Salim yang sudah ada di pintu keluar bar.


Dengan langkah cepat Rendy pun mengambil Putri dan menggendongnya menuju mobilnya. Sementara Salim membawa Ellin kedalam mobil yang sering Ellin bawa.


" Benar-benar gadis nakal, awas saja kalau sudah di sekolah. Akan kuhukum dirimu habis-habisan " Guman Rendy yang terus menatap wajah Putri yang sudah memejamkan matanya.


Hay Guys Kembali Lagi nih😄


Jangan lupa vote anda yah😁


Dan satu lagi Jangan lupa like and komen yah...


Karena like dan komen kalianlah yang jadi semangatku💪💪💪

__ADS_1


Selamat Membaca😍😍


__ADS_2