
Beberapa hari berlalu Faldi tetap diam dan terus mengawai pak viky, Faldi juga melarang Dika ikut campur lebih jauh lagi kerana takutnya jika masalah semakin buruk bisa di keluarkan dari sekolah, benar saja waktu pak viky mengajar di kelasnya Faldi dan teman teman, ada suatu kejadian yang membuat Faldi benar benar marah dan sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.
Pak viky meminta tolong kepada Sasa untuk bantuin mengambil buku di perpustakaan, Faldi merasa ada yang tidak beres dan khawatir, karena kenapa hanya Sasa saja yang di mintai tolong.
"Sasa kamu bantu bapak mengambilkan buku di perpustakaan ya, yang lain tetap di kelas jangan berisik." Ucap pak viky
"Baik pak." Jawab Sasa
Tidak lama kemudian Faldi langsung berlari menyusul Sasa dan pak viky.
"Kamu mau kemana Fal.?" Tanya Risma
"Nyusul mereka." Jawab Faldi sambil berlari membawa jaket
Benar saja bukanya ke perpustakaan pak viky mengajak Sasa ke gudang di samping perpustakaan, Sasa juga sempat bertanya kepada pak viky.
"Pak bukanya perpustakaanya di sebalh sana, kenapa kita kesini.?" Tanya Sasa
"Ada beberapa buku yang di taruh gudang, jadi kita ambil dulu." Jawab pak viky
Setelah pak viky dan Sasa masuk pak viky lanhsung melancarkan aksinya, Faldi yang tadi menyusulbmasih mencari di perpustakaan dan kebingungan karena mereka berdua tidak ada, samar samar Faldi mendengar triakan dari gudang di samping perpustakaan Faldipun langsung berlari ke gudang tersebut, sesampainya di gudang Faldi melihat pak viky yang memperkosa Sasa, untung Faldi datang tepat waktu karena pak Viky baru membuka baju Sasa saja, Faldi pun langsung menarik pak Viky dan melemparnya keluar gudang, setelah itu Faldi langsung memberikan jaketnya kepada Sasa untuk menutupi tubuhnya,
Saat pak Viky mau bangun Faldi langsung menarik kerah baju pak Viky sampai di tengah lapangan yang ada di tengak sekolahan tersebut.
Faldi yang sudah benar benar emosi langsung memukuli pak Viky, tanpa di sadari Faldi ternyata pak Viky membawa pisau lipat kecil sehingga membuat tangan Faldi terluka cukup parah lengan kanan Faldi tersayat cukup dalam dan panjang, dari pergelangan tangan sampai hamri ke sikunya, setelah pak viky lemas tak berdaya Faldi pun pingsan karena banyaknya darah yang leluar, saat itu juga para guru baru berani mendekat dan menolong mereka berdua, Faldi di larikan ke rumah sakit karena kedua tanganya banyak sayatan, tiga hari Faldi sudah tidak sadarkan diri karena koma sebab kehilangan banyak darah, dalam tiga hari Sasa dan ibunya menemani Faldi di rumah sakit, Sasa terkejut karena tidak ada satupun keluarga Faldi yang menjenguk, tiba tiba Faldi sadar dan membuat Sasa dan ibunya sedikit tenang, Sasa juga tidak menanyakan keluarga Faldi, Sasa memilih bertanya bagai mana perasaan Faldi apakah ada yang masih sakit.
"Emm..." Ucap Faldi siuman
"Faldi.. kama tidak apa apa kan? Ada yang sakit tidak.?" Tanya Sasa senang
"Ini dimana.?" Tanya Faldi.
"Ini di rumah sakit Fal, kamu sudah tiga hari tidak sadarkan diri." Jawab Sasa
"Ha.? Tiga hari.?" Tanya Faldi terkejut
"Iya Fal." Jawab Sasa
"Em kamu tidak apa apa kan Sa.?" Tanya Faldi bikin Sasa terkejut
"Kamu masih ingat Fal.?" Tanya Sasa
"Masih Sa, kamu tidak apa apa kan.?" Tanya Faldi kembali
__ADS_1
"Iya Fal aku tidak apa apa kok.?" Jawab Sasa
"Maaf kalau aku sempat melihat yang tidak seharusnya aku lihat." Ucap Faldi
"Sudah tidak masalah aku malah berterimakasih sama kamu kalau kamu tidak datang waktu itu entah bagai mana nasib aku sekarang." Jawab Sasa
"Oh iya, tas aku di mana Sa.?" Tanya Faldi
"Ini Fal." Ucap Sasa sambil memberikan tasnya Faldi
Tiba tiba Faldi mengeluarkan katu ATM dan memberikab kepada Sasa, Faldi berpikir kalau biaya rumah sakitnya belum di bayar.
"Ini Sa buat bayar biaya rumah sakitnya." Ucap Faldi
"Eh.. sudah di bayar kok Fal sama pihak sekolah." Jawab Sasa
"Terus soal pak viky bagai mana Sa.?" Tanya Faldi
*Masih dalam peroses hukum Fal kamu tenang saja." Jawab Sasa
Tiba tiba ibunya Sasa masuk sehingga membuat Faldi terkejut kalau ada ibunya Sasa juga.
"Eh Faldi sudah sadar ternyata." Ucap ibunya Sasa yanv baru masuk
"Bagai mana kondisi kamu.?" Tanya ibunya Sasa
"Baik kok tante, sudah mendingan." Jawab Faldi
"Kamu jangan banyak gerak dulu ya, kata dokter kalau luka di lengan kamu belum kering tidak boleh banyak bergerak karena baru selesai di jahit." Ucap ibunya Sasa memberi tahu
"Separah itu kah tante.?" Tanya Faldi
"Iya Fal, luka kamu sangat parah apa lagi kamu juga hampir kehabisan darah." Jawab Sasa
"Jadi begitu ya." Jawab Faldi
"Kalau butuh apa apa bilang saja ke Sasa Fal tante tinggal dulu mau kerja soalnya." Ucap ibunya Sasa
"Iya tante, trimakasih sebelumnya." Ucap Faldi
"Iya sama sama, cepat sebuh Fal." Ucap ibunya Sasa setalah itu pergi
Faldi bertanya kepada Sasa berapa lama Sasa menaninya, ternyata Sasa menemani Faldi selama berada di rumah sakit dan izin tidak masuk sekolah, dan juga ibunya Sasa mengizinkan Sasa untuk menemani Faldi, karena Faldi sudah menolong Sasa pada kejadian kemarin.
__ADS_1
"Anu... Kamu menemani aku sudah berapa lama Sa.?" Tanya Faldi
"Mulai kamu di rawat di rumah sakit sampai sekarang Fal." Jawab Sasa
"Yaampun maaf kalau aku merepotkan kamu Sa." Ucap Faldi
"Sudah tidak apa apa kok Fal ini tidak sebanding dengan apa yang kamu lakukan untukku." Jawab Sasa
"Iya tapi kamau jadi tidak ikut pelajaran karena menemaniku." Ucap Faldi
"Sudah tidak usah di pikirkan Fal, pikirkan kondisi kamu dulu saja." Jawab Sasa
"Em... Iya Sa terimakasih sebelumnya." Ucap Faldi
"Iya." Jawab Sasa
Setelah itu Faldi makan siang dan minum obat dan lanjut beristiragat, pada sore harinya Dika dan Risma datang untuk menjenguk Faldi, mereka berdua sangat senang ketika mendapatkan kabar kalau Faldi sudah bangun, terutama Dika teman lamanya Faldi, namun saat mereka berdua sampai di rumah sakit Faldi sedang tidur karena selsai minum obat tadi, tapi tidak lama kemudian Faldi bangun karena mendengar suaranya Dika, lantas Dika lsngsung menyapa Faldi.
"Hallo Fal bagai mana kondisi temanku.?" Sapa Dika
"Oh Dika... Sudah membaik kok Dik tapi tangan kanan aku belum bisa banyak gerak." Jawab Faldi
"Kalai begiti kamu diam saja di atas kasur Fal." Ucap Dika
"Kamu melediku ya Dik.?" Jawab Faldi
"Kamu juga kenapa senekat itu coba.? Nyawakamu sudah terancam tahu.!!" Ucap Dika
"Dika... Dika... Kita temenan sudah lama tapi kamu belum faham sama aku." Jawab Faldi
"Iya aku Faham tapi kamu kok bisa bisanya membiarakan dirimu terkena sayatan.?" Tanya Dika
"Kamu tahu sendiri kalau aku lagi emosi." Jawab Faldi
"Iya iya..." Jawab Dika
"Fal lain kali kamu jangan senekat ini ya." Ucap Sasa menahan air mata
"I-iya Sa, ka-kamu jangan nangis." Jawab Faldi bingung
"Aku benar benar takut dan khawatir saat mendengar kamu koma kemarin." Ucap Sasa
"Iya maaf Sa, tapi sekarang aku sudah baik baik saja kok kamu sudah tidak perlu khawatir ya." Ucap Faldi berusaha menenangkan Sasa
__ADS_1
Setelah itu mereka belajar bersama agar tidak ketinggalan pelajaran saat masuk nanti, sampai tidak terasa kalau sudah malam dan Faldi juga sudah waktunya makan malam dan minum obat, Risma dan Dika pun juga pamit pulang yang di susul ibunya Sasa yang baru pulang kerja dan membawakan baju ganti untuk Sasa.