Sipendiam Dua Kepribadian

Sipendiam Dua Kepribadian
Dirumah Sakit


__ADS_3

Saat ibunya Sasa tiba dan membawakan Sasa baju ganti, Sasa langsung beregesa kekamar mandi untuk berganti pakaian, setelah itu Sasa kembali keruangan Faldi dan beristirahat.


Pagi harinya Faldi bangun lebih awal dan beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke balkon Ruanganya untuk menghirup uadara segar, tiba tiba Faldi di datangi Ibunya Sasa dan ibunya Sasa mengajak bicara Faldi saat di balkon.


"Faldi...? Sudah bangun.?" Tanya ibunya Sasa


"Eh tante, iya aku sudah bangun." Jawab Faldi


"Tante mau bertanya sama kamu boleh.?" Tanya ibunya Sasa


"Boleh tante ada apa.?" Jawab Faldi balik bertanya


"Keluarga kamu dimana.? Kok sampai 4 hari ini tidak ada satu orang pun yang jenguk kamu.?" Tanya ibunya Sasa


"Tidak ada tante." Jawab Faldi dengan tatapan kosong


"Faldi tante serius.! Maksud kamu tidak ada itu bagai mana.?" Tanya ibunya Sasa


"Keluargaku satu satunya sudah tidak ada dia adalah ibukku." Jawab Faldi mulai berkaca kaca menahan air matanya


"Ayah kamu di mana.?" Tanya ibunya Sasa


"Orang itu bukan ayahku." Jawab Faldi


"Fal sebenarnya apa yang membuat kamu seperti ini.? Masalalu seberat apa yang kamu telah lewati.? Kalau kamu mau kamu bisa cerita ke tante." Ucah ibunya Sasa mencoba menghibur


"Orang itu bukan ayahku dia hanya tahu berjudi, main wanita, marah marah, menjual yang di larang negar, dan meminta uang terus menerus kepada ibuku." Ucap Faldi dengan tatapan kosong sambil meneteskan air matanya 


"Ibuku sudah mendidikku dengan baik, dia sudah bersusah payah membesarkanku, menyekolahkanku, mengajariku untuk mandiri, dan mengajariku mencari uang, dia adalah keluargaku satu satunya yang sekarang sudah tiada.", Lanjut Faldi yang larut akan kesedihanya


"Jika saja orang itu tidak memperlakukan ibuku seperti itu pasti ibuku masih ada." Ucap Faldi yang masih tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan


"Tega sekali orang itu memperlakukan kasar kepada ibuku, dan sampai tega menjual ibuku, jika saat itu aku bisa sekuat sekang aku pasti bisa menyekamatkan ibuku." Ucap Faldi tanpa sadar meceritakan semuanya kepada ibunya Sasa


"Mamah." Ucao Faldi yang sudah tidak bisa menahan air matanya lagi


"Sudah... Sudah ada tante di sini." Ucap ibunya Sasa yang memeluk Faldi sambil ikut meneteskan air matanya


"Ayo kita masuk dulu kamu juga perlu beristirahat." Lanjut ibu Sasa yang membawa Faldi masuk 


Setelah itu Faldi kembali ke tempat tudurnya dan tertidur, tidak lama kemudia Sasa bangun dan terkejut melihat ibunya menangis.

__ADS_1


"Mamah kenapa.? Kok nangis.?" Tanya Sasa


"Mamah tidak apa apa kok, tadi mamah mendengar cerita hidup Faldi." Jawab ibunya Sasa


"Memangnya ada apa mah.?" Tanya Sasa


"Suatu saat kamu akan tau sekarang belum waktunya kamau biarkan Faldi sendiri yang menceritakanya kepadamu dan teman teman yang lain." Jawab ibunya Sasa


"Baik mah." Jawab Sasa


Siang hari Fadi bangun dari tidurnya dia masih melihat Sasa yang masih menemaninya, Faldi bertanya kepada Sasa mau sampai kapan dia tidak masuk sekolah.


"Sa... Kamu mau sampai kapan tidak masuk sekolah.?" Tanya Faldi


"Sampai kamu sebuh Fal." Jawab Sass


"Suda kamu tenang saja aku sudah tidak apa apa kok." Ucap Faldi


"Tidak bisa Fal, pokoknya aku akan menemanimu setidaknya sampai kamu boleh pulang." Jawab Sasa


"Baiklah kalau begitu." Jawab Faldi


"Sekarang kamu makan dan minum obat dulu ya, mamahku bilang tadi pagi kamu belum makan dan minum obat." Ucap Sasa


Setelah itu Sasa menyuapi Faldi makan dan membantunya minum obat seperti biasanya, selesai makan dan minum obat mereka berdua belajar sebentar agar tidak ketinggalan pelajaran begitu jauh.


Satu minggu Faldi di rawat di rumah sakit akhirnya beberapa hari lagi Faldi di perbolehkan unymtuk pulang, luka di lengan Fadi juga sudah mulai kering tapi belum bisa kalau harus banyak bergerak, sore harinya Dika dan Risma menjenguk Faldi lagi, Faldi bertanya kepada Dika di mana motornya.


"Dik? Motor aku di mana.?" Tanya Faldi


"Motor kamu aku pakai pulang pergi ke sekolah." Jawab Dika


"Oh ya sudah." Jawab Faldi


"Memangnya kenapa Fal.?" Tanya Dika


"Tidak apa apa, kamu suak motor itu kan dik.?" Tanya Faldi


"Suka si Fal, dulu aku pernah bilang ke kamu juga kan kalau aku punya uang aku ingin beli motor seperti ini." Jawab Dika


"Kalau begitu kamu bawa saja motor itu ya." Ucap Faldi

__ADS_1


"Tidak tidak ini motor mahal." Jawab Dika


"Dengerin dulu Dik, aku suruh kamu bawa motor itu karena aku mau minta bantuan kamu untuk antar jemput aku Dik." Ucap Faldi menjelaskan


"Oh... Iya Fal gampang itu mah, memangnya kamubsudah boleh pulang.?" Tanya Dika


"Beberapa hari lagi sih, sambil nunggu penggantian peeban di tangan aku baru boleh pulang." Jawab Faldi


"Syukur deh kalau begitu." Ucap Dika


"Tapi kalau kamu mau montornya kamu ambil tidak apa apa Dik." Ucap Faldi


"Tidqk tidak aku bisa pakai sudah seneng kok Fal." Jawab Dika


"Iya iya." Jawab Faldi


Saat Faldi berbicara sama Dika di ruang rawat Faldi, Sasa dan Risma ternyata pegi ke kantin, Sasa meminta Risma untuk menemaninya makan tetapi ternyata Risma juga ikut makan, saat mereka makan mereka mengobrol ke kantin dan saling curhat satu sama lain, Sasa menceritakan kejadian tadi pagi kepada Risma soal ibunya yang menangis tadi pagi, Risma iseng iseng bertanya kepada Sasa, apa dia mulai suka sama Faldi, dan Sasa menanggapi dengan serius pertanyaan tersebut.


"Sa lelihatanya kamu mulai suka sama Fadi, itu benar ya.?" Tanya Risma


"Iya memangnya kenapa.?" Jawab Sasa tidak sadar dan balik bertanya


"Pantesan satu minggu tidak mau pulang." Ucap Risma


"Eh itu anu.." jawab Sasa yang baru sadar dengan pertanyaannya Risma


"Sudahlah Sa sudah bisa di tebak kok." Jawab Risma


"Kamu juga semakin akrab tuh sama Dika." Ucap Sasa yang berbalik isengin Risma


"Eh masa iya." Jawab Risma yang pipinya memerah karena malu


"Jangan jangan kamu juga sudah mulai suka sama Dika ya.?" Tanya Sasa nada mengejek


"Eh eng-enggak." Jawab Risma malu malu


"Hayo ngaku." Ucap Sasa


"Sudah lah Sa." Jawab Risma


Merekapun tertawa bersama karena melihat tingkah laku satu sama lainya, setelah selesai makan mereka berdua kembali ke ruang rawatnya Faldi.

__ADS_1


Sesampainya di sana mereka seperti biasa belajar bersama sebentar dan saling bertukar catatan agar tetap bisa mengejar pelajaran, tidak sadar hari sudah gelap dan Faldi sudah waktunya minum obat, seperti biasa sebelum minum obat Faldi di suruh makan terlebih dahulu, saat Risma dan Dika melihat Sasa manyuapi Faldi mereka berdua bilang kalau Sasa Dan Faldi sudah seperti suami istri, seketika itu juga pipinya Sasa memerah karena malu, Faldi juga jadi tahu kalau Sasa suka dengannya, Faldipun juga senang karena tahu kalau gadis yang dia Sukai juga suka denganya.


Setelah selesai makan dan minum obat mereka mengobrol sebentar, tidak lama kemudian Risma dan Dika pamit untuk pulang, setelah itu Faldi langsung tidur dan beristirahat


__ADS_2