Sipendiam Dua Kepribadian

Sipendiam Dua Kepribadian
masuk rumah sakit


__ADS_3

Sesampainya Faldi dan Sasa di lokasi Faldi melihat orang orang tersebut sedang menghancurkan beberapa fasilitas yang ada di dekat mereka, para warga juga tidak berani keluar karena jumlah mereka yang sangat banyak, Faldi mencoba untuk bernegisiasi dengan mereka tapi mereka tidak sedikit pun mendengarkan ucapan Faldi dan terus menghancurkan fasilitas yang ada disana.


"Maaf bisa bicara sebentar." Ucap Faldi yang langsung menghampiri mereka


"Maaf bisa bicara dengan ketua kalian sebentar." Ucap Faldi yang tersus mencoba mengajak mereka berbicara


"Maaf ketua kalian mana.?" Ucap Faldi bertanya


"Aku ketuanya ada apa." Ucap salah seorang dari mereka


"Bisa bicara sebentar.?" Tanya Faldi


"Nyalimu cukup beser rupanya mau mengajak bicar." Ucap si ketua.


"Kalian semua bisa tidak jangn merusak fasilitas disini." Ucap Faldi


"Apa.? Kamu mau mengatur ku.?" Ucap si ketua bertanya


"Bukan begitu tapi ini fasilitas..." Ucapan Faldi yang belum selesai langsung di potong


"Wah gadis kamu cukup cantik juga, boleh lah main sama kita sebentar." Ucap si ketua memotong ucapan Faldi saat melihat Sasa


"Maaf tolong jangan sentuh dia uran kalian sekarang sama aku." Ucap Faldi


"Sok jagoan ya kamu.?" Tanya si ketua


"Bre ambil gadisnya." Labjut si ketua


"Ah...!! Faldi tolong aku...!!" Ucap Sasa yang berteriak


"Bren***k di kasih hati malah ngelunjak." Ucap Faldi memukul orang yang menarik tangan Sasa

__ADS_1


"Wah wah berani sekali menyetuh orangku." Ucap Si ketua


"Ayo serang dia." Lanjut si ketua


Akhitnya perkelahian sudah tak bisa terelakan lagi, Faldi menghajar mereka semua dengan sangat brutal dan ganas, banyak dari mereka yang pingsan bahakan sampai kejang karena di pukul oleh Faldi, Faldi tidak berpikir panjang kalau mereka sekitar seratus orang dan dirinya hanya sendiri, karena mereka berani menyakiti Sasa Faldi tidak takut untuk menghajar mereka semua.


Faldi menghajar mereka tanpa belas kasihan hingga ada yang berani berdiri lagi Faldi langsung menghajarnya tanpa ampun, Sasa yang melihat Faldi yang begitu marah sangat ketakutan sekaligus khawatir jika Faldi kenap napa, hingga sampai tersisa Faldi dan ketu geng tersebut mereka bertarung duel satu lawan satu, Faldi yang sudah kelelahan dan juga sudah menerima banyak luka sedikit kuwalaan untuk menghadapi ketua tersebut, tetapi Faldi masih bisa menang melawan si ketua itu, pada saat pertarungan terakhirnya Faldi mengumpulkan tenaga yang tersisan untuk memukul si ketua itu dan Faldi memfokuskan pukulannya ke arah rahang dan akhira ketua tersebut bisa di kalahkan.


Sasa yang melihat kemenangan Faldi langsung berlari kearah Faldi, tapi saat Sasa sampai dan memeluk Faldi tiba tiba Faldi pingsan di pelukan Sasa, sebelum Faldi pingsan dia memberikan sebuah pesan untuk Sasa.


"Sayang maaf kan aku jika aku terus merepotkan kamu, kamu juga besok semangat ya untuk ujian raih lah peringkat pertama seperti janjimu, kamu tak perlu bersedih aku hanya butuh istirahat saja dan aku pasti akan kembali kepadamu." Ucap Faldi


Setelah mengatakan hal tersebut Faldi pingsan dan warga juga baru keluar dari rumahnya masing masing untuk membantu mengamankan orang orang tadi, tidak lama kemudia pihak hukum baru sampai di lokasi saat semua masalah sudah selesai yang hampir membuat keributan dengan masyarakat sekitar.


Sasa tidak perduli soal itu karena dia sangat khawatir dengan kondisinya Faldi, saat Sasa ingin menelfon ambulan ada seseorang yang mebawarkan bantuanya kepada Sasa karena jika menunggu ambulan dia yakin nyawa Faldi tidak akan bisa di tolong.


"Dek biar bapak bantu ya." Ucap orang tersebut


"Baik pak tapi saya mau menelfon ambulan." Jawab Sasa


"Baiklah pak." Jawab Sasa


"Hai tolong ini bantu bawa ke mobil saya." Ucap orang tersebut


Setelah itu Faldi di naikan ke mobil dan langsung di larikan kerumah sakit terdekat, Sasa juga mengabari teman teman Faldi yang sudah berkumpul di bascan untum membantu memberikan jalan untuk mobil yang membawa Faldi ke rumah sakit.


"Maaf ini aku pacarnya Faldi, aku mau minta tolong ke kalian untu mengamnkan jalan untuk mobil ber palt K**** BC karena sedang membawa Faldi yang terluka parah ke rumah sakit." Ucap Sasa mengirim pesan ke grub geng nya Faldi


Setelah menerima pesn tersebut teman teman Faldi satu geng langsung berangkat untuk membatu memberika jalan untuk mobil yang membawa Faldi ke rumah sakit, mereka memblokir jalan untuk memudahkan perjalanan mobil yang membawa Faldi. Bapak yang tadi mengantarkan Faldi ke rumag sakit sempat bingung kok tiba tiba mendapat bantuan seperti itu bapak tersebut akhirnya bertanya kepada Sasa apa tidak apa apa jika kita tidak menghiraukan mereka.


"Nak bapak merasa aneh kok jalan persimpangan semua di blokir sama anak anak muda itu ya.?" Tanya bapa tersebut

__ADS_1


"Biarakan saja mereka pak kita lebih baik fokus untuk membawanya ke rumah sakit terlebih dahulu." Jawab Sasa


"Apa tidak akan terjadi masalah.?" Bapak tersebut kembali bertanu


"Tidak akan terjadi apa apa kok pak mereka teman cowok ini, mereka cuma ingin membantu kita biar bisa cepat samapi rumah sakit." Jawab Sasa


"Baiklah kalau adek bilng begitu, tapi jika ada apa apa bapak tidak mau terlibat dengan mereka ya." Ucap baoak tersebut


"Iya pak jawab Sasa


Tidak lama kemudai mereka sampai di rumah sakit, Faldi juga langsung di larikan je UGD dan dia langsung mendapatkan petawatan intensif karena dia mendapatkan banyak luka di tubuhnya.


Teman teman Faldi juga menyusul kerumah sakit tersebut, tapi hanya beberapa orang saja yang masuk untuk melihat kondisinya Faldi sedangakn yang lainya menunggu di parkiran rumah sakit, Sasa yang sangat khawatir dengan kondisinya Faldi hanya bisa terus berdoa agar Faldi baik baik saja, tiba tiba tante Icha dantang dan bertanya kondisinya Faldi kepada Sasa tapi Sasa hanya bilang kalau Faldi sedang di rawat sekarang, bapak tadi yang mengantar ternyata tentangganya Sasa dan tante Icha mengobrol dengan bapak tersebur dan mengucapkan terimakasih karena sudah mau mengantar Faldi ke rumah sakit.


Setelah sajuaman mereka menunggu akhirnya dokter yang menangani Faldi keluar dari ruangan tersebut, tante Icha dan Sasa segera menayakan kondisi Faldi ke dokter tersebut.


"Bagai mana dok kondisi anak saya.?" Tanya tante Icha


"Iya dok bagai mana kondisinya.?" Tanya Sasa


"Harap tenang ya, kondisi pasien sekarang sedang kritis dan mengalami koma karena luka jahitan yang ada di tubuhnya hampir semua terbuka jadi pasien sekarang kehilangan banyak darah yang membuat kodisinya memburuk." Ucap Dokter menjelaskan


"Memangnya ad berapa luka jahitan yang terbuka dok.?" Tanya tante Icha


"Ada sembilan luka jahitan yang harus di jahit kembali dan juga pasien sekarang juga membutuhkan donor darah secepatnya jika tidak kami benar benar tidak bisa menolongnya." Ucao Dokter tersebut


"Apa sembilan luka jahitan dok.?" Ucap tante Icha yang terkejut


"Iya anda benar, sebaiknya anda segera mencarikan donor darah dengan golongan B karena di rumasakit ini kehabisan stok golangan daah B." Ucap dokter tersebut


"Baik dok saya akan segar mencarikannya." Jawab tante Icha

__ADS_1


"Secepatnya ya bu, kalau begitu saya tinggal dulu, mari." Ucap dokter tersebut yang langsung pergi


Setalah mendengar ucapan tersebut Sasa, tante Icha dan teman teman Faldi lngsung mencarikan donor darah yang golongan darahnya B, teman Faldi yang mendapat kabar tersebut langsung bilang ke teman teman yang lain yang menunggu di parkiran rumah sakit.


__ADS_2