
Mereka berdua mengobrol di gazebo depan UKS berdua, karena Faldi belum mau untuk kembali ke kelas karena Faldi tidak mau emosi ketika mendengar ucapan dari teman satu kelasnya itu, Sasa juga bertanya kepada Faldi apakah dia dulu seperti ini yang tidak mau melukai orang lain dan lebih memilih melukai dirinya sendiri saat dia meredamkan emosinya.
"Fal aku mau tanya sesuatu sama kamu boleh.?" Ucap Sasa
"Boleh mau nanya apa.?" Jawab Faldi
"Tapi ini bisa menyangkut masalalu kamu." Jawab Sasa
"Iya tidak apa apa, tidak masalah kok kalau kamu yang bertanya dan ingin tahu tengtang semua dari diriku." Jawab Faldi
"Em... baiklah, Fal apa kamu dulu juga begini.?" Ucap Sasa bertanya
"Begini.? Maksud kamu begini bagai mana.?" Jawab Faldi balik bertanya
"Em... apa dulu kamu juga melampiaskan emosi kamu seperti ini.?" Jawab Sasa yang mencoba menjelaskan
"Iya, aku dari dulu memang begini, aku tidak mau menyakiti orang lain meski aku yang harus merasakan sakit." Jawab Faldi
"Jadi luka jahitan kamu yang terlihat jelas itu..." ucap Sasa yang belum selesai berbicara
"Iya, apa yang kamu pikirkan itu benar, saat aku melampiaskan emosiku terkadang juga membuka kembali luka jahitanku seperti saat ini yang ada di lengan kanan aku." Jawab Falfi yang langsung memotong pembicaraan Sasa
"Terus cara kamu mengobatinya bagai mana Fal.?" Tanya Sasa khawatir
"Bisa di bilang aku tidak pernah benar benar mengobatinya, aku cuma menutup lukanya dengan kain ketika keluar darah dan membersihkanya menggunakan alkohol." Jawab Faldi
"Apa tidak sakit kalau tidak senggaja tersentuh atau tersenggol.?" Tanya Sasa
"Sebenarnya juga sakit tapi mau bagai mana lagi aku tidak selamanya bisa sendiri, dan sekarang rasa sakit itu membuatku terbiasa." Jawab Faldi
"Jadi kamu juga sering mendengar ucapan seperti ini dari dulu.?" Tanya Sasa
__ADS_1
"Iya, aku juga sebisa menahan emosiku dan diam dan aku lebih memilih tidak punya teman." Jawab Faldi
"Terus Dika kok bisa jadi teman kamu.?" Tanya Sasa
"Aku juga tidak tahu pasti tapi saat pertama masuk SMP dia mengajakku berteman dan aku iya kan saja tanpa memikirkan apa pun, dan waktu itu kehidupan aku juga belum seperti ini." Jawav Faldi
"Faldi..." ucap Sasa yang tiba tiba memeluk Faldi
"Sudah tidak apa apa kok itu semua sudah berlalu sekarang aku sudah ada kamu dan yang lain juga." Ucap FaldiĀ
"Aku kira kehidupan aku sudah paling berat ternyata kamu lebih berat dari kehidupanku." Ucap Sasa yang memeluk Faldi sambil menangis
"Sudah sayang aku tidak apa apa kok." Jawab Faldi
"Aku dan mamahku di tinggal papahku pergi setelah dia pulang marantau dan papahku minta cerai dengan dengan mamahku dan memilih wanita lain, yang membuatku kehilangan kasih sayang dan perhatian dari cowok dan sakiligus papah aku, tapi saat aku bertemu denganmu aku merasa mendapatkan kedua itu yang membuatku tidak mau kehilangan kamu." Ucap Sasa yang bercerita di pelukan Faldi sambil menangis
"Aku hanya memberikan kebahagian semampuku kepadamu, dan aku tidak mau kehilangan orang yang benar benar aku sayangi setelah mamah aku." Jawab Faldi
"Iya aku akan berusaha selalu ada buat kamu, dan semoga kita bisa selalu saling melengkapi kekurangan masing masing." Jawab Faldi
"Iya aku akan berusaha sebisaku." Jawab Sasa
Tiba tiba Dika dan Risma muncul dan langsung bertanya kepada mereka berdua, kenapa Sasa menangis dan tidak segera kembali ke kelas.
"Itu Sasa kenapa menagis.?" Tanya Risma
"Tadi Sasa habis cerita dan tiba tiba menangis." Jawab Faldi mencoba menyembunyikan cerita Sasa
"Oh begitu ya." Jawab Risma
"Kalian berdua kenapa tidak segera kembali ke kelas.?" Tanya Dika
__ADS_1
"Maleh ah Dik, enak disini." Jawab Faldi
"Kamu pasti ada masalah ya Fal.?" Tanya Dika memastikan
"Iya sedikit." Jawab Faldi
"Sudahku duga." Jawab Dika
"Kalian berdua kenapa menyusul kesini.?" Tanya Faldi
"Takut ganggu waktu kalian berduaan ya.?" Jawab Dika balik bertanya
"Bukan begitu, maksud aku apa sudah selesai menata kelasnya.?" Tanya Faldi
"Sudah kok tinggal menghias saja Fal." Jawab Risma
"Oh begitu ya." Jawab Faldi
"Fal kondisi kamu seperti ini apa masih ingin ikut kegiatan besok lusa.?" Tanya Dika
"Kalau boleh aku memilih tidak ikut soalnya aku tidak mau membuat Sasa terus terusan khawatir kepadaku." Jawab Faldi
"Coba nanti kamu izin dulu kepada wali kelsa." Ucap Risma
"Iya nnti akan aku coba untuk izin tidak ikut." Jawab Faldi
"Iya kasihan Sasa juga kalai terus merasa khawatir bisa bisa dia sakit lagi." Ucap Risma
"Iya kamu benar." Jawab Faldi
Setelah itu Dika dan Risma pergi ke kantin untuk membeli makan siang dan Faldi titip makanan kepada mereka berdua, karena Sasa juga masih bersedih sdan belum mau melepas pelukanya keada Faldi.
__ADS_1
Tidak lama kemudai Dika dan Risma balik dari kantin, Faldi pun mengajak Sasa untuk makan siang, Sasa sempat tidak mau tapi Faldi terus merayunya agrar mau makan, setelah cukup lama berusaha akhirnya Sasa mau makan dan Faldi menemani Sasa makan siang, sedangkan Dika dan Risma sudah makan siang duluan karena mereka berdua akan kembali ke kelas untuk membantu teman teman menghias kelas.