
Setelah itu Faldi dan Fira pergi untuk membeli mie ayam di samping gang dengan berjalan kaki, sepanjang perjalanan Faldi hanya diam dan terus memandang ke depan tanpa melihat ke arah Fira sedikt pun, di saat Fira mengajak Faldi untuk berbicara Faldi hanya menjawabnya tanpa memalingkan mukanya ke arah Fira dia selalu melihat ke depan sambil menjawab pertanyaan dari Fira.
"Anu... itu Fal maaf ya karena mamahku kita jadi berjalan berdua." Ucap Fira
"Tidak apa apa bukan salah kamu juga kan yang memaksa tante Desi." Jawab Faldi
"Oh iya itu tadi di depan rumah Sasa mobil kamu.?" Tanya Fira
"Iya." Jawab Faldi
"Oh begitu ya." Jawab Fira
"Iya." Jawab Faldi
"Kamu kok dingin banget sama aku tidak seperti tadi saat di rumah.?" Tanya Sasa
"Tidak juga aku cuma mencoba bersikap biasa saja." Jawab Faldi
"Tapi kamu lebih hangat ketika ada Sasa dan tante Icha tadi." Ucap Fira
"Memangnya kenapa.? Bukanya wajar saja ya kan Sasa pacar aku dan tante Icha mamahnya Sasa." Jawab Faldi
"Wajar saja sih." Jawab Fira
"Iya kan, terus apa yang menjadi masalah buat kamu.?" Tanya Faldi
"Aku cuma ingin kamu bersikap lebih hangat tidak sedingin ini." Jawab Fira
"Aku tidak bisa." Jawab Faldi
"Kenapa.? Karena Sasa pacar kamu.? Lagian kan dia tidak tahu." Ucap Fira
"Iya karena aku sudah punya pacar, dan memang benar dia tidak tahu untuk sekarang ini tapi dia percaya kepadaku, dan aku tidak ingin merusak kepercayaannya kepadaku." Jawab Faldi
__ADS_1
"Kamu dari tadi juga tidak sedikitpun melihat ke arahku padahal aku mengajak kamu berbicara, apa kamu tidak tertarik denganku.?" Tanya Fira
"Bukanya aku tidak tertarik kepadamu, hanya saja aku tidak mau jika aku melihatmu aku menjadi suka denganmu." Jawab Faldi
"Tidak masalah bukan, mamahku tadi juga sudah bilangkan." Jawab Fira
"Iya mamah kamu memang bilang begitu, tapi aku tidak mau membuat Sasa merasakan sakit hati, aku juga sudah sering membuat dia terluka tanpa aku sadari, maka dari itu aku menja hatiku untuknya." Jawab Faldi
"Kenapa kamu sampai seprti itu kepadanya.? Kaliankan juga masih berpacaran.?" Tanya Fira
"Iya kamu memang benar kami memang masih pacaran, tapi kamu tidak tahu kan betapa sepesialnya dia dalam hidupku, mungkin saja kalau aku tidak bertemu denganya kehidupanku tidak mungkin seindah ini meski terkadang aku juga merasakan kesendirian karena di rumah tidak ada yang pernah menungguku." Jawab Faldi
"Apa sih sepesialnya dia.? Yang aku tahu dia hanya anak yang di manja oleh mamanhnya saja, kalau masalah cantik juga lebih cantikan aku, dia juga belum tentu bisa memasak, di tambah dia tidak bisa melakukan semua pekerjaannya sendiri, terus dari mananya yang sepesial.?." Ucap Fira bertanya
"Ucapan kamu memang benar, kamu memang lebih cantik darinya, aku tahu kalau Sasa juga banyak kurangnya dari pada kamu, tapi kamu tidak tahu kan bagai mana usahanya agar bisa menutupi kekuranganya, dan kamu tidak tahu dia memperlakukanku seperti apa saat pertamakali aku bertemu denganya dan pertemua itu yang membuatku sampai seperti ini dan karena pertemuan itu juga membuat dia sepesial di hidupku." Jawab Faldi
"Maaf aku benar benar tidak tahu soal itu." Ucap Fira
"Sudah lupakan saja, tidak apa apa tidak masalah setiap orang pasti punya pendapatnya masing masing." Jawab Faldi
"Iya." Jawab Faldi
Tidak terasa karena obrol tersebut mereka sudah samapi di warung mie ayam, Faldi pun langsung memesan mie ayam tersebut, setelah di buatkan Faldi lngsung membayar dan mengajak Fira untuk kembali kerumahnya Sasa.
Sedangkan di rumah Sasa terlihat sangat kesal kepada mamahnya karena tidak boleh ikut Faldi beli mie ayam, Sasa terlihat cemberut sambil menyiapkan meja makan dan pada saat tante Desi datang ke meja makan sendirian Sasa bertanya kepada tante Desi di mana Fira, tantr Desi pun terus terang kalau Fira mengantar Faldi untuk beli mie ayam, akhirnya Sasa pun marah kepada mamahnya saat mendengar ucapan tante Desi, Sasa langsung menaruh mangkuknya di meja makan dan berlari ke kamar dan mengunci pintunya.
"Apa sih mamah biasanya boleh kalau ikut Faldi kenapa sekarang tidak boleh huh..." ucap Sasa menggerutu
"Sa kamu kenapa kok cemberut.?" Tanya tante Desi yang baru datang ke meja makan
"Itu si mamah biasanya kalau sama Faldi boleh ini tumben tumbenan tidak boleh." Jawab Sasa
"Mungkin mamah kamu memang butuh bantuan jadi kamu tidak boleh ikut dan harus membantu mamah kamu." Jawab tente Desi
__ADS_1
"Hem... ada benarnya juga ya tante, baklah.," jawab Sasa yang mulai bisa tersenyum
"Nah gitu dong senyum jangan cemberut saja dari tadi." Ucao tante Desi
"Oh iya Fira mana tan.?" Tanya Sasa
"Oh tadi tante suruh anterin Faldi, ada apa kok mencarinya.?" Jawab tante Desi
"Apa...!" Jawab Sasa yang langsung meletakan mangkoknya
"Kenapa Sa.? Hei mau kemana.?" Ucap tante Dedi bertanya saat melihat Sasa berlari
"(Brak...!!! Klek...!!)" Suara Sasa yang menutup pintu kamar dan menguncinya
"Loh Sasa mana.?" Tanya tante Icha
"Tadi dia lari kemarnya." Jawab tante Desi
"Sebentar coba aku panggil dulu ya." Ucap tante Icha
"Iya." Jawab tante Desi
"(Tok... tok... tok...)" suara tante Icha yang mengetuk pintu kamarnya Sasa
"Kamu kenapa nak kok di kunci pintunya.?" Ucap tante Icah bertanya
"..." Sasa diam
"Nak kalau ada apa apa bilang ke mamah, kamu kenapa.?" Ucap tante Icha yang kembali bertanya
"Sudah mamah pergi saja Sasa ingin sendiri dulu." Jawab Sasa dari dalam
"Baiklah nak kalau begitu mamah pergi dulu tapi nanti kamu harus keluar ya saat makan." Jawab tante Icha
__ADS_1
Setelah itu tante Icha kembali ke meja makan, tidak lama Faldi samapi sambil membawakan mie ayam untuk mereka, setelah menaruh mie ayamnya di meja makan Faldi langsung pergi ke dapur untuk membuat minum karena saat melihat di meja makan belum ada minumnya, selesai buat minum Faldi langsung membawakan minuman tersebut ke meja makan dan mereka semua bersiap siap untuk makan malam.