
Setelah apsen mereka berempatpun pulang, sawt Sasa akan masuk ke mobil dia mendapatkan pesan dari mamahnya yang bilng kalau tante Desi nanti seore bisa datang kerumah setelah pulang kerja.
"Sa nanti tante Desi bisa datang setelah selesai bekerja." Isi pesan dari tante Icha
"Benarkah mah.?" Balas pesan dari Sasa balik bertanya
"Iya benar." Balas tante Icha
"Baiklah mah makasih ya sudah ngabarin tante Desi." Balas pesan dari Sasa
"Iya." Balas dari tante Icha
Setelah itu mereka berdua langsung jalan setelah Sasa selesai membalas pesan dari mamahnya, Faldi juga bertanya kepada Sasa siapa yang mengirim pesan.
"Sa tadi yang mengirim pesan siapa.?" Tanya Faldi
"Tadi mamahku." Jawab Sasa
"Ada apa kok mengirim pesan.?" Tanya Faldi
"Itu tadi mamahku bilang kalau tante Desi bisa datang kerumah." Jawab Sasa
"Ada apa kok tante Desi datang kerumah kamu mau main apa ada yang sakit.?" Jawab Faldi bertanya
"Ada yang sakit seklian main." Jawab Sasa
"Sipa yang sakit.? Apa tante sakit.?" Tanya Faldi
"Kamu lupa apa tidak tahu sih Fal.?" Jawab Sasa balik bertanya
"Maksud kamu.?" Jawab Faldi balik bertanya
"Ya ampun, yang sakit itu kamu Fal, tadi aku bukanya sudah bilang kalau mau mengecek lengan kau yang tadi berdarah." Jawab Sasa
"Oh iya aku lupa maaf ya." Jawab Faldi
"Hu...uh kamu ini ya Fal." Ucap Sasa
"Hehehe... maaf ya." Jawab Faldi
"Iya tidak apa apa." Jawab Sasa
"Jangan marah begitu dong akh beneran lupa." Ucap Faldi
"Siapa yang marah.?" Tanya Sasa
"Kamu yang marah masa aku yang marah." Jawab Faldi
"Aku tuh tidak marah cuma sebal saja sama kamu." Jawab Sasa
__ADS_1
"Iya iya maaf." Ucap Faldi
Tidak terasa mereka sudah sampai di rumah, mereka berduapun langsung masuk untuk bersih bersih dan mandi setelah itu mereka berdua bersantai di ruang tamu sambil menunggu kedatangan tante Desi.
Tidak lama kemudia tante Desi datang dan membawa anaknya, Sasa pun langsung mempersilahkan tante Desi masuk dan duduk, setelah itu Sasa membuatkan minuman untuk tante Desi dan anaknya, selesai membuatkan minum untuk tante Desi Sasa kangsung membawakannya ke depan dan Sasa langsung bilang kalau menint tolong untuk mngecek lukanya Faldi.
"Permisi..?" Ucap tante Desi
"Iya sebentar." Jawab Sasa
"Eh tente Desi... silakan masuk tan, aku buatkan minum dulu ya." Ucap Sasa
"Iya Sa." Jawab tante Desi
Tante Desi pun masuk dan duduk untuk menunggu Sass yang membuatkan minuman, tante Desi juga mengajak ngobrol Faldi yang duduk diam sambil melihat tante Desi dan anaknya.
"Kamu Faldi kan..?" Ucap tante Icha bertanya
"Iya tante." Jawab Faldi
"Tidak menyangkan kita bisa ketemu lagi secepat ini." Ucap tanye Desi
"Iya tante." Jawab Faldi
"Oh iya ini anak tante Fira, dia juga seumuran dengan kamu Fal." Ucap tante Desi memperkenalkan anaknya
"Salam kenal aku Faldi." Ucap Faldi
"Maaf tante ini minumnya." Ucap Sasa yang tiba tiba muncul sambil membawakan minuman
"Sa kamu lupa ya sama Fira.?" Tanya tante Desi
"Fira...? Sebentar tante Sasa ingat ingat dulu." Jawab Sasa
"Ya ampun Fira anak tante Sa." Ucap tante Desi
"Oh iya baru ingat aku." Jawab Sasa
"Kamu tidak lupa kan sama anak tante.?" Tanya tante Desi
"Baru ingat aku tan, oh iya Firanya mana.?" Jawab Sasa balik bertanya
"La ini siapa.?" Jawab tante Desi
"Ini Fira.?" Tanya Sasa
"Iya Sa aku Fira." Jawab Fira
"Ya ampun aku benar benar pangling lo Fir, tidak menyangka kalau itu kamu, kamu tambah cantik saja." Ucap Sasa terkejut
__ADS_1
"Ah tidak biasa saja kok." Jawab Fira
"Oh iya Sa ada apa kok tante di suruh kesini.? Kata mamah kamu ada yang sakit, apa kamu beneran sakit setelah dapat surat tadi.?" Ucap tante Desi bertanya
"Tidak kok tan aki tidak sakit, ini Faldi yang sakit bukan aku." Jawab Sasa
"Tapi itu dia terlihat baik baik saja." Jawab tante Desi
"Ih tante Sasa belum bilang yang sakit sudah di jawab saja." Ucap Sasa
"Iya iya memangnya yang sakit apa nya.?" Tanya tante Desi
"Ini lengan dia sakit tadi siang berdarah tapi sudah aku ganti perbanya." Jawab Sasa
"Coba sini tante lihat." Ucap tante Desi
"Fir peralatan mamah tolong bawa kesini." Ucap tante Desi menyuruh Fira mengambilkan peralatanya
"Ini mah." Jawab Fira yang memberika peralatanya
Setelah beberapa menit pemeriksaan dan mengganti perbanya sekali lagi, tante Deso bilang kalau lukanya tidak apa apa dan berpesan kepada Sasa kalau mau mengobati jangan pakai obat merah dulu soalnya lukanya masih basah dan dalam hanya harus di bersihkan menggunakan alkohol tiga hari sekali.
"Bagai mana tante lukanya Faldi.?" Tanya Sasa
"Tidak apa apa tidak ada masalah tapi lain kali di bersihin saja menggunakan alkohol tiga hari sekali jangan pakai obat merah dulu, kasian Faldi kalau merasakan sakit terus menerus karena lukanya masih dalam dan basah." Jawab tante Desi
"Iya tente tadi Sasa yang kasih obat merah, Sasa oikir bisa cepat kering." Jawab Sasa
"Iya tidak apa apa, tapi lain kali jangan ya Sa, soalnya bukan kulit saja yang luka." Jawab tante Desi
"Iya tante." Jawab Sasa
"Maaf ya Fal aku tidak tahu soalnya." Lanjut Sasa yng meminta maaf kepada Faldi
"Iya Sa tidak apa apa kok." Jawab Faldi
"Memangnya kamu tidak merasakan sakit.?" Tanya Sasa
"Cuma tadi saat di olesin saja seteleh kamu perban tidak ada rasanya." Jawab Faldi
"Fal kamu serius..?" Tanya tante Desi yang sedikit terkejut
"Iya tante Faldi serius." Jawab Faldi
"Kamu sudah seperti biasa terluka saja." Jawab tante Desi
"Tidak kok tan baru dua kalai mendaoat luka yang di jahit." Jawab Faldi.
"Oh begiti ya." Jawab tante Desi
__ADS_1
Setelah itu Faldi mengambil minumannya di meja dan saat Faldi mengambil minumnya lengan kiri yang menahan tubuhnya dilihat oleh tante Desi dan Fira mereka berdua terkejut karena hampir satu lengan bekas luka jahitanya, tante Desi dan Fira pun bertanya kepada Faldi iti beneran luku apa bukan yang mereka lihat.