
Setelah cukup lama mencari akhirnya Sasa dan Faldi menemukan Dika dan Risma yqng sedang beristirahat di sepan aula di bawah pohon, Faldi dan Sasa pin menghampiri mereka berdua untuk mengjak mereka lanjut berkeliling.
"Ternyata kalian di sini, aku mencari kalian kemana mana tadi." Ucap Faldi
"Kenapa kamu tidak kirim pesan tadi.?" Tanya Dika
"Lah iya juga ya." Jawab Faldi
"Bilang saja kalau ingin berduaan Fal." Ucap Dika
"Tidak kok kami beneran mencari kalian." Jawab Faldi
"Tapi sambil berduaan juga kan.?" Ucap Dika
"Iya sedikit." Jawab Faldi
"Sudah lah, ini kalian mau mengobrol saja apa lanjut berkeliling.?" Tanya Sasa
"Sebentar lah sayang istirahat dulu capek, lagian di sini juga sejuk." Jawab Faldi
"Iya deh." Jawab Sasa
"Kalian kenapa bisa disini.?" Tanya Faldi
"Nungguin kalian lah." Jawab Dika
"Nungguin kita apa bermesraan berdua.?" Tanya Faldi
"Ya dua duanya lah." Jawab Dika
"Dika..!!" Ucap Risma
"Nah tuh mulai lagi Risma." Ucap Faldi
"Ap sih Fal." Jawab Risma
"Bukan bukan apa apa kok." Jawab Faldi
"Kalian berdua kok lama banget memangnya di dalam tadi masalahnya cukup rumit ya.?" Tanya Dika
"Bukan cukup rumit lagi Dik, sampai sampai berani maon tangan juga." Jawab Sasa
"Maksdunya.?" Tanya Dika
"Iya tadi pengunjung ada yang marah marah lalu menampar murid." Ucap Sasa
"Tersu Faldi berkelahi sama pengunjung itu.?" Tanya Dika
__ADS_1
"Tidak kok, cuma hampir saja." Jawab Sasa
"Oh syukur deh kalau begitu." Jawab Dika
"Fal itu di lengan kamu kok merah luka kamu berdarah lagi ya.?" Ucap Risma
"Masa coba lihat Fal." Ucap Sasa panik
Setelah iti Sasa langsung melihat lengannya Faldi dan benar saja luka yang ada di lenganya Faldi berdarah lagi dan terlihat perban yang membungkus luka tersebut sedikit sobek sobek, Sasa pun langsung mengajak Faldi ke UKS untuk mengobati lukanya.
"Iya Fal luka kamu berdarah." Ucap Sasa
"Masa sih.?" Tanya Faldi
"Iya Fal, sudah sekarang kamu ikut aku ke UKS." Ucap Sasa yang langsung menarik lengan kiri Faldi
"Eh Sa tunggu." Jawab Faldi
"Bisa bisanya ya kamu luka berdarah seperti itu tidak terasa." Ucap Sasa
"Iya maaf mungkin sudah terbiasa, soalnya sudah sering tahu tahu ada darah." Jawab Faldi
"Iya deh, sudah buruan kita harus segera mengobati lukamu." Ucap Sasa
"Iya sayang." Jawab Faldi
Sesampainya di UKS Sasa langsung mencari perban dan alkohol untuk membersihkan lukanya Faldi dan menutupnya kembali, setelah di bersihkan menggunakan alkohol Sasa juga memberi sedikit obat merah untuk lukanya Faldi biar bisa cepat kering, Sasa juga menyarankan Faldi untuk tidak menggunakan tangan kanannya terus menerus karena jik setiap hari berdarah bisa lama kering lukanya, Sasa pun mengirim pesan untuk mamahnya untuk bertanya kepada tante Desi apa beliau bisa datang ke rumah nanti sore untuk mengecek lukanya Faldi.
"Iya." Jawab Faldi
"Mulai sekarang kamu jangan sering sering menggunakan tangan kanan kamu ya kalau terus yerusan begini kapan mau kering lukanya." Ucap Sasa
"Tapi Sa kalau terpaksa bagai mana.?" Tanya Faldi
"Di tahan tidak usah ikut campur, udah tahu masih sakit tetap saja ngeyel ikut capur." Jawab Sasa
"Tapi kan..." ucap Faldi yang belum selesai
"Kamu tidak mikirin perasaan aku yany terus khawatir dengan kondisi kamu ya, aku berusaha keras untuk menjaga kamu, kamu jangan terus terusan begini, aku tahu kamu ingin menolong orang tapi kamu lihat kondisi kamu sekarang kalau tidak mampu lebih baik diam saja, aku benar benar tidak bisa melihat kamu terus terusan terluka setelah kamu menyelamatkanku dengan bertaruh nyawa." Ucap Sasa sambil menangis
"Iya maafkan aku." Jawab Faldi
"Kamu sudah tahu kan kamu seperti apa di mataku, aku juga sudah pernah bilang kalau aku tidak mau kehilangan kamu, apa kamu tidak mengerti dengan perkataanku, tolong kamu jangan egois... tidak semua orang bisa kamu tolong kamu juga memiliki batasan." Ucap Sasa
"Iya sayang maafkan aku kali ini aku belum pernah berpikiran sampai situ." Ucap Faldi yang memeluk Sasa
"Apa kamu sudah tidak menginginkan hidup ini, apa kamu tidak ingin kita terus bersama sampai tua nanti, apa kamu ingin ajal kamu datang terlebih dahulu, tolong kamu ngertiin perasaanku yang takut semua hal itu terjadi." Ucap Sasa marah
__ADS_1
"Iya sayang iya aku salah aku minta maaf aku tidak pernah memikirkan perasaan kamu dan ke khawatiran kamu kepadaku aku minta maaf." Jawab Faldi
"Apa aku egois kalau aku ingin semua itu..." ucap Sasa
"Tidak kamu tidak egois, semua orang pasti punya keinginan untuk akhir bahagia dengan pasanganya." Jawab Faldi
"Iya." Jawab Sasa
"Sudah ya kamu tenang ya, aku juga sudah baik baik saja." Ucap Faldi
"Iya, nanti kamu harus priksa lagi biar tante Desi yang periksa kamu nanti." Ucap Sasa
"Iya." Jawab Faldi
"Sebentar aku mau menghubungi mamahku dulu." Ucap Sasa
"Iya." Jawab Faldi
Sasa pun mengirim pesan kepada mamahnya untuk meminta bantuan ke pada tante Desi nanti sore untuk mengecek lukanya Faldi.
"Maaf mah, mamah bisa tolong tanyakan kepada tante Desi, bisa kerumah tidak nanti sore.?" Isi pesan dari Sasa
"Untuk apa nak.?" Balasan pesan dari tante Icha
"Untuk mengecek lukanya Faldi mah, soalnya tadi berdarah lagi, ini aku baru selesai ganti perbanya." Balsan pesan dari Sasa
"Kok bisa kenapa.?" Balasan pesan dari tante Icha yang balik bertanya
"Biasa mah nolongin orang dan berkelahi." Balasab pesan dari Sasa
"Baiklah mamah kambarin dulu tante Desinya." Balasan pesan dari tante Icha
"Iya mah." Balasan dari Sasa
Setelah mengirimkan pesan kepda mamahnya Sasa melihat lagi lengan Faldi apa masih berdarah atau tidak, setelah di rasa sudah tidak berdarah lagi dan Faldi juga sudah tidak apa apa Sasa mengajak Faldi untuk lanjut berkeliling menikmati festival dan berjaga, lalu mereka berdua kembali menemui Dika dan Risma yang masih di depan aula di dan di bawah pohon untuk mengajak mereka lanjut ber keliling.
"Ayo kita lanjut." Ucap Sasa
"Lukanya Faldi bagai mana.?" Tanya Dika
"Sudah tidak apa apa kok." Jawab Sasa
"Beneran.?" Tanya Dika memastika
"Iya." Jawab Sasa
"Sudah ayo kita lanjut aku sudah tidak apa apa kok." Ucap Faldi
__ADS_1
"Baiklah." Jawab Dika
Setelah itu mereka lanjut berkeliling dan menikmati acara festival bersama, masih sama seperti tadi mereka berdua bergantian untuk berjaga dan bermain hingga tidak terasa hari sudah sore, mereka pun memutuskan untuk pulang karena sudah lelah, merka juga tidak lupa untuk apsen terlebih dahulu sebelum pulang, dan memang benar kalau apsen semua siswa di taruh di ruang satpam agar lebih mudah mengisi daftar hadir, selesai apsen mereka berempat pun pulang.