Sipendiam Dua Kepribadian

Sipendiam Dua Kepribadian
Disekolah


__ADS_3

Teman teman satu kelas sedang membicarakan Faldi dan Sasa  namu mereka berdua yang menjadi bahan omongan terlihat santai saja, bel jam istirahat pun berbunyi dan mereka berempat langsung pergi ke kantin untuk makan siang, sesampainy di kantin Faldi langsung membelikan makan siang untuk Sasa sedangkan Sasa di minta menunggu di tempat duduk yang mereka dapat, setelah cukup lama menunggu akhirnya Faldi pun sampai sambil membawa makan siang untuk Sasa, Dika dan Risma tidak lama kemudian juga sampai lalu mereka semua makan siang bersama sambil mengobrol.


"Kira kira tahun ini bakak sama apa tidak ya dengan tahun lalu." Tanya Dika yang memulai.m pembicaraan.


"Entah lah biasanya sih sama mungkin cuma acaranya saja yang berbeda." Jawab Sasa


"Yang pasti sih tetap ada acara." Jawab Risma


"Kita tunggu saja informasi dari sekolah, lagian ini juga baru masuk setelah liburan yang panjang." Jawab Faldi


"Itu juga ada benarnya, lebih baik kita fokus untuk belajar saja untuk sekarang." Jawab Risma


"Betul itu dari pada mikirin acara sekolah, lagian kita juga sudah punya tim bukan." Jawab Dika


"Iya nanti malah nambah nambahin tugas kita lagi." Jawab Sasa


"Jangan begitu lah, lagian tim kita itu kan tidak interaksi langsung dengan claen jadi kita juga harus belajar untuk menghadapi langsung claen tersebut." Ucap Faldi


"Jadi maksud kamu kita belajar menghadapi claen dari acar tersebut begitu.?" Tanya Dika


"Iya, jadi kalau ada acara kita nikmati sambil belajar kalau tidak ada acara ya sudah kita fokus belajar dan pekerjaan tim kita." Jawab Faldi


"Iya Fal kamu ada benarnya juga kan tidak langsung kita sudah mendapatkan keuntungan." Jawab Sasa


Tiba tiba kak Devi muncul dang menghampiri mereka berempat dan ikut makan siang bersama.


"Hai.!! Kalian...!!" Ucap kak Devi memanggil Falsi dan taman temannya


"Eh kak Dev sini." Ucap Risma memanggil kak Devi


"Kalian makan siang tidak ajak ajak." Ucap kak Devi yang baru duduk


"Iya kak maaf kami tidak tahu kakak sibuk atau tidak." Jawab Sasa


"Kalian bantu siapkan exstra ya." Ucap kak Devi


"Maksudnya kak.?" Tanya Faldi


"Jadi begini, ini kan awal kalian masuk di kelas dua kan jadi pasti ada siswa siswi baru, jadi kalian bantuin exstra untuk mencari siswa siswi baru untuk bisa gabung di exskul kita." Jawab kak Devi


"Oh jadi seperti jaman waktu kami masuk pertama kali kak..?" Tanya Dika


"Iya, jadi mulai dari sekarang kalian bantu untuk menyiapkannya ya soalnya sudah ada banyak siswa siswi yang keluar dari exskul." Jawab kak Devi

__ADS_1


"Iya kak kami usahakan." Jawab Faldi


"Mungkin tiga sampai lima hari lagi acaranya tinggal tunggu saja dari pihak sekolah info lebih lanjutnya." Ucap kak Devi


"Baiklah kak kami usahakan dan siap kan dari sekarang." Jawab Sasa


"Oh iya tumben kak Devi sendirian.?" Tanya Risma


"Iya, enak sendrian." Jawab kak Devi


"Bukanya enak kalau banyak temanya ya kak.?" Tanya Sasa


"Iya kalau teman kita sefrekuensi itu enak kalau tidak.?" Jawab kak Devi


"Iya juga ya ka." Jawab Sasa


"Kalau begitu aku duluan ya sepertinya bel masuk juga sebentar lagi." Ucap kak Devi berpamitan


"Oh iya kak." Jawab Faldi


Setelah itu kak Devi pergi kembali ke kelasnya, Faldi dan teman temanya juga ikut kembali ke kelas, sesamapinya di kelas Faldi mengajak teman temanya untuk berdiskusi menyiapkan rangkuman untuk menarik minat siswa siswi baru untuk gabung di exskul.


"Bagai mana Fal, apa rencanamu.?" Tanya Dika


"Kalau menurutku cukup bilang keuntungannya saja." Ucap Risma


"Bagai mana Fal.? Yang lain sedah ada usulan." Tanya Dika


"Aku sih setuju semua Dik, tapi aku sependapat sama Sasa." Jawab Faldi


"Terus kita menarik minatnya bagai mana.?" Tanya Dika


"Tergantung minat mereka saja Dik kalau tidak ada minat ya sudah dari pada ujung ujungnya seperti angkatan kita." Jawab Faldi


"Baiklah Fal kalau begitu." Jawab Dika


Tidak lama kemudian ada guru masuk ke kelas, memberika jadwal pelajaran dan info tentang acara promosi exslul, setelah beberapa menit kemudian guru tersebut keluar setelah semua di sampaikan, Faldi mencatat jadwal pelajarannya sedangkan teman teman mencatat jadwalnya dari Faldi.


Setelah itu mereka kembali jam kosong sampai akhirnya bel jam pulang pun berbunyi, mereka berempat langsung mengemasi barang mereka dan pulang, tetapi saat berada di depan parkiran mereka bertemu kak Devi dan kak Sinta yang ingin ke cofishop di depan sekolah, akhirnya kak Devi dan kak Sinta mengajak Faldi dan teman temanya untuk ikutan mampir, saat mereka sampai mereka langsung mengobrol masalah exskul dan beberapa masalah lain nya.


"Bagai mana Fal.? Sudah ada rencana.?" Tanya kak Devi


"Kalau pendapatku kita cari yang mint saja sedikit tidak masalah." Jawab Faldi

__ADS_1


"Tapi kalau exskul kita siswanya cuma sedikit bisa di bubarkan." Jawab kak Sinta


"Loh kenapa kak.? Kok bisa  begitu.?" Tanya Risma


"Iya soalnya tiap tahun pasti ada tarjet siswa yang harus di penuhi untuk mempertahankan exskul tersebut agar fasilitas yang di sediakan sekolah bisa terpakai." Jawab kak Sinta


"Repot juga kalau begitu." Jawab Sasa


"Kalau waktu angkatan kalian kemarin memang sudah tidak ada yang ingin mempertahankan exskul ini jadi mencari yang mau saja, kalau bubar ya sudah tapu nyatanya tidak sama karena yang minat cukup banyak tapi begitulah cuma samapai tengah jalan saja." Jawab kak Devi menjelaskan


"Huufftt..." Faldi menghela nafas panjang


"Kenapa Fal." Tanya Sasa


"Kalau memang sudah tidak ada yang ingin mempeetahankan ya sudah mau bagai mana lagi lagian alat alat untuk exskul tersebut juga mahal mahal." Jawab Faldi


"Kenapa Fal.? Kok kamu jadi pesimis begini.?" Tanya Sasa


"Jujur saja aku sebenarnya sudah lelah memikirkan semuanya, dari pekerjaan kita di tim pekerjaanku sendiri ini di tambah exskul sekolah yang belum tentu ingin mempertahankan exskul ini." Jawab Faldi


"Kenapa kamu baru bilang sekarang Fal.? Kenapa kamu tidak mau cerita ke aku dari kemarin." Tanya Sasa


"Aku bukanya tidak mau cerita tapi kalau aku cerita ke kamu aku yang tidak sanggup soalnya ini masalah juga rumit." Jawab Faldi


"Fal kamu sudah menanggu semua sendirian, sekarang kamu tidak sendiri Fal, ada aku dan teman teman yang lain, setidaknya kalau ada masalah kamu cerita lah sedikit kepada kami, biar kami bisa membantumu." Ucap Sasa menenangkan Faldi


"Iya Fal Sasa benar." Ucap Dika


"Terimakasih teman teman, aku akan berusaha bilang tapi untuk sekarang mungki tidak dulu." Jawab Faldi


"Terus ini bagai mana untuk exskul sekolahnya.?" Tanya Risma


"Kita biarkan saja biar teman teman yang lain saja yang memikirkannya, percuma jika kita ingin mempertahankannya tapi yang lain tidak." Ucap Sasa


"Tapi kan..." ucap kak Devi yang belum selesai bicara


"Sudah lah kak kasian Faldi juga bebanya sudah banyak masih kita andal kan tentang masalah ini." Jawab Sasa yang memotong perkataan kak Devi


"Kamu kenapa si Sa kok jadi marah seperti ini.?" Tanya Risma


"Kalian lihat Faldi selama ini sudah sendirian masih di tambah kita yang selalu mengandalkannya setiap ada masalah, ini di tambah lagi masalah sekolah kita masih memintanya untuk menyelesaikannya, tim kita bisa berjalan sejauh ini juga karena dia yang berusaha keras membantu kita dan dia juga tidak ingin membebani kita apa semua itu tidak ada artinya." Ucap Sasa


"Sudah Sa jangan marah marah begini kenapa, kita omongkan baik baik bisa kan.?" Jawab Risma

__ADS_1


"Bagai mana aku tidak marah lihat lah Faldi sekarang.!" Ucap Sasa


Setelah itu teman teman melihat Faldi yang terlihat pucat yang membuat Sasa khawatir kepada Faldi dan marah kepada teman temanya, seketika itu teman temanya barus sadar kalau Faldi sedang down mental dan Fisiknya akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang.


__ADS_2