
Setelah acara sekolah selsai, akhirnya pelajaran di mulai juga, mereka beremoat mengikuti pelajaran seperti biasa layaknya siswa siswi baru pada umumnya.
Setelah beberapa hari di mulainya pelajaran, semua siswa siswi baru mulai terbiasa dengan pembelajaran yang ada di sekolah tersebut, ada juga yang mulai bolos pelajaran hanya karena tidak suka dengan guru pengajarnya, Faldi dan Dika juga sama saat waktu pelajaran matimatika mereka berdua malah pergi ke kantin dan tidak mengikuti pelajaran matematika tersebut, setelah pelajaran tersebut selesai meraka berdua baru kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran selanjutnya, setelah selesai pelajaran bel jam istirahat pun tiba Faldi dan Dika langsung pergi ke kantin untuk makan siang, sewaktu di kantin mereka berdua di hampiri Sasa dan Risma mereka berdua bertanya kepada Faldi dan Dika kenapa tidak mengikuti pelajaran matimatika tadi.
"Kalian berdua tadi kemana tidak mengikuti pelajaran matimatika.?" Tanya Risma
"Kami tadi di kantin memangnya kenapa.?" Jawab Dika balik bertanya
"Kenapa kalian berdua tadi tidak iku pelajaran.?" Tanya Sasa
"Males banget Sa, tidak ada satu pun pelajaran yang nyangkut." Jawab Faldi
"Memangnya ada yang susah ya.?" Tanya Risma
"Tidak juga sih, tapi males banget kalau di suruh untuk mengerjakan soal dan caranya harus sama yang di ajarkan." Jawab Faldi
"Iya betul itu, padahal kan masih ada cara yang lain tapi kenapa harus sama, padahal jawabanya juga sama." Lanjut Dika
"Cuma masalah itu.?" Tanya Sasa kembali
"Iya tidak juga, tapi sebelum itu kalian pernah menjawab salah tidak.?" Jawab Dika balik bertanya
"Sampai sekarang sih cuma salah sedikit." Jawab Risma
"Untung kalian salah sedikit, kami berdua satu soal salah semua dari jara dan jawabannya itu langsung di corek semua satu jawaban, di tambah lagi tidak di kasih tahu yang membuat salah jawaban tersebut." Jawab Faldi bercerita
"Masa iya, punya kami berdua tidak pernah sampai seperti itu." Jawab Risma
"Iya serius, aku juga di katain bodoh karena tidak faham, bukanya itu keterlaluan." Jawab Dika
__ADS_1
"Iya aku pernah mendengarnya kalau Dika dikatai seperti itu." Lanjut Faldi
"Tidak mungkin lah guru sampai seperti itu." Jawab Sasa
"Iya tidak mungkin kalau sama murid gadis." Jawa Dika kesal
"Bukan begitu juga Dik." Jawab Sasa
"Terserah kalian berdua saja lah." Jawab Dika
"Kalau memang benar begitu, awas saja kalau aku melihatnya macam macam ku bantai tuh orang." Ucap Faldi
"Fal tidak boleh begitu sama yang lebih tua juga." Ucap Sasa
"Iya iya." Jawab Faldi yang ikut kesal.
Setelah itu mereka berempat kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran selanjutnya, sebelum pelajaran selanjutnya di mulai Dika ingin kekamar mandi dan meminta Faldi untuk menemaninya, saat di kamar mandi tidak sengaja Faldi melihat guru matimatika itu sedang melecehkan siswi lain dan Faldi langsung mengambil beberapa Foto dari kejadia tersebut, namun Faldi ketahuan karena lupa mematikan Flash hpnya, Fadi pun di datangi guru itu dan siswi yang di lecehkan tadi berlari pergi.
"Memangnya kenapa kalau saya berani bilang." Jawab Faldi sambil melihat nama guru tersebut
"Jadi kamu mau cari masalah dengan saya." Ucap guru tersebut
"Siapa takut viky." Jawab Faldi sambil menyebut namanya
"Tidak sopan kamu ya.?" Ucap pak viky
"Orang seperti anda tidak pantas menanyakan kesopanan pada saya." Jawab Faldi
"Awas kamu urusan kita masih belum selsai." Ucap pak viky setelah itu pergi
__ADS_1
Dika yang berada di kamar mandi ternyata mendengar semua pembicaraan Faldi sama pak viky, Faldi pun memperlihatkan foto yang dia ambil tadi saat pak viky melakukan kejahatanya kepada Dika, Dika pun ikut geram kepada pak viky.
Beberapa minggu berlalu Faldi dan Dika maeih diam tidak memberitahu tentang kejahatannya pak viky tersebut, tapi saat Faldi melihat untuk yang ke dua kalainya dia beneran melaporkanya kepada para guru yang ada di sekolah tersebut dan para guru cuma bilang akan di urus, hingga kasus tersebut sudah ada beberapa minggu masih belum ada tindakan tegas dari pihak sekolah dan akhirnya Faldi dan Dika mencari bukti yang lebih banyak lagi, karena Faldi menganggap kalau bukti bukti yang dia berikan kepada para guru yang ada masih kurang.
"Dik sekarang kita harus mencari lebih banyak bukti lagi sebelum hal hal yang buruk terjadi." Ucap Faldi
"Baiklah Fal, aku aka bantu kamu." Jawab Dika
Akhirnya mereka berdua mencari lebih banyak lagi bukti, setelah satu bulan berlalu ada lebih dari 10 foto bukti kejahatan yang di lakukan pak viky kepada siswi yang ada di sekolah tersebut, saat Faldi melaporkanya kembali kepad para guru mereka masih bilang yang sama kepada Faldi akan menyelidiki terlebih dahulu, sampai membuat Faldi benar benar kesal dengan para guru yang tidak bisa cepat bertindak seolah olah menghadapi masalah kecil, mereka juga seperti tidak melihat tindak kejahatan yang di lakukan oleh pak viky.
Faldi semakin geram dan jengkel dengan para guru yang tidak menindak tegas masalah tersebut, Faldi mencoba untuk menahan amarahnya karena dia tahu dia hanya siswa tidak bisa langsung bertindak, setelah itu Faldi mencoba mencari alasan di balik semua itu kenapa para guru tidak menindak tegas perbuatan dari pak viky.
Beberapa minggu berlalu akhirnya Faldi tahu apa penyebabnya laporan Faldi tidak di proses oleh para guru, ternyata para guru menganggap semua laporan Faldi adalah lelucon karena Faldi di bilang jago di exskul sampai melampaui kakak kelas tiga, oleh karena itu foto foto yang Faldi berikan di anggap hasil editan semata.
Faldi pun semakin marah dan cemas kepada Sasa dan Risma, akhirnya Faldi memberi tahu kepad Sasa dan Risma keburukan yang di lakukan pak viky, namu Sasa dan Risma tidak percaya kepad Faldi dan Risma bilang kalau foto tersebut hasil editan semata,
"Sa.! Ris.! Kalian berdua harus hati hati ya kepada pak viky." Ucap Faldi memberi tahu
"Memangnya kenapa Fal,?" Tanya Sasa
"Kalian lihat ini kelakuan pak viky." Jawab Faldi
"Tidak mungkin ini Fal." Ucap Sasa
"Iya ini tidak mungkin, ini pasti fotony kamu edit ya." Lanjut Risma
"Ya sudah kalau tidak percaya." Jawab Faldi
"Faldi tunggu." Panggil Sasa yang bingung mau percaya atau tidak
__ADS_1
Faldi pun pergi meninggalkan Sasa dan Risma, Faldi lalu memilih menenangkan diri di samping aula sekolah karena jarang ada siswa siswi yang kesana, setelah Faldi cukup tenang dan bisa mengendalikan emosinya dia kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran seperti tidak ada masalah.