
Setelah beberapa hari kemudian Faldi akhirnya diperbolehkan untuk pulang, sebelum pulang perban luka Faldi di ganti terlebih dulu dan dokter yang mengganti perban Faldi juga memberikan catatan untuk obatnya Faldi, setelah mengganti perbannya Faldipun langsung pulang di antar oleh Dika.
Setibanya di rumah Faldi, Dika sedikit terkejut karena rumah Falsepi tidak ada orang, Dikapun berinisiatif untuk tanya Faldi dimana orang tuanya.
"Fal rumajmah kamu kok sepi ya.?" Tanya Dika sambil membantu bawa barangnya Faldi
"Kerja semua Dik." Jawab Faldi membuka pintu
"Oh kerja." Ucap Dika sambil menaruh barangnya Faldi
"Iya makanya aku sering sibuk, mulai nyuci pakaianku sampai bersih bersih rumah." Ucap Faldi sambil berjan ke belakang
"Oh jadi begitu." Ucap Dika
"Nih minuman dingin." Ucap Faldi yang melempar sebotol minuman
"Fal itu juga motor kamu.?" Tanya Dika waktu melihat moge dirumahnya Faldi
"Iya Dik itu motorku juga, yang itu benar benar kesayangan aku, banyak cerita di balik motor itu." Ucap Faldi
"Pantesan suruh aku antar jemput kamu." Ucap Dika
"Hehehe... Iya motor aku memang begitu semua." Ucap Faldi sedikit tertawa
Setelah lumanyan lama mereka berdua mengobrol Dika pun izin pamit pulang sama Faldi.
Keesokan harinya Faldi dan Sasa kembaki masuk setelah 7 hari lebih tidak masuk ke sekolah, sesampainya di sekolah Faldi dan Dika lagsung maauk kekelas sampainya di kelaa Faldi langsung di hujani banyak pertanyaan oleh teman temannya terutama parag gadis yang ingintahu kejadian detail masalah perkelahian kemarin, Faldi sampai kebingungan mau menjawab, tidak lama kemudian Sasa dan Risma tiba di kelas dan suasana dikelas seketika berubah, Faldi yang melihat Sasa sadar kalar kalau Sasa sedang marah melihat Faldi yang di kelilingi gadis satu kelas, Faldi pun langsung menghampiri Sasa dan mengucapkan terimakasih kembali keda Sasa seketika suasana kelaspun berubah seperti semula.
"Selamat pagi kalian berdua." Ucap Faldi menyapa Sasa dan Risma
"Selamat pagi juga." Jawab Sasa sambil tersenyum
"Teremikasih buat kemarin ya Sa." Ucap Faldi berterimakasih
"Sudah lah Fal, tidak usah berterimakasih terus." Ucapa Sasa
"Hehe... Iya iya maaf." Ucap Faldi
"Kalian berdua ada hubungan apa.?" Tanya Tifa teman satu kelas
"Eh eng-enggak ada kok cuma teman." Jawab Sasa gugup
"Eh sirus kah.?" Tanya tifa
"Iyak kok, kami cuma teman." Jawab Faldi
"Sa... Kalau begitu aku boleh ambil Faldi.?" Tanya Tifa berbisik pada Sasa
"Tidak boleh." Jawab Sasa berteriak
"Eh jadi begitu." Ucap Tifa
"Eh bu-bukan begitu." Jawab Sasa malu malu
"Duh imut banget sih si Sasas." Ucap Faldi dalam hati
__ADS_1
"Ayolah Sa cuma bercanda." Ucap Tifa
"Aduh Sa ketahuan banget dah kamu." Ucap Risma
"Apanya sih Ris." Jawab Sasa balik beetanya
"Pura pura tidak tahu juga." Ucap Risma yang terus menjahili Sasa
"Sudah Ris kasian Sasa itu lo kamu jahili lagi." Ucap Faldi
"Ih... Risma!!" Ucap Sasa
Setelah itu guru mata pelajaran pun masuk sehingga membunarkan suasana pagi itu, mereka semua mulai mengikuti pelajaran pagi itu, setelah pelajaran selesai saatnya jam istirahat dan mereke seperti sebelum sebelumnya yang kekantin bersama berempat, disini gantian Faldi yang mencari tempat duduknya dan yang lain mencari makanan yang di inginkan masing masing, saat Faldi ingin titip makan sama Dika tiba tiba Sasa menawarkan untuk membelikan Faldi makanannya.
"Dik." Ucap Faldi memanggil Dika
"Anu Fal makan kamu kali ini aku yang belikan ya.?" Ucap Sasa
"Oh begitu em iya sudah tidak apa apa, terimakasih sebelumnya." Ucap Faldi
"Iya Fal." Jawab Sasa
Setelah sampai Faldi lang mencari tempat Duduk dan teman temanya membeli makan siang, beberapa menit kemudia teman temanya datang sambil membawa makanan, meraka pun langsung makan siang bersama seperti biasa mereka beremoat mengobrol dan bercanda, selesai makan tiba tiba kak Devi mendatangi mereka berempat dan bertanya kepada Faldi apa yang telah terjadi.
"Hai kalian." Ucap kak Devi menyapa
"Eh kak Devi." Jawab Faldi dan Sasa
"Kalian berdua kemana saja kok tidak pernah terlihat di exskul.?" Tanya kak Devi
"Jangan bilang kemarin itu yang berantem kamu Fal.?" Tanya kak Devi
"Iya aku yang berkelahi kak." Jawab Faldi
"Terus tangan kamu kenapa bisa di perban seperti itu.?" Tanya kak Devi
"Tangan dia tersayat pisau kak, udah begitu masih saja lanjut berantem sudah tahu kalau tangannya terluka." Ucap Sasa
"Kok bisa sih.?" Tanya kak Devi
"Aku tidak tahu kalau dia bawa pisau kecik kak." Jawab Faldi
"Parah tidak Fal.?" Tanya kak Devi
"Parah banget kak Faldi saja sampai koma karena kehilangan banyak darah, bikin orang khawatir saja." Jawab Sasa
"Sa kamu kenapa juga tidak pernah keihatan waktu exskul."? Tanya kak Devi kepada Sasa
"Itu aku anu..." Jawab Sasa bingung.
"Sasa neminin Faldi di rumah sakit kak." Jawab Risma
"Eh jadi begitu, pantas saja kalian berdua tidak pernah terlihat di exskul." Jawab kak Devi
Tidak terasa bel waktunya masuk sudah berbunyi dan mereka semua kembali ke kelasnya masing masing dan mengikuti pelajaran selanjutnya seperti biasa.
__ADS_1
Setelah pelajaran selesai bel jam pulangpun berbunyi, sebelum mereka pulang mereka bertemu dengan kak Devi lagi, kak Devi mengajak mereka berempat untuk ke kopishop di dekat sekolah karena kak Devi masih ingin bertanya dan mengobrol dengan mereka.
"Hai kalian berempat tunggu!!" Ucao kak Devi memanggil mereka berempat
"Iya kak ada apa.?" Tanya Risma
"Kalian sibut tidak.?" Tanya kak Devi
"Tidak kok, hari ini mumpung senggang, ada apa ya kak.?" Jawab Faldi balik bertanya
"Mampir dulu yuk di kopishop." Ajak kak Devi
"Boleh kak, ayuk." Jawab mereka berempat
Setelah itu mereka berlima langsung menuju ke kopishop yang di beri tahu sama kak Devi.
Sampai di kopishop mereka langsung mengobrol dan kak Devi langsung bertanya kepada Sasa dan Faldi perihal yang tadi karena belum selesai.
"Kamu di rawat di rumah sakit berapa lama.?" Tanya kak Devi
"8-9 hari kak aku di rumah sakit." Jawab Faldi
"Katanya kamu sempat koma.? Berapa lama.?" Tanga kak Devi kembali
"Dia koma tiga hari kak." Jawab Sasa
"Itu memangnya masalahnya apa Fal sampai kamu berani mukulin guru itu.?" Tanya kak Devi
"Sebebenarnya Faldi seperti itu menolongku kak." Jawab Sasa
"Menolongmu.? Memangnya kamu kenapa Sa.?" Tanya kak Devi pada Sasa
"Guru itu mau memperkosaku kak." Ucap Sasa sambil meneteskan air mata saat mengingat kejadian itu
"Serius.?" Tanya kak Devi terkejut
"Iya kak, aku sama Faldi sudah ada banyak bukti tapi yang paling parah kejadianya Sasa." Jawab Dika
"Kalian sudah lapor sama para guru.?" Tanya kak devi
"Sudah kak tapi tidak ada respon baik dari para guru." Jawab Dika
"Pantesan." Ucap Kak Devi
"Akhirnya Faldi sudah benar benar emosi dan sudah tidak tebendung lagi, ditambah yang di perlakukan seperti itu orang yang Faldi suka, suda jelas kalau Faldi tidak bisa menahan emosinya lagi." Ucap Dika
"Sudah jadia aja kalian berdua sudah cocok banget itu." Ucap Risma
"Apa sih Ris.!" Ucap Sasa sambil bersandari di bahu Faldi.
"Ya ampun Sa sudah mesra mesraan begitu juga." Ucap Risma
"Eh itu anu..." Jawab Sasa menahan malu
Setelah itu bercandan satu sama lain, dan yang selalu jadi sasaran pasti Faldi dan Sasa
__ADS_1