
Sepuluh hari pun berlalu kini Faldi audah keluar dari rumah sakit, Faldi juga di mintaboleh tante Icha untuk tinggal kembali di rumahnya untuk masa pemulihanya, Faldi mau tidak mau juga harus nurut sama tante Icha karena tante Icha juga sudah menggao Faldi seperti anaknya sendiri dan di tambah lagi yang merawat Faldi saat sakit kalau tidak Sasa ya tante Icha, maka dari itu Faldi mau tida mau harus nurut sama tante Icha.
Saat Faldi mau menginap lagi di rumah tante Icha dia bertemu dengan kepala desa serta dengan RT setempat mereka berdu mengucapkan terimakasih kepada Faldi karena sudah beberapa kali membantu ke amanan desa tersebut, Faldi juga meminta izin untuk tinggal di rumahnya tante Icha kepada RT setempat, ketua RT tersebut tidak mempermasalahkan hal itu dia hanya berpesan kepada Faldi jangan sampai membuat masalah atau hal hal yang melanggar hukum di desa tersebut, Faldi pun meng iyakan dan menyanggupi hal tersebut dan akhirnya Faldi di izinkan tinggal.
"Permisi..." Suara seseorang yang datang ke rumah tante Icha
"Iya pak ada apa ya.?" Ucap tante Icha membukakan pintu
"Anu begini ap ibu mengenal anak yang bernama Faldi.?" Tanya pak RT
"Iya pak itu anak angkat saya." Jawab tante Icha
"Oh bolehkah saya dan pak lurah bertemu dengannya.?" Tanya pak RT
"Sebente ya pak lurah sama pak RT masuk dan duduk dulu biar saya panggilkan dulu." Jawab tante Icha yang langsung pergi ke belakang memanggi Faldi
"Fal kamu di cariin pak lurah sama pak Rt, oh ya Sa sekalian kamu buatkan minum ya untuk tamu." Ucap tante Icha
"Oh iya mah Faldi segera kesana." Jawab Faldi
"Baik mah." Jawab Sasa
"Pak ini anak angkat saya Faldi." Ucao tante Icha sambil membantu Faldi berjalan
"Oh ini ya, terimakasih banyak ya nak bantuannya." Ucap pak Rt
"Ada apa ya pak.?" Tanya Faldi
"Saya kesini untuk berterimakasih kepada mu nak karena sudah membantu ke amanan desa ini tempo lalu." Ucap pak lurah
"Oh iya pak sama sama." Jawab Faldi
"Kamu masih muda cukup berani dan nekat ya sampai menghadapi begitu banyak orang sendirian." Ucap pak Rt
"Tidak kok pak saya juga hanya ingin melindungi Sasa dan mamah saja kok." Jawab Faldi
"Oh iya bapak dengar kamu di rumah sakit cukup lama apa itu benar.?" Tanya pak RT
__ADS_1
"Iya pak benar sekitar dua minggu lebih." Jawab Faldi
"Kamu mendapatkan bantuan tidak nak.?" Tanya pak Lurah
"Maksudnya bantua apa ya pak kalau boleh tahu.?" Tanya Faldi
"Ya bantuan biaya rumah sakit kamu nak." Jawab pak lurah
"Tidak pak saya membayar biaya rumah sakit menggunakan tabungan saya dan tabungan mamah." Jawab Faldi
"Kalau begitu nati bapak atur untuk bantuan dana rumah sakit kamu ya, anggap saja sebagai ucapan terimakasih warga sini." Ucap pak lurah
"Iya pak terimakasih." Jawab Faldi
"Iya nak bapak juga berterimakasih kepadamu." Jawab pak lurah
"Em maaf pak saya juga mau minta izin sekalian untuk tinggal di sini soalnya saya mungkin lumayan lama tinggal disini untuk masa pemulihan." Ucap Faldi
"Iya nak tidak apa apa, tapi kalau saya boleh tahu apa kamu beneran tidak memiliki orang tua.?" Tanya pak Rt
"Oh begitu ya, baiklah kamu boleh tinggal di sini tapi kamu jangan membuat masalah dan berbuat yang tidak tidak ya seperti melanggar aturan desa ini." Jawab pak Rt
"Iya pak baik." Jawab Faldi
"Kalau begitu kami mau izin pulang ya bu terimakasih waktunya." Ucap pak Rt
"Iya pak." Jawab tante Icha
Setelah itu pak RT sama pak lurah pun pergi, tante Icha sedikit terkejut dengan perkataan Faldi yang berani meminya izin sendiri kepada pak Rt, tante Icha pun mengajak Faldi untuk berbicara sebentar dengannya
"Fal mamah tidak percaya kalau kamu berani meminta izin langsung dengan pak Rt." Ucap tante Icha
"Faldi tahu kok kalau Faldi di sini itu tamu jadi Faldi mencoba untuk meminta izin ke pak Rt biar tidak ada salah faham mah." Jawab Faldi
"Oh iya Fal kamu kan masih masa pemulihan kan besok kalau masuk sekolah biar aku saja ya yang mengemudi kamu aku bonceng." Ucap Sasa
"Em iya Sa, lagian aku juga harus segera mengerjakan ujian susulan." Jawab Faldi
__ADS_1
"Tapi kamu jangan berlebihan juga, ingat kamu masih dalam masa pemulihan." Ucap Sasa
"Iya." Jawab Faldi
"Oh iya Fal mamah mau tanya sama kamu, kemarin waktu kamu di rawat di rumah sakit dokter bilang kalau luka jahitan kamu terbuka ada sembilan bukanya kamu hanya punya tiga ya.?" Tanya tante Icha
"Mah sebulumnya kami minta maaf karena tidak memberitahu mamah." Ucap Sasa
"Maksud kamu.? Kamu sudah tahu Sa.?" Jawab tante Icha balik bertanya
"Iya mah Sasa sudah tahu soal bekas luka jahitan di tubuhnya Faldi." Jawab Sasa
"Sekarang kalian berdua bilang ada berapa luka jahitanya." Ucap tante Icha
"Ada tiga belas mah luka jahitan di tubuh Faldi." Jawab Faldi
"Kamu serius tidak bohong kan.?" Tanya tante Icha tidak percaya
"Iya mah itu benar yang di katakan oleh Faldi." Jawab Sasa
"Kok bisa sih Fal.?" Tanya tante Icha
"Dulu aku sudah pernah ceritakan mah, dan luka ini yang aku dapat Tapi aku juga tidak bisa menolong mamahku." Ucap Faldi
"Oh iya mamah ingat, jadi ini yang membaut kamu pertama kali menghadapi kematian itu Fal." Ucap tante Icha
"Iya mah." Jawab Faldi
"Kalau begitu sekarang kamu tidak usah berkelahi lagi ya Fal ini sudah ke tiga kalinya loh, jika kamu sampai kenapa napa lagi atau bahkan sampai lebih parah apa tidak kasihan Sasa dan mamah.?" Ucap tante Icha bertanya
"Iya mah Faldi tahu kok, Faldi akan berusaha agar tidak berkelahi lagi." Jawab Faldi
"Ya sudah sekarang kamu banyak banyak istirahat dulu besokan masuk sekolah, sa kamu temani Faldi ya mamah mau siap siap kerja." Ucap tante Icha
"Siap mah." Jawab Sasa
Setelah itu Sasa membantu Faldi untuk berjalan ke kamrnya, sesampainya di kamar Faldi langsung berbaring dan beristirahat, Sasa juga ikut berbaring di samping Faldi dan mengajaknya untuk menonton filem karena tidak ada kegiatan atau pekerjaan yang mereka berdua lakukan sambil menemani Faldi yang sedang beristirahat.
__ADS_1