Sipendiam Dua Kepribadian

Sipendiam Dua Kepribadian
biaya rumah sakit


__ADS_3

Setelah teman temanya tahu kondisinya Faldi mereka semua ikut membantu mencarika donor darah, mereka banyak memposting di sosial media mereka agar bisa lebih cepat mendapatkan donor darah yang sama dengan golongan drahnya Faldi, setelah memberi tahu kondisinya Faldi Alfred dan beberapa temanya  berpamitan kepada Sasa dan ibunya untuk pulang, Alfred juga bilang akan membantu untuk mencarikan donor darah untuk Faldi.


"Sa, tante kami teman teman Faldi mau izin pulang dulu." Ucap Alfred berpamitan


"Iya Fred, terimakasih bantuannya tadi." Jawab Sasa


"Nanti kabar kabar saja Sa soal kondisinya Faldi, kami juga akan bantu carikan donor darahnya." Ucap Alfred


"Iya, sekali lagi terimakasih ya." Jawab Sasa


"Kalau begitu aku dan yang lainya pulang dulu." Ucap Alfred


"Iya." Jawab Sasa


Setelah itu Alfred dan yang lainya pun pulang, Sasa dan tante Icha kemudian didatangi oleh perawat dan perawat itu bilang untuk mengurus administrasi dan biayaya rumah sakit terlebih dahulu, tante Icha hanya bisa bilang kalau besok akan membayarnya, tante Icha pun bingung bagai mana cara membayarnya karena tabungan tante Icha juga tinggal sedikit.


Akhirnya Sasa pun menbayar tagihan rumah sakit menggunakan tabunganya Faldi karena terpaksa, Sasa hanya berpikir jika tidak segera di bayar akan menunda perawatanya Faldi, Sasa yang bilang ke pada tante Icha sedikit ada masalah karen tante Icha tidak mau jika menggunakan uangnya Faldi.


"Mah kali ini kita bayarnya pakek tabungannya Faldi ya.?" Ucap Sasa yang bertanya kepada ibunya


"Jangan lah nak, kasihan Faldi kalau tidak memegang uang nanti." Jawab tante Icha


"Tapi mah, jika kita tidak segera membayar Aasa takut jika kondisi Faldi semakin parah." Jawab Sasa


"Iya mamah tahu itu nak, tapi kan..." Ucap tante Icha yang belum selesai berbicara


"Sudah lah mah untuk biayaya kali ini kita gunakan tabunganya Faldi, nanti kalau mamah ada baru di ganti." Ucap Sasa yang memotong omongan ibunya


"Baiklah nak kalau begitu." Ucap tante Icha yang nurut sama Sasa

__ADS_1


"Kalau begitu besoj biar Sasa saja yang mengurus pembayarannya." Ucap Sasa


"Memangnya kamu bisa membuka rekeningnya Faldi.?" Tanya tante Icha


"Bisa kok mah semua pin Sasa tahu mulai pin hpnya sampai semua rekening Faldi." Jawab Sasa


"Memangnya Faldi punya rekening berapa Sa.?" Tanya tante Icha


"Dia punya tiga mah, yang satu buat tabungan dia yang satu buat kebutah rumahnya dan yang satu untuk pegngan dia." Jawab Sasa menjelaskan


"Kalau boleh tahu memangnya berapa banyak tabungan Faldi.?" Tanya tante Icha


"Terakhir Sasa lihat ada lah lima ratusan." Jawab Sasa


"Maksud kamu lima ratus juta sayang.?" Tanya tante Icha


"Iya mah, maka dari itu aku sarankan untuk menggunakan tabungannya Faldi dulu." Ucap Sasa


"Coba nanti mamah tanyakan dulu beraoa biayanya." Jawab tante Icha


"Baiklah mah." Jawab Sasa


Setelah itu tante Icha pergi ke administrasi untuk bertanya sekalian untuk mengisi data diri Faldi, Sasa juga masuk keruang rawat Faldi untuk melihat kondisinya, saat Sasa masuk dia begitu sedih melihat tubuh Faldi yang banyak perban karena luka lukanya yang di jahit kembali, Sasa pun tidak kuat melihat hal tersebut dia hanya bisa menangis samapai dia ketiduran di samping tempat tidurnya Faldi yang sedang tidak sadarkan diri.


Di pagi harinya tante Icha membangunkan Sasa untuk segera siap siap untuk pergi ke sekolah, Sasa awalnya tidak mau pergi kesekolah tapi saat teringat kata kata Faldi semalam Sasa pun akhirnya pergi kesekolah dan dia berjanji kepada dirinya sendiribakan mendapatkan peringkat pertma demi Faldi yang sekarang sedang berjuang untuk hidupnya, sesampainya di sekolah Dika dan Risma bertanya kepada Sasa karena melihat Sasa yang berangkat sendiri ke sekolah tidak bersama Faldi.


"Sa kok berangkat sendiri Faldi mana.?" Tanya Dika


"Dia dirumah sakit Dik." Jawab Sasa sedih

__ADS_1


"Kamu serius.?" Tanya Risma


"Iya aku tidak mungkin berbohongkan, aku juga bawa surat dari dokter." Jawab Sasa


"Kok bisa kemarin kita waktu pulang dia tidak apa apa bukan.?" Ucap Dika yang bertanya


"Iya kejadianya tadi malam." Jawab Sasa


"Terus sekarang bagai mana kondisi Faldi.?" Tanya Dika


"Sampai sekarang dia belum sadarkan diri, kata dokter dia koma dan membutuhkan donor darah." Jawab Sasa


"Golongan darahnya apa.?" Tanya Risma


"Golongan darah Faldi B." Jawab Sasa


"Golongan darah B sulit juga ini kalau mencari." Ucap Dika


"Sekarang aku hanya bisa berdoa dan berharap untuk kesembuhannya dan juga agar segera mendapatkan donor darh yang sesuai." Ucap Sasa


"Nanti kamu pulang sekolah ke rumah sakit kan Sa.?" Tanya Dika


"Iya." Jawab Sasa


"Kami ikut ya." Ucap Dika


"Iya." Jawab Sasa


Setelah itu mereka bertiga masuk kekelas untuk mengikuti ujian, Sasa juga memberikan surat izin dari dokter kepada guru kalau Faldi benar benar sakit dan sedanh di rawat di rumah sakit, selesai mengerjakan ujian merka akhirnya sudah boleh pulang Sasa, Dika, dan Risma pun langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Faldi.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit Sasa di beri tahu ibunya soal biayaya rumah sakit yang menghabiskan sekitar delapan puluh juta, setelah Sasa mendengar hal tersebut dia langsung pergi ke administrasi untuk segera membayar biayaya rumah sakitnya Faldi, selesai membayar biayaya rumah sakit Sasa kembali ke kamar dimana Faldi di rawat.


__ADS_2