Sipendiam Dua Kepribadian

Sipendiam Dua Kepribadian
mendapat pendonor


__ADS_3

Sesampainya Sasa ke ruangannya Faldi di rawat Sasa melihat expresi Dika yang begitu sedih saat melihat teman seperjuangannya sedang terbaring tidak sadarkan diri di atas tempat tidur, Risma juga sudah mencoba menenangkan Dika yang bersedih tapi tetap saja kerena Dika benar benar tidak tega melihat teman seperjuangannya seperti itu, saat Sasa sedang kebingungan tiba tiba hpnya Faldi berbunyi karena ada telfon, Sasa pun melihat siapa yang menelfon dan ternyata yang telfon Alfred, Sasa pun langsung mengangkat telfontersebut siapa tahu penting, alfred pun langsung meberi tahu Sasa kalau sudah ada pendonor darah yang sama dengan golongan darahnya Faldi.


"Hallo ada apa Fred.?" Ucap Sasa mengangkat telfon


"Ini Sa ada yang mau donor darah buat Faldi, tapi dia seorang gadis tidak apa apa kan yang penting Faldi bisa segera mendapatkan darah." Jawab Alfred


"Beneran sudah ada.?" Ucap Sasa memastikan


"Iya tapi ya itu seperti yang aku bilang tadi dia gadis." Jawab Alfred


"Tidak masalah kok, kalau aku suruh untuk membayar juga tidak apa apa asalkan Faldi mendapatkan doroh darahnya." Ucap Sasa


"Itu nanti saja kita bahas sekarang yang penting Faldi segera dapat donor darah." Jawab Alfred


"Iya kamu benar kalau begitu cepetan kesini ya." Ucao Sasa


"Iya." Jawab Alfred dan menutuo telfonnya


Setelah mendapat kabar tersebut Sass langsung memberi tahu ibunya dan juga Dika dan Risma, tante Icha ikut senang mendapat kabar tersebut karena Faldi akan segera mendapatkan donor darah, Dika yang dari tadi sedih sekarang sudah mulai menunjukan senyumanya kembali, Sasa juga yang dari tadi bingung dan khawatir sekarang bisa lega karena mendapat kabar tersebut.


Saat di bascam Alfred dan pacarnya menunggu pendonor darah tersebut, karena pendonor darah itu juga adalah pacar dari salah satu anggota dari geng mereka, tapi saat Alfred menunggu pendonor tersebut Alfred melihat si pendonor ini di marahin pacarnya, saat Alfred mendatanginya gadis tersebut akan di pukul oleh pacarnya dan Alfred pun langsung menghentikan tidakan tersebut, cowok itu terkejut saat melihat Alfred yang sudah ada di belakangnya dan dia langsung mencari cari alasan untuk pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Abang..." Ucap si cowok


"Beruntung kamu ketemu sama aku jika kamu ketemu si ketua habis kamu." Ucap Alfred


"Maksud abang bagai mana.?" Tanya si cowok


"Jika ini Faldi si ketua tahu perbuatan kamu pada gadis ini begitu kasar kamu pasti sudah di pukul sama dia, kamu kali ini beruntung aku yang menghentikan kamu." Ucap Alfred menjelaskan


"Bukan begitu bang aku cuma berusaha bilangin dia karena dia sedang sakit." Jawab si cowok mencari alasan


"Aku baik baik saja, aku tidak sakit." Ucap si cewek


"Bilang saja tujuan kamu." Ucap Alfred


"Tidak ada bang aku cuma ingin dia tidak pergi." Ucap cowok tersebut


"Sudah kamu diam saja ya, kamu tidak tahu masalahku sama Faldi, aku sekarang ingin menolongnya kamu tidak usah ikut campur." Ucap si cewek 

__ADS_1


"Oh jadi itu hanya karena cemburu kamu membiarakan ketua kita mati." Ucao Alfred


"Sudah ya aku sudah muak dengan sikap kamu itu kita pustus sekarang juga." Ucap si cewek


"Baiklah kalu itu mau kamu kita putus, lepasin bang." Ucao si cowok yang langsung pergi setelah di lepaskan oleh Alfred


"Kamu yakin.?" Tanya Alfred


"Iya bang aku yakin kok, karena sebelum aku bertemu dia aku bertemu Faldi yang dulu pernah menolongku dan merubahku kehidupanku seperti sekrang ini." Jelas si cewek


"Oh begit, kita bisa jalan sekarang.?" Tanya Alfred


"Iya bang." Jawab si cewek


"Mon dari pada kamu sendiri di sini ikut kerumag sakit kamu sama dia ya soalnya dia ditinggalin cowoknya." Ucap Alfred


"Siap bang." Jawab Momon


Setelah itu mereka berempat menuju rumah sakit untuk mendonorkan darah si gadis tersebut kepada Faldi, tidak lama kemudia mereka bermpat sampai di rumah sakit, mereka pun langsung menuju keruangannya Faldi di rawat, sampai di ruangan mereka ternyata sudah di tunggu oleh Sasa dan ibunya, Alfred pun langsung memberihatu Sasa pendonornya dan Sasa juga langsung mengantarkannya ke ruangan donor darah.


"Sa ini orangnya yang mau donor darah ke pada Fadi." Ucap Alfred


"Perkenalkan nama saya Siska." Ucap gadis tersebut memperkenalkan diri


"Kalau begiti kamu di antar Sasa ya ke ruang donor darah." Ucap tante Icha


"Iya tante." Jawab Siska


Sasa pun langsung mengantarkan Siska ke ruang donor darah Sasa juga menunggunya hingga selesai untuk pengambilan darahnya, setelah selesai Sasa dan Siska kembali keruangan Faldi di rawat, tidak lama kemudian dokter pun masuk untuk meberikan donor darahnya kepada Faldi dan mereka semua yang ada di rumah sakit menunggu, sambil menunggu Sasa mengajak Siskan untuk mengobrol berdua di kanti rumah sakit karrna dia ingin sedikit bertanya kepada Siska.


"Sis ikut aku sebentar bisa." Ucap Sasa


"Mau kemana Sa.?" Tanya Siska


"Kekanti aku mau bicara sebentar sama kamu." Ucap Sasa


"Baiklah." Jawab Siska


Mereka berdua pun pergi ke kantin rumah sakit bersama untuk mengobrol, sesampainya di kantin Sasa menyuruh Siska untuk memesan makanan jika lapar sedangakan Sasa hanya memesan minuman saja.

__ADS_1


"Sis pesan saja nanti aku yang bayar." Ucap Sasa


"Aku pesan minuman saja Sa." Jawab Siska


"Tidak mau makan.?" Tanya Sasa


"Tidak Sa masih belum lapar." Jawab Siska


"Baiklah." Jawab Sasa


Setelah mereka berdua memesan minuman mereka mencari tempat duduk dan mulai mengobrol, Siska bertanya kepada Sasa apa yang ingin dia bicrakan, ternyata Sasa hanya ingin bertanya kepada Siska soal donor darnya mau di bayar apa tidak.


"Kamu mau berbicata soal apa ya Sa.?" Tanya Siska


"Aku berterimakasih banyak sebelumnya kepada kamu karena sudah mau mendonorkan darah kamu but Faldi" ucap Sasa


"Iya Sa sama sama." Jawab Siska


"Aku juga mau bertanya kepada kamu, ini kamu memberikan darah kamu atau mau aku bayar.?" Tanya Sasa


"Maksudnya.?" Jawab Siska bertanya


"Kamu memberikannya atau kamu jual.?" Jawab Sasa


"Oh aku memberikanya kok." Jawab Siska


"Jadi aku tidak perlu membayarnya.?" Jawab Sasa kembali bertanya


"Iya tidak perlu kamu bayar." Jawab Siska


"Kamu seriuskan.?" Tanya Sasa 


"Iya aku serius, aku pernah hutang budi sama Faldi soalnya anggap saja sebagai balas budi itu saja." Ucap Siska


"Iya Sis terimakasih banyak ya." Jawab Sasa berterima kasih lagi


"Iya kamu jangan terus terusan berterimakasih aku jadi tidak enak." Jawab Siska


"Iya, kalai begi ayo kita kembali aku ingin segera tahu tentang kondisinya Faldi sekarang." Ucap Sasa

__ADS_1


"Iya." Jawab Siska


Mereka berdua pun kembali keruangan Faldi di rawat, sesampainya di sana Sasa melihat dokter yang baru keluar ruangannya Faldi Sasa pun mempercepat jalannya, dokter bilang kalau proses pendonoran daahnya bergasil dan Faldi sudah keluar dari masa kritisnya dan tinggal menunggu dia siuman, mereka semua bahagia saat mendengar kabar tersebut,setelah itu dokter tersebut pergi dan mereka bergantian masuk untuk melihat kondisinya Faldi sekarang ini.


__ADS_2