
Di saat pagi harinya Faldi bangun seperti biasa, dia langsung bersih bersih dan mandi setelah itu dia menyiapkan bahan bahan untuk memasak sarapan, di saat di mau menyiapkan bahan bahan dia mendengar ada yang mengetuk pintu depan, Faldi pun langsung berjalan ke depan dan melihat siapa yang datang pagi pagi seperti ini.
Saat Faldi membuka pintunya ternyata itu tante Icha yang baru pulang kerja, Faldi pun langsung membukakan pintu dan tante Icha langsung pergi ke kamarnya karena dia sudah sangat capek dan mengantuk, tapi sebelum tante Icha masuk ke kamar tante Icha bilang ke Faldi kalau dia sudah membawakan nasi bungkus untuk Sasa dan Faldi sarapan.
"(Tok...tok...tok...)" suara pintu di ketuk
"Tante baru pulang.?" Tanya Faldi sambil membukakan pintu
"Iya Fal." Jawab tante Icha
"Ya sudah kalu begitu tante langsung istirahat saja." Ucap Faldi
"Iya Fal, ini nasi bungkus buat kamu dan Sasa nnti sarapan, tante mau tidur dulu." Ucap tante Icha
"Iya tantr terimakasih." Jawab Faldi
Setelah itu Faldi membawa nasi bungkus tersebut ke dapur, karena sudah ada nasi bungkus Faldi oun memasak air untuk membuat kopi dan coklat panas, saat Faldi membawakan nasi bungkus tersebut ke meja makan Faldi terkejut melihat Sasa yang keluar dari kamarnya, karen semalam Faldi pikir kalau Sasa tidur di kamarnya sendiri, Sasa pun lanhsung ke belakang untuk bersih bersih dan mandi, Faldi juga lanjut untuk menyiapkan minuman hangat untuk dirinya dan juga Sasa.
Setelah selesai membuat minuman hangat Faldi lngsung membawanya ke meja makan, dan Sasa yang sudah selesai mandi dan sudah memakai baju rapi juga sudah bersiap di meja makan, Faldi pun menanyakan masalah tadi kenapa Sasa bisa keluar dari kamarnya.
"Sa semalam kamu tidur di kamar kamh sendiri bukan.?" Tanya Faldi
"Tidak, semalam aku tidur di kamar kamj Fal." Jawab Sasa
"Berarti semalam..." ucap Faldi yang terpus karena terkejut
"Semalam kenapa Fal.?" Tanya Sasa
"Maaf Sa bukannya maksud aku mau ngapa ngapain kamu tapi aku beneran aku tidak tahu kalau kamu tidur di kamarku." Ucap Faldi
"Apa sih maksud kamu aku jadi bingung." Ucap Sasa
"Jadi semalam itu kita tidur satu ranjang Sa." Jawab Faldi yang panik
"Oh cuma itu aku pikir ada apa." Ucap Sasa santai
"Kok kamu malah santai saja sih memangnya kamu tidak takut apa kalau aku ngapa ngapain kamu.?" Tanya Faldi
"Tidak kenapa mesti takut lagian kita sudah sering kan tidur bareng." Jawab Sasa
"Iya aku tahu itu Sa tapi yang ini kita satu tempat tidur." Jawab Faldi
"Heleh biasanya di depan televisi juga begitu kenapa baru sekatang kamu panik.?" Tanya Sasa
__ADS_1
"Lah iya juga ya." Jawab Faldi
"Sudah lah Fal, aku mau makan nanti kesiangan lagi kalau berangkat." Ucap Sasa
"Biklah." Jawab Faldi
Setelah itu mereka berdua sarapan bersama dengan nasi bungkus yang di bawakan oleh tante Icha tadi, selesai sarapan seperti biasa mereka menikmati minuman hangat terlebih dahulu baru berangkat ke sekolah.
Sesampainya di Sekolah Faldi memarkirkan mobilnya ke parkiran sekolah karena sudah bisa masuk tidak seerti kemarin, setelah memarkirkan mobilnya Faldi mengisi apsen terlbih dahulu dan setelah itu dia pergi ke gazebo depan perpustakaan untuk menunggu Dika dan Risma.
Setelah cukup lama mereka berdua menunghu akhirnya Dika dan Risma pun datang, Dika juga langsung menyapa Faldi dan juga Sasa, mereks pun mengobrol sambil menunggu acaranya di mulai, karena semua stan yang ada masih menyiapkan jualan mereka masing masing.
Disaat tengah asyik mengobrol Sasa tidak sengaja bertanya kepada Dika apa dia tahu soal masalalu Faldi yang dia ceritakan semalam, karena pada saat iti Faldi dan Sasa memakai jaket yang semalam.
"Yo Fal, pagi Sa." Sapa Dika
"Yo Dik." Jawab Dika
"Kalian sudah lama datang.?" Tanya Risma
"Lumayan lah." Jawab Sasa
"Bagai mana Fal luka kamu.?" Tanya Dika
"Awas saja kamu Fal kalau masih berdarah lagi." Ucap Sasa
"Iya iya aku usahain agar tidak berdarah lagi." Jawab Faldi
"Dik kamu tahu tidak jaket yang Faldi pakai sekarang.?" Tanya Sasa
"Sebentar aku sepertinya pernah melihatnya." Jawab Dika
"Sasa.!" Ucap Faldi
"Maaf Fal aku lupa." Jawab Sasa
"Tidak apa apa sudah terlanjur." Jawab Faldi
"Maaf ya." Jawab Sasa
"Iya tidak apa apa." Jawab Faldi
"Kalian berdua kenapa.?" Tanya Risma
__ADS_1
"Tidak kok tidak ada apa apa." Jawab Sasa
"Sebentar itu bukanya salah satu geng terbesar di kota ini ya." Ucap Dika
"Iya memqng benar." Jawab Faldi
"Kok kamu bisa punya dan dua lagi.?" Tanya Dika
"Itu sebenarnya aku salah satu anggotanya." Jawab Faldi
"Serius kamu salah satu anggotanya.?" Tanya Dika
"Iya Dik." Jawab Faldi
"Tapi kok bisa dapat dua kamu.?" Tanya Dika
"Ya kalau aku boleh jujur bukan hanya ketua saja sih sebenarnya." Jawab Faldi
"Maksud kamu.?" Tanya Dika
"Faldi itu ketua geng tersebut Dik." Jawab Sasa
"Ha...?" Ucap Risma terkejut
"Apa...? Kamu serius Fal.?" Tanya Dika
"Iya Dik, kamu lihat gambar ini tidak.?" Ucap Faldi sambil menunjukan gambarnya
"Iya aku lihat." Jawab Dika
"Itu simbol untuk ketua geng dan wakil ketu geng." Jawab Faldi
"Gila aku tidak menyaka kalau kamu adalah ketua geng tersebut." Ucap Dika
"Ceritanya panjang jadi jangan minta di ceritain ya." Jawab Faldi
"Iya deh iya." Jawab Dika
"Eh ayo keliling kayaknya sudah di mulai." Ucap Risma
"Ayok ayok." Jawab Sasa
Setelah itu mereka berempat berkeliling untuk menikmati acara festival tersebut, saat berkeliling banyak yang menyapa Faldi dan memanggilnya abang, Faldi cuma tersenyum saat di sapa seperti itu, Faldi juga tidak menyangka kalau siswa yang ada di sekolah tersebut banyak yang ikut geng yang ada di kota ini, saat hampir semua siswa yang tahu tentang jaket tersebut dan simbol ketua yang ada di jaket tersebut tidak ada yang berani dengan Faldi lagi dan Faldi juga lebih di hormati dan semua siswa yang tahu tentang jaket tersebut bersikap sopab saat melihat Faldi.
__ADS_1