Sipendiam Dua Kepribadian

Sipendiam Dua Kepribadian
menepati janji


__ADS_3

Lima haripun berlalu Sasa sudah menyelesaikan ujian sekolhnya dan dia juga sudah izin tidak masuk selama dua hari karena menemni Faldi di rumah sakit, Faldi juga belum sadarkan diri dari kejadian kemarin, Sasa kembali cemas dan khawatir tentang kondisinya Faldi yang masih belum sadar juga, teman taman Faldi bergantian setiap hari untul menjenguknya, sedangkan Sasa hampir tidak pernah pulang dia selalu menunggu Faldi setiap saat, setiap malam Sasa juga berbicara dengan Faldi yang belum sadar, Sasa selalu bilang akan menunggunya dan mengih janji Faldi yang akan kembali ke pelukanya.


Di malam hari ke lima akhirnya Faldi sadar juga karena mendengar perkataan Sasa yang terus memanggil dan menagih janjinya, Sasa yang saat itu berbicara dengan Faldi melihat Faldi yang sdar dia langsung bergegas memanggil dokter untuk memberitahu dokter kalau Faldi sudah sadar, dokterpun segera memeriksa kondisinya Faldi


"Fal ayo bangun aku di sini kesepian tanpamu, aku selalu menunggumu disini, ingat jaji kamu kalau kamu bakalan kembali ke pelukanku." Ucap Sasa berbicara dengan Faldi yang belum sadar


"Fal aku tahu kalau kamu bisa mendengarkan aku, jadi aku mohon kamu bngun ya." Ucap Sasa yang terus memanggil Faldi


"Hm..." Ucap Faldi bangun dari tidur banjangnya


"Faldi kamu sudah sadar.?" Ucap Sasa


"Sebentar kamu jangn ngapa ngapain dulu aku panggil dokter dulu." Ucap Sasa yang langsung memanggilkan dokternya


Setelah Sasa memanggil dokter, dokter lngsung memeriksa kondisi Faldi, dan dokter bilang kalau Faldi sudah baik baik saja tinggal beristirahat beberapa hara lagi untuk pemulihannya jadi belum bisa untuk di bawa pulang, setelah Sasa di beri tahu dokter Sasa langsung mengabari ibunya yang sedang bekerja, Sasa bilang kalau Faldi sudah sadar dan masih tahap pemulihan , Sasa pun sudah tenang melihat Faldi yang sudah sadar dan Sasa yang sudah benar benar capek saat itu duduk di samping tempat tidur Faldi dan ketiduran, Faldi yang masih bangun mengelus kepala Sasa dengan lembut sambil mengucapkan terimakasih kepada Sasa karena sudah menemaninya saat sakit.


Di pagi harinya tante Icha datang sambil membawakan baju ganti dan sarapan untuk Sasa, tante Icha pun menyuruh Sasa untuk segera bersih bersih dan mandi terlebih dahulu dan tante Icha yang bergantian untuk menjaga Faldi, selasai mandi Sasa sarapan sambil melihat Faldi yanh masih tidur, Sasa merasa begitu senang karena Faldi menepati janjinya yang akan kembali ke pelukan Sasa.


Saat Faldi bangun Faldi lngsung meminta maaf karena terus merepotkan Sasa dan ibunya, Sasa dan ibunya tidak mempermaslahkan soal itu.


"Sa mah... Maaf kan Faldi ya kalau selalu membuat repot." Ucao Faldi yang baru bangun


"Suda nak kamu tidak usah memikirkan soal itu yang terpenting kamu sehat dulu." Jawab tante Icha


"Iya benar kata mamah kamu harus memikirkan kesehatan kamu dulu." Ucap Sasa


"Terimakasih banyak ya." Jawab Faldi


"Iya Sayang, kamu mau makan.?" Tanya Sasa


"Sa jangan terburu buru Faldi kan juga baru sadar." Ucap tante Icha


"Maaf mah aku pikir kalau Faldi lapar." Jawab Sasa


"Kalau ada Faldi mau bubur mah." Ucap Faldi


"Kamu benera suda bisa makan Fal.?" Tanya tante Icha 


"Bisa kok mah tapi yang halus hlus." Jawab Faldi


"Sebentar Fal aku belikan di depan dulu ya." Ucap Sasa yang begitu bersemangat

__ADS_1


"Iya kamu hati hati ya." Ucap Faldi


"Iya Fal." Jawab Sasa


"Memangnya sama dokter sudah boleh makan kamu Fal.?" Tanya tante Icha


"Tidak tahu mah, tapi Faldi lapar dan ingin makan bubur." Jawab Faldi


"Iya sudah tapi nati makanya pelan pelan ya." Ucap tante Icha 


Tidak lama kemudian Sasa datang sambil membawakan bubur untuk Faldi, Sasa pun langsung menyiapkan buburnya dan menyuapi Faldi karena melihat Faldi yang masih belum ada tenaga, Sasa juga membatu Faldi untuk duduk sedangakan tante Icha sedikit beres beres barang agar terlihat lebih rapi.


Selesai sarapan Dika, Risma, dan Siska datang untuk menjenguk Faldi.


"Fal bagai mana kondisimu.?" Tanya Dika


"Sudah agak baikan kok Dik cuma masih lemas saja dari semalam." Jawab Faldi


"Cepat sembuh ya Fal." Ucap Siska


"Iya terimakasih, em... Kamu Siska anak yang berkaca mata itu kan.?" Jawab Faldi bertanya


"Kamu masih ingat denganku Fal.?" Jawab Siska terkejut dan balik bertanya


"Iya ini aku, aku tidak menyangka setelah tiga tahun tidak bertemu kamu masih ingat." Jawab Siska


"Iya tapi aku sedikit tidak mengenalmu." Jawab Faldi


"Memangnya dia siapa Fal.?" Tanya Sasa


"Oh dia teman satu SMP dulu sayang kamu jangan cemburu dulu aku ceritan dulu kenapa aku bisa kenal dia." Jawab Faldi


"Tidak kok sayang aku cuma ingin tahu saja, aku juga tahu bagai mana kamu ke aku Fal." Jawab Sasa


"Dia siapa Fal.?" Tanya Dika


"Kamu sudah lupa ya Dik.?" Tanya Faldi


"Memangnya siapa.?" Jawab Dika balik bertanya


"Itu loh gadis yang kita tolong di depan aula saat masih SMP." Jawab Faldi

__ADS_1


"Berkacamata.?" Tanya Dika


"Iya." Jawab Faldi


"Kuncir dua.?" Jawab Dika kembali bertanya


"Iya." Jawab Faldi


"Biasanya juga di kuncir ponitail.?" Dika yang masih bertanya


"Iya." Jawab Faldi


"Kuncir rambutnya ada pitanya.?" Tanya Dika lagi


"Iya." Jawab Faldi


"Kalian berdua mau sampai kapan tebak tebakan begini.?" Tanya Risma


"Oh iya aku baru ingat." Jawab Dika


"Iya ini dia yang waktu itu Dik." Jawab Faldi


"Ha...!!? Masa...?!" Ucap Dika tidak percaya


"Iya Dik ini aku." Ucap Siska


"Kok beda banget." Jawab Dika


"Iya dulu kalian pernah bilang kepadaku kalau aku harus percaya diri dan kalian juga bilang jika aku merubah penampilanku aku sebenranya cantik, dan saat itu juga aku mencobanya dan karena ucapan kalain aku jadi seperti sekarang ini dan kalian juga menolongku dari dunia yang aku anggap tidak adil dan gelap itu." Ucap Siska yang bercerita


"Kamu sekarang sudah tahu kan Sasa sayang.?" Ucap Faldi bertanya


"Iya sayang, pantesan kemarin dia bilang kalau balas budi dengan kamu." Jawab Sasa


"Memangnya aku kenapa.?" Tanya Faldi


"Jadi kamu kemarin, kehabisan darah dan dia yang mendonorkan darahnya kepadamu karena memiliki golongan darah yang sama." Jawab Sasa


"Trimakasih banyak Sis atas bantuan kamu." Ucap Faldi


"Iya sama sama." Jawab Siska

__ADS_1


Setelah itu Faldi kembali beristirahat setelah mengingat dan menceritakan masalalunya kepada Sasa dan yang lainya.


__ADS_2