
Ke esokan harinya Alfred dan beberapa teman satu gengnya mengunjungi Faldi yang masih berada di rumah sakit, mereka juga ikut senang karena Faldi sudah selamat dan keluar dari masa komanya, mereka semua beryanya kepada Faldi mengapa bertarung sendirian padahal teman teman yang lainnya sudah berkumpul di bascam, Faldi hanya menjawab tidak akan sempat jika menunggu mereka datang.
Saat mereka membicarakan soal itu kebetulan tante Icha sedang bekerja dan yang menemani Faldi saat itu cuma Sasa jadi mereka bisa santai membicarakan hal tersebut karena Faldi juga tida memberi tau tante Icha soal geng mereka.
"Yo Fal." Ucap momon teman gengnya Faldi
"Syukur kamu sudah sadar Fal." Ucap Alfred
"Iya, terimakasih ya sudah meluangkan waktu untuk mampir kesini." Jawab Faldi
"Santai saja ketua." Jawab momon
"Oh ya mon kemarin aku meminta kamu mencari informasi sudah dapat belom.?" Tanya Alfred
"Satai sudah dapat kok." Jawab Momon
"Ada apa memangnya.?" Tanya Faldi
"Soal orang orang yang kamu hajar kemarin itu Fal." Jawab Alfred
"Memangnya siapa mereka.?" Tanya Faldi
"Aku juga belum tahu, maka dari itu aku suruh Momon sama teman teman yang lain yang bisa bantu aku suruh cari informasi." Jawab Alfred
"Jadi begitu ya, aku kira kamu sudah tau Fred." Jawab Faldi
"Kita dengerin dulu Momon dapat informasi apa biar kita sama sama tahu." Jawab Alfred
"Kalu begitu, mon kamu dapat informasi apa.?" Ucap Faldi bertanya
"Baiklah, mereka sebenarnya sudah mengincar kamu Fal dan mereka juga adalah geng pantom yang dulu kamu hajar sebelum kamu ketemu si Alfred ini." Ucap Momon
"Jadi ceritanya balas dendam gitu.?" Tanya Sasa
"Iya kakak, dan geng pantom bisa sebanyak itu karena geng warior ikut gabung dengan mereka setelah kita hajar kamarin malam." Ucap Momon
"Pantesan banyak sekali orangnya biasanya hanya sampao lima puluh, tuju puluh orang saja." Ucap Alfred
__ADS_1
"Nah terus mereka membuat masalah disana karena mereka pernah dengar kalau kamu menghentikan pertarungan mighty dan sanoh disana dan mereka mendapat informasi tersebut dari anak anak mighty Fal." Lanjut Momon menjelaskan informasi yang dia dapat
"Jadi begitu ya." Ucap Faldi
"Terus ini bagai mana Fal apa butuh kumpulin anak anak untuk menghajar anak anal mighty." Tanya Alfred
"Tidak usah nanti malah menimbulkan dendam dan pertarungan ini tidak akan ada habisnya." Jawab Faldi
"Iya juga Fal kamu ada benarnya." Jawab Alfred
"Gini saja kalau mereka tidak mengajak kita tibut kita biarkan saja." Ucap Momon memberi saran
"Mon kamu sadar tidak.?" Tanya Alfred
"Memangnya kenapa bang.?" Tanya Momon
"Ya ampun ni bocah ya, merekakan sudah mengadu domba kita dengan geng pantom Mon." Ucap Alfred menjelaskan
"Lah masa iya.?" Tanya Momon
"Lah iya ya bener juga, wah tidak bisa ini harus kumpulin teman teman yang lain." Jawab Momon yang baru menyadarinya
"Mon kamu dengar yang di bilang Faldi tidak sih.?" Tanya Alfred
"Dengar, memangnya kenapa.?" Jawab Momon balik bertanya
"Apa coba.?" Tanya Alfred
"Apa ya lupa aku." Jawab Momon
"Mon Mon." Ucap Alfred
"Suda sudah tidak usah di lanjut nanti kalain berdua malah berantem lagi." Ucap Faldi
"Memangnya kamu tadi bilang apa Fal.?" Tanya Momon
"Tidak usah bilang ke anak anak masalah ini, jika kalain tersun membalas dendam perbuatan mereka kapan perkelahian antar geng ini akan selesai." Jawab Faldi
__ADS_1
"Oh begitu ya Fal." Jawab Momon
"Iya." Jawab Faldi
Setelah mereka selesai membahas masalah tersebut mereka semua izin untuk pulang, akhirnya Faldi kembali berdua dengan Sasa yang menemani Faldk di rumah Sakit, Faldi juga bertanya kepada Sasa soal biaya rumah sakitnya itu, Sasa menjawab dengan jujur kalau biaya rumah sakitnya di bayar menggunakan uang tabungan Faldi, Faldi pun merasa lega dan senang karena tidak di bayarkan oleh tante Icha
"Sa aku mau tanya soal bisaya ruamah sakit boleh.?" Tanya Faldi
"Kamu tenang saja Fal, biaya rumah sakitnya sudah di bayar kok." Jawab Sasa
"Siapa yang bayar.? Tante Icha ya Sa.?" Tanya Faldi
"Kamu tenang dulu Fal kan aku belum selesai berbicara." Ucap Sasa
"Iya maaf, terus ini siapa yang bayara.?" Tanya Faldi
"Biaya rumah sakitnya aku bayar pakai uang tabungan kamu, maaf ya sebenarnya aku dan mamah sebenatnya juga ingin ikut bantu bayar tapi pada saat itu kami tidak ada uang." Jawab Sasa
"Huft... Syukur deh kalau pakai uang tabunganku." Jawab Faldi
"Kamu beneran tidak masalah Fal.?" Tanya Sasa
"Aku malah senang karena kalain bayarnya pakai tabunganku, lagiankan kalaian sering mengjagaku saat sakit dan mamah juga sudah bekerja keras untuk biaya sekolah kamu Sa jadi aku yang sudah di anggap seperti anaknya sendiri sudah seneng banget, aku tidak mau jika merepotkan kalian lebih dari ini seperti yang dulu dulu." Jawab Faldi
"Fal kamu ini ya benar benar terlalu perduli dengan orang orang di sekitar kamu tahu, tapi aku juga senang sekali karena sudah memilih kamu menjadi pasanganku sekarang, meski aku belum tahu banyak tentang dirimu." Ucap Sasa
"Sudah tidak apa apa kok, seiring berjalanya waktu kamu pasti bisa tahu semua tentang diriku." Jawab Faldi
"Iya, oh iya sudah waktunya makan siang dan minum obat ni, kamu makan dan minum obat dulu ya sayang." Ucap Sasa
"Iya Sayang." Jawab Faldi
"Setelah itu nanti kamu istirahat ya agar bisa cepat pulang." Ucap Sasa
"Iya sayangku." Jawab Faldi
Setelah itu Sasa mengambilkan makan dan obat untuk Faldi, Sasa juga menyuapi Faldi makan setelah itu dia memberi Faldi obatnya, selesai minum obat Faldi langsung beristirahat dan tidur, Sasa pun beristirahat sambil merapikannbarang barang yang dia bawa kerumah sakit.
__ADS_1