Sipendiam Dua Kepribadian

Sipendiam Dua Kepribadian
diskusi


__ADS_3

Beberapan hari berlalu Faldi dan teman temanya juga sudah mendapatkan infon tentang acara sekolah, tiga hari lagi akan di adakan festifal di sekolahannya, Faldi yang sebelumnya mendapatkan projek dari tante Icha juga sudah menyelesaikan dan memberikan projeknya kepada tante Icha.


Di acara festifal di beritahukan bahwa semua exskul yang ada harus ikut serta memeriahkan acara festifal tersebut, tapi untuk exskul fotografi dan informasi sudah tidak akan ikut serta karena exskul tersebut sudah resmi di bubarkan oleh pihak sekolah, Faldi dan teman temanya juga sudah mulai preaper file file yang di butuhkan untuk kerja sampingan mereka karena saat festifal di mulai kerja sampingan mereka juga di liburkan sama Faldi, untuk berjaga jaga mereka semua di minta untuk mengumpulkan fille sebanyak mungkin untuk persedian.


Waktu makan siang di kantin Faldi dan yang lainnya sedang membicarakan acara festifal tersebut dan beberapa rencana kegiatan yang ingin mereka lakukan.


"Dengar dengar acara festifalnya berlangsung tiga hari ya." Ucap Sasa memulai obrolan


"Tidak tahu aku juga baru dengar." Jawab Dika


"Iya tadi aku melihat di papan pengumuman tiga hari acaranya." Jawab Risma


"Susunan acaranya di tulis di papan tidak.?" Tanya Faldi


"Aduh aku tidak sempat membacanya." Jawab Risma


"Ya sudah nanti kita coba lihat." Ucap Faldi


"Eh di kelas kita jadi ikut mengisi stan di acara festifal.?" Tanya Dika


"Belum tahu juga aku jadi apa tidak." Jawab Risma


"Iya yang lain juga di ajak bicara juga susah banget." Ucap Sasa


"Terus bagai mana.?" Tanya Faldi


"Biarkan saja Fal." Jawab Sasa


"Lah nanti di marahin sama guru bagai mana.?" Tanya Faldi


"Biarin Fal kan memang satu kelas kita susah di ajak bicara." Jawab Risma


"Ya suda aku ngikut saja kalau begitu." Jawab Faldi


"Hayo...!!!" Ucap kak Devi yang tiba tiba muncu


"Aaa..." triak Sasa dan Risma terkejut


"Eh kak Devi." Ucap Faldi


"Kalian sedang bahas festifal ya.?" Tanya kak Devi


"Iya kak kami sedang bahas festifal katanya acaranya tiga hari ya.?" Tanya Dika


"Iya benar memangnya kenapa.?" Jawab kak Devi balik bertanya


"Susunan acaanya apa saja kak.?" Tanya Faldi


"Hari pertama pembukaan dan lomba seperti kemarin, hari kedua acara fashion, hari ketiha puncak acra dan penutup." Jawab kak Devi

__ADS_1


"Oh begitu ya." Jawab Dika


"Exskul kita kan sudah resmi bubar bukan, jadi kalau mengambil foto kegiatan bisa sesuka nya." Ucap Faldi


"Bisa lah Fal, memangnya kamu mau ngain kok mau mengambil foto acara.?" Tanya kak Devi


"Biasa kak cuan." Jawab Faldi


"Memang kamu ya Fal tidak pernah menyia nyiakan kesempatan." Jawab kak Devi


"Ih Faldi... aku kan juga mau bersenang senang berdua sama kamu." Ucap Sasa


"Sayang kamu tenang dulu ya ini pasti juga menyenangkan." Jawab Faldi


"Tapi kamu seperti tidak mau libur kerja kalau tidak sakit." Ucap Sasa


"Sayang ini kan juga buat masa depan kita kalau masih bisa terus bersama." Jawab Faldi


"Iya deh iya." Jawab Sasa


"Jangan cemberut begitu dong sayang." Ucap Faldi


"Habisnya kamu bilangnya tadi seperti akan berpisah." Jawab Sasa


"Iya sayang aku salah aku minta maaf ya." Ucap Faldi


"Hei hei hei, kalian berdua sudah dulu kalau bucin." Ucap Risma


"Ye ini anak di bilangin." Ucap Risma


"Ayy iri ya.?" Tanya Dika


"Apa sih enggak." Jawab Risma


"Haduh kalian berempat... sudah lupa ya ada aku di sini yanhmg sendiri." Ucap kak Devi


"Eh maaf kak lupa." Jawab Faldi


"Huh enten banget itu mulut, setelah selesai mesra mesraan baru ingat teman." Ucap kak Devi


"Sudah sudah nanti berantem lagi." Ucap Sasa


"Iya iya, gara gara kamu juga sih Sa." Ucap Risma


"Lah kok nyalahin aku." Jawab Sasa


"Iya kan kamu yang mulai dulu." Ucap Risma


"Kamu juga kenapa iri." Jawab Sasa

__ADS_1


"Dik semakin panas nih kayaknya." Ucap Faldi


"Kamu benar Fal, kamu ada uang berapa.?" Jawab Dika balik bertanya


"Aku ada dua puluh nih kalai cash." Jawab Faldi


"Baiklah kalau begitu, aku dukung Risma dua puluh kamu dukung Sasa dua puluh bagai mana.?" Ucap Dika bertanya


"Deal." Jawab Faldi


"Hadeh... ini dua orang lagi berantem tidak di pisahin malah buat taruhan." Ucap kak Devi


"Siapa yang taruhan.?" Tanya Sasa


"Kalian berdua ya.?" Tanya Risma


"Iya Dika sama Faldi taruhan buat kalian." Jawab kak Devi


"Waduh Dik bagai mana ini.?" Tanya Faldi kepada Dika


"Pasrah saja Fal sudah ketahuan mau bagai mana lagi." Jawab Dika


"Aduh...aduh...aduh..." trika Dika yang di tarik telinganya sama Risma


"Sayang lepasin dong sakit itu... aduh... aduh..." ucap Faldi yang di tarik telinganya sama Sasa


"Kalian ya memang benar benar." Ucap Sasa


"Bisa bisanya main taruhan." Lanjut Risma


"Dan kami yang kalian buat taruhan." Lanjut Sasa


"Iya iya maaf tidak kami tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Dika


"Iya iya itu benar kami tidak akan mengulanginya lagi paling cuma sedikit." Jawab Faldi


"Itu namanya sama saja mengulangi lagi sayang." Ucap Sasa yang menarij telinga Faldi semakin kencang


"Aduh...aduh... iya iya aku janji tidak mengulanginya lagi." Jawab Faldi


"Nah begitu." Jawab Sasa yang melepaskan telinga Faldi


"Sayangku, cintaku, di lepas ya udah sakit banget ini." Ucap Dika yang merayu Risma


"Kamau janji tidak akan mengulanginy lagi.?" Tanya Risma kepada Dika


"Iya sayang janji." Jawab Dika


"Sudah lah aku duluan, kalian malah berantem terus bikin iri saja." Ucap kak Devi yang langsung pergi

__ADS_1


Setelah itu Faldi dan Dika memegangi telinga mereka masing masing karena masih kesakitan,setelah mendingan mereka berempat kembali ke kelas mereka untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.


Sesampainya di kelas mereka beremapat di suruh ikut kumpul dengan teman teman kelasnya dan di dampingi oleh walikelas, mereka mendiskusikan acara Festifal yang akan datang dan setiap kelas harus beranti siapasi dalam acara tersebut, teman teman sekelas banyak memberikan usulan seperti, kelas yang di bikin seperti kafe, ada juga yang menyarankan jualan di depan kelas, ada juga ada yang usul jualan kopi juga, sampai bingung memilih usulan usulan tersebut dn setelah di catat dan di musyawarahkan hasilnya tetap saja membingungkan, karena teman sekelas seperti memiliko gengnya masing masing jadi hanya setuju dengan usulan mereka sendiri sendir, tidak seperti Faldi, Dika, Risma, dan Sasa mereka setuju semua dengan usulan teman temanya itu sampai samapai mereka tidak memberikan usulan mereka sendiri, walikelaspun di buat bingung dengan murid muridnya tersebut karena mereka semua tidak bisa menerima usulan dari teman lainnya.


__ADS_2