
Sesampainya di UKS kak Devi langsung membantu kak Sinta mengobati lukanya dan Sasa merawat lukanya Faldi yang lengannya tadi terluka hingga sampai sekarang masih terus mengeluarkan darah, saat Sasa melihat luka di lenganya Faldi, Sasa cukup terkejut karena luka tersebut seperti bekasa jahitan yang sobek lagi tapi bukan lengan yang kiri yang terluka karena berkelahi dengan guru dahulu, Sasa pun kebingung untuk mengobati lenganya Faldi karena jahitannya robek akhirnya Faldi melepas baju seragamnya untuk mencegah darah yang terus keluar dari lenganya lalu di ikat dengan dasinya Sasa yang dia gunakan untuk menahan darahnya Faldi tadi.
Setelah selesai menangani lukanya Faldi, Sasa langsung mengajak Faldi untuk segera pergi ke rumah sakit untuk segera menjahit kembali lukanya, Faldi pun lngsung meminta izin kepada gurunya dan setelah mendapatkan izin Faldi segera masuk mobil dan mengemudiakn mobilnya untuk menuju ke rumah sakit, Sasa juga tidak mau tinggal diam dan ikut Faldi ke rumah sakit.
"Fal kamu beneran masih mampu mengemudiakannya sendiri." Tanya Sasa yang khawatir
"Tenang saja sayang aku masih bisa kok." Jawab Faldi
"Baiklah." Jawab Sasa
"Kamu tolong tenang ya jangan panik nanti aku ikutan panik." Ucap Faldi
"Iya Sayang." Jawab Sasa
Tidak lama kemudian Faldi dan Sasa tiba di rumah sakit dan Faldi pun langsung di larikan ke ruang UGD karena baju yang di buat Faldi menution luka tadi sudah penuh dengan darahnya sampai dibperas keluar sedikit darah dari bajunya Faldi yang tadi di buat untuk menutupi lukanya, Faldi pun langsung di tanganiboleh dokter dan Sasa menunggu di depan ruangan sambil kondar mandir karena khawatir dengan kondisinya Faldi.
Satu jam berlalu akhirnya dokterpun keluar dan memberitahukan kalau lukanya sudah di jahit dan Faldi juga sudah boleh pulang nanti sore, Sasa pun langsung masuk untuk melihat kondisinya Faldi yang selesai di jahit lukanya, Sasa pun bertanya kepada Faldi ada berapa banyak luka jahitan di tubuh Faldi.
"Sayang aku mau nanya boleh.?" Ucap Sasa
"Boleh mau tanya apa.?" Jawab Faldi
"Kalau boleh tahu ada berapa luka jahitan di tubuh kamu.?" Tanya Sasa
"Mungkin ada tiga belas luka jahitan." Jawab Faldi
"Apa..!!! Tiga belas luka jahitan." Jawab Sasa yang terkejut
"Suttt... ini di rumah sakit sayang jangan triak." Ucap Faldi
"Oh iya maaf." Jawab Sasa
__ADS_1
"Kok bisa sampai sebanyak itu sayang.?" Lanjut Sasa yang bertanya
"Dulu aku pernah cerita kalau aku berkelahi dengan orang itu saat aku mau menolong ibuku, karena itu aku memiliki luka jahitan dua belas luka, terus aku menolong kamu tambah satu luka jahitan." Ucap Faldi
"Ya ampun sayang aku benar benar tidak tahu dan tidak menyangka kalau kamu samapi jadi seperti ini." Jawab Sasa
"Oh iya kamu sama Dika, dan juga Risma pernah lihat bukan.?" Tanya Faldi
"Iya betul tapi aku haya melihat empat luka jahitan di tubuh dan lengan kamu." Jawab Sasa
"Kalau begitu aku tunjukan ke kamu sekarang." Ucap Faldi
Faldi pun menunjukan luka luka yang dia dapat saat menolong ibunya dari penyiksaan ayahnya, Sasa juga sempat menghitung luka tersebut dan ternyata memang benar ada tiga belas luka jahitan di tubuh Faldi, saat Sasa menghitung lukanya Faldi dia sempat salah fokus karena melihat tubuhnya Faldi yang begitu keren, Faldi juga kembali menceritakan masalalunya secara detai ke Sasa, setelah menceritakan masalalunya Faldi bertanya kepada Sasa apakah dia masih mau terus bersama Faldi.
"Jadi bagai mana sayang apakah kamu masih mau bertahan denganku.?" Tanya Faldi
"Iya aku mau, aku tidk menyangka kalau kamu sudah hampirbkehilangan nyawa kamu sampai dua kali." Ucap Sasa sambil nangis
"Tapi Fal aku masih tidak menyangka kalau kehiduapan kamau bekitu susah seakan akan hanjur." Jawab Sasa
"Tapi sekarangkan ada kamu dan juga yang lain, yang membuatku semangat menjalani kehidupanku dan kalian juga selalu mewarnai hari hariku yang gelap." Ucap Faldi
"Hiks...hiks...hiks.." suara tangisan Sasa yang tersedu sedu karena terharu dan tidak tega dengan kiaah hidupnya Faldi
Dika dan Risma tiba tiba muncul di rumah sakit untuk menjenguk Faldi mereka berdua datang dengan tante Icha dan walikelasnya yang juga ingin menjenguk Faldi, tante Icha yang mendengar kalau Faldi masuk rumah sakit begitu khawatir dengan kondisinya tapi saat tante Icha melihat Faldi yang sudah baik baik saja tante Icha pun merasa lega.
"Faldi... bagai mana keadaan kamu nak.?" Tanya tante Icha yang begitu khawatir
"Tenang saja tante Faldi sudah baik baik saja." Jawab Faldi
"Syukurlah kalau begitu." Ucap tante Icha
__ADS_1
"Fal kamu kenapa bisa kayak begini itu kenapa.?" Tanya Walikelas
"Pak tolong ya, pertanyaan bapak di tuda dulu Faldi masih sakit." Ucap tante Icha
"Iya bu maaf." Jawab walikelas
"Kalau kamu sudah baik baik saja, bapak tinggal dulu ya." Ucap walikelas yang berpamitan
"Iya pak terima kasih untuk waktunya." Jawab Faldi
Setelah wali kelasnya pergi, tidak lama kemudian kak Devi dan kak Sinta pun tiba untuk menjenguk Faldi, saat kak Sinta ingin meminta maaf kepada Faldi, Faldi melarangnya karena ada tante Icha yang bisa bisa urusanya jadi makin panjang, mereka pun hanya menyapa Faldi dan menanyakan kabar.
"Fal anu..." ucap kak Sinta yang belum selesai ngomong
"Eh kak Devi dan kak Sinta." Ucap Faldi sambil melambaikan tangan dan mengedipkan mata untuk memberi isyarat kepada mereka berdua
"Iya Fal ini kami." Jawab kak Devi
"Aku tadi dengar kalau kamu di bawa kerumah sakit jadi aku dan Devi mampir untuk menjenguk kamu." Ucap kak Sinta
"Aduh makasih banyakn ya kak maaf kalau merepotkan." Jawab Faldi
"Tidak apa apa kok." Jawab kak Devi
"Bagai mana kondisi kau Fal.?" Tanta kak Sinta
"Sudah mendingan kok." Jawab Faldi
"Syukur deh kalau begitu." Jawab kak Sinta
Setelah itu mereka mengobrol santai sambil menunggu Faldi di perbolehkan untuk pulang karena dokternya tadi bilang kalau sore Faldi sudah boleh di bawa pulang.
__ADS_1